Wednesday, November 26, 2014

Museum Negeri Provinsi Lampung “Ruwa Jurai”

museum lampung_1379312438.png
Museum Lampung adalah salah satu tempat kunjungan wisata sejarah yang dapat digunakan sebagai sarana pendidikan, penelitian dan rekreasi. Museum Negeri Lampung “Ruwa Jurai” mulai dirintis pembangunannya sejak tahun anggaran 1975/1976. Peresmiannya dilaksanakan bersamaan dengan peringatan hari Aksara Internasional yang dipusatkan di Bandar Lampung pada tanggal 24 September 1988. Peresmian ini dilakukan oleh Prof.Dr.Fuad Hasan dan dinamakan “Ruwa Jurai”. Ruwa yang berarti dua dan Jurai yang berarti keturunan, apabila disambungkan “Ruwa Jurai” artinya masyarakat Lampung terdiri dari dua keturunan, yaitu masyarakat Lampung yang beradatkan Saibatin dan Pepadun.
Setelah Otonomi Daerah kedudukan museum ini menjadi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan, sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur no.03 tahun 2002 tanggal 9 Februari 2001. Sejak tanggal 1 Januari 2008 kedudukan museum berubah menjadi UPTD Dinas Pariwisata.
Koleksi
Koleksi museum negeri Lampung terdiri dari koleksi geologi, biologi, etnografi, arkeologi, historis, numismatik, filologi, keramik, senirupa, dan teknologi. Menurut data tahun 2011, Museum Lampung “Ruwa Jurai” menyimpan sekitar 4.735 buah benda koleksi. Museum ini memiliki beberapa program di antaranya Pameran Khusus, Pameran Keliling, Museum Keliling, Seminar dan Penelitian, Bimbingan Keliling, dan Penerbitan. Koleksi yang paling banyak adalah etnografika yang mencapai 2.079. Salah satu jenis koleksi yang berkaitan dengan Kebudayaan Lampung adalah koleksi etnografika.  Klasifikasi koleksi jenis ini meliputi semua benda yang cara pembuatan dan pemakaiannya memperlihatkan ciri khas etnis tertentu. 
Di antara koleksi-koleksi yang ditampilkan, antara lain pernak-pernik aksesori dari dua kelompok adat yang dominan di Lampung, yaitu Sei Bathin (Peminggir) dan Pepadun. Kedua kelompok adat ini masing-masing memiliki kekhasan dalam hal ritual adat dan aksesori yang dikenakan. 
Ritual-ritual adat dari Peminggir dan Pepadun masing-masing ditampilkan secara beralur dari ritual kelahiran, ritual asah gigi menjelang dewasa, ritual pernikahan, hingga ritual kematiannya. Di samping itu, berbagai benda peninggalan zaman prasejarah, zaman Hindu-Budha, zaman kedatangan Islam, masa penjajahan, dan pasca-kemerdekaan juga ditampilkan pada bagian tersendiri.
Sarana
Luas tanah dari Museum ini yaitu 18.865 m² sedangkan luas bangunan nya adalah 4.713 m². Museum ini dilengkapi dengan :

0 comments:

Post a Comment

ads

ads