Advertise Here

Promote your business.

Advertise with us

take your brand to new heights.

Advertising info

Let's do cool things together!.

Space available to advertise

Target your audience.

keep calm and advertise

Get your business noticed!.

Sunday, November 30, 2014

Gunung Ridingan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOpTT9nuwwYMXholdp4GGHBaqjPS-P4IfsbPylpCRjt1DZndpwcqWRFnxCFAfeRMtkteaahrL9ePG_dHqNK7aItIpSRsTVnerE12sH2bXuvdq5X4NF2x7QSnED3Vu3CbMgl6seKHCAUNJa/s1600/gunung+1.jpgGunung Ridingan adalah sebuah Gunung yang terletak di negara Indonesia, Provinsi Lampung yang memiliki ketinggian 1608 meter, atau setara dengan 5276 kaki.  Dataran tinggi berbentuk Gunung yang bernama Gunung Ridingan ini berada di wilayah Asia.  Apabila anda memiliki uang serta keberanian yang cukup anda bisa mengunjungi Gunung Ridingan di Indonesia, Provinsi Lampung, Asia untuk melakukan pendakian maupun sekedar menikmati pemandangan alamnya (selama diijinkan oleh pemerintah setempat).  Gunung Ridingan merupakan ciptaan Tuhan yang sempurna, kokoh dan indah yang harus kita syukuri dan kita pelihara.

Informasi Lebih Rinci (Detil) Gunung Ridingan :

Nama : Gunung Ridingan
Nama Internasional  : Mount Ridingan
Bentuk / Nama Lain : -
Ketinggian : 1608 meter / 5276 kaki
Negara : Indonesia, Provinsi Lampung
Wilayah / Benua : Asia
Keterangan Wilayah : Pulau Sumatera
Huruf Awal Nama : R
Tipe / Jenis : Gunung
Peringkat Ketinggian (Dunia) : Belum Tersedia
Koordinat Peta : Belum Tersedia
Penonjolan (meter) : Belum Tersedia
Informasi Tambahan : Kabupaten Tanggamus
Keterangan : -
Sumber Data :  Wikipedia, dan sumber internet lainnya

Poin Penting / Kesimpulan dari Gunung Ridingan :

Kesimpulan 1 :  Gunung Ridingan berada di negara Indonesia, Provinsi Lampung di daerah Asia
Kesimpulan 2 :  Tinggi / Ketinggian Gunung Ridingan adalah 1608 meter atau 5276 kaki
Kesimpulan 3 :  Gunung Ridingan adalah merupakan dataran tinggi berupa Gunung
Kesimpulan 4 :  Secara internasional Gunung Ridingan bernama Mount Ridingan

Gunung Ratai

pesawaran252520ratai252.jpgGunung Ratai adalah sebuah Gunung yang terletak di negara Indonesia, Provinsi Lampung yang memiliki ketinggian 1681 meter, atau setara dengan 5515 kaki.  Dataran tinggi berbentuk Gunung yang bernama Gunung Ratai ini berada di wilayah Asia.  Apabila anda memiliki uang serta keberanian yang cukup anda bisa mengunjungi Gunung Ratai di Indonesia, Provinsi Lampung, Asia untuk melakukan pendakian maupun sekedar menikmati pemandangan alamnya (selama diijinkan oleh pemerintah setempat).  Gunung Ratai merupakan ciptaan Tuhan yang sempurna, kokoh dan indah yang harus kita syukuri dan kita pelihara.

Informasi Lebih Rinci (Detil) Gunung Ratai :

Nama : Gunung Ratai
Nama Internasional  : Mount Ratai
Bentuk / Nama Lain : -
Ketinggian : 1681 meter / 5515 kaki
Negara : Indonesia, Provinsi Lampung
Wilayah / Benua : Asia
Keterangan Wilayah : Pulau Sumatera
Huruf Awal Nama : R
Tipe / Jenis : Gunung
Peringkat Ketinggian (Dunia) : Belum Tersedia
Koordinat Peta : Belum Tersedia
Penonjolan (meter) : Belum Tersedia
Informasi Tambahan : Kabupaten Lampung Selatan
Keterangan : -
Sumber Data :  Wikipedia, dan sumber internet lainnya

Poin Penting / Kesimpulan dari Gunung Ratai :

Kesimpulan 1 :  Gunung Ratai berada di negara Indonesia, Provinsi Lampung di daerah Asia
Kesimpulan 2 :  Tinggi / Ketinggian Gunung Ratai adalah 1681 meter atau 5515 kaki
Kesimpulan 3 :  Gunung Ratai adalah merupakan dataran tinggi berupa Gunung
Kesimpulan 4 :  Secara internasional Gunung Ratai bernama Mount Ratai

Gunung Rajabasa

Gunung Rajabasa Lampung Selatan Sumber Geothermal   Gunung Rajabasa berada di sisi selatan Kabupaten Lampung Selatan. Posisinya tepat berada di antara Kalianda yang merupakan Ibukota Kabupaten dengan Pelabuhan Bakauheni. Kedua titik ini dihubungkan oleh Jalan Raya Lintas Sumatera (Jalinsum) yang mengelilingi sisi utara dari gunung berketinggian 1.281 meter di atas permukaan laut ini. Sisi selatan gunung ini berhadapan langsung dengan laut lepas dan menyimpan sejumlah objek wisata alam nan eksotis.

Sebelum Jalinsum dibangun, akses dari Bakauheni ke Kalianda dan Bandar Lampung melewati jalur kecil di pesisir selatan Gunung Rajabasa. Pada masa itu, jalur ini selalu dipadati lalu lintas dari kota-kota di Sumatera ke Pulau Jawa. Pantai-pantai cantik dengan pemandangan indah seperti Pantai Kahai, Pantai Kunjir, Pantai Wartawan (Way Muli), Pantai Suak, dan Pantai Canti menjadi beberapa tujuan wisata yang selalu ramai dikunjungi.

Selain wisata pantai, pesisir selatan Rajabasa juga memiliki beberapa objek wisata alam seperti Air Terjun Ciperes, Air Terjun Sarmun, dan Sumber Air Panas Way Belerang. Di seberang lautan, terdapat daya tarik Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, dan tentunya Taman Nasional Gunung Krakatau.

Salah satu sisi positif dari rendahnya arus lalu lintas melewati pesisir selatan Rajabasa adalah objek-objek wisata pantainya relatif lebih terjaga. Nuansa alam yang masih asri membuat kita nyaman saat berada di kawasan ini.

Gunung Punggur

Gunung Punggur adalah sebuah Gunung yang terletak di negara Indonesia, Provinsi Lampung yang memiliki ketinggian 1877 meter, atau setara dengan 6158 kaki.  Dataran tinggi berbentuk Gunung yang bernama Gunung Punggur ini berada di wilayah Asia.  Apabila anda memiliki uang serta keberanian yang cukup anda bisa mengunjungi Gunung Punggur di Indonesia, Provinsi Lampung, Asia untuk melakukan pendakian maupun sekedar menikmati pemandangan alamnya (selama diijinkan oleh pemerintah setempat).  Gunung Punggur merupakan ciptaan Tuhan yang sempurna, kokoh dan indah yang harus kita syukuri dan kita pelihara.

Informasi Lebih Rinci (Detil) Gunung Punggur :

Nama : Gunung Punggur
Nama Internasional  : Mount Punggur
Bentuk / Nama Lain : -
Ketinggian : 1877 meter / 6158 kaki
Negara : Indonesia, Provinsi Lampung
Wilayah / Benua : Asia
Keterangan Wilayah : Pulau Sumatera
Huruf Awal Nama : P
Tipe / Jenis : Gunung
Peringkat Ketinggian (Dunia) : Belum Tersedia
Koordinat Peta : Belum Tersedia
Penonjolan (meter) : Belum Tersedia
Informasi Tambahan : Kabupaten Way Kanan
Keterangan : -
Sumber Data :  Wikipedia, dan sumber internet lainnya

Poin Penting / Kesimpulan dari Gunung Punggur :

Kesimpulan 1 :  Gunung Punggur berada di negara Indonesia, Provinsi Lampung di daerah Asia
Kesimpulan 2 :  Tinggi / Ketinggian Gunung Punggur adalah 1877 meter atau 6158 kaki
Kesimpulan 3 :  Gunung Punggur adalah merupakan dataran tinggi berupa Gunung
Kesimpulan 4 :  Secara internasional Gunung Punggur bernama Mount Punggur

Gunung Pugung

Gunung Pugung adalah sebuah Gunung yang terletak di negara Indonesia, Provinsi Lampung yang memiliki ketinggian 1964 meter, atau setara dengan 6444 kaki.  Dataran tinggi berbentuk Gunung yang bernama Gunung Pugung ini berada di wilayah Asia.  Apabila anda memiliki uang serta keberanian yang cukup anda bisa mengunjungi Gunung Pugung di Indonesia, Provinsi Lampung, Asia untuk melakukan pendakian maupun sekedar menikmati pemandangan alamnya (selama diijinkan oleh pemerintah setempat).  Gunung Pugung merupakan ciptaan Tuhan yang sempurna, kokoh dan indah yang harus kita syukuri dan kita pelihara.

Informasi Lebih Rinci (Detil) Gunung Pugung :

Nama : Gunung Pugung
Nama Internasional  : Mount Pugung
Bentuk / Nama Lain : -
Ketinggian : 1964 meter / 6444 kaki
Negara : Indonesia, Provinsi Lampung
Wilayah / Benua : Asia
Keterangan Wilayah : Pulau Sumatera
Huruf Awal Nama : P
Tipe / Jenis : Gunung
Peringkat Ketinggian (Dunia) : Belum Tersedia
Koordinat Peta : Belum Tersedia
Penonjolan (meter) : Belum Tersedia
Informasi Tambahan : Kabupaten Lampung Barat
Keterangan : -
Sumber Data :  Wikipedia, dan sumber internet lainnya

Poin Penting / Kesimpulan dari Gunung Pugung :

Kesimpulan 1 :  Gunung Pugung berada di negara Indonesia, Provinsi Lampung di daerah Asia
Kesimpulan 2 :  Tinggi / Ketinggian Gunung Pugung adalah 1964 meter atau 6444 kaki
Kesimpulan 3 :  Gunung Pugung adalah merupakan dataran tinggi berupa Gunung
Kesimpulan 4 :  Secara internasional Gunung Pugung bernama Mount Pugung

Gunung Pesawaran

http://lh4.ggpht.com/-PFqcgniu0-M/TpJA2ZgEr9I/AAAAAAAAPy8/ydXio8EjVd0/pesawaran%252520ratai%252520015.JPG?imgmax=640Gunung Pesawaran adalah sebuah Gunung yang terletak di negara Indonesia yang memiliki ketinggian 1682 meter, atau setara dengan 5518 kaki.  Dataran tinggi berbentuk Gunung yang bernama Gunung Pesawaran ini berada di wilayah Asia.  Apabila anda memiliki uang serta keberanian yang cukup anda bisa mengunjungi Gunung Pesawaran di Indonesia, Asia untuk melakukan pendakian maupun sekedar menikmati pemandangan alamnya (selama diijinkan oleh pemerintah setempat).  Gunung Pesawaran merupakan ciptaan Tuhan yang sempurna, kokoh dan indah yang harus kita syukuri dan kita pelihara.

Informasi Lebih Rinci (Detil) Gunung Pesawaran :

Nama : Gunung Pesawaran
Nama Internasional  : Mount Pesawaran
Bentuk / Nama Lain : -
Ketinggian : 1682 meter / 5518 kaki
Negara : Indonesia
Wilayah / Benua : Asia
Keterangan Wilayah : Pulau Sumatera
Huruf Awal Nama : P
Tipe / Jenis : Gunung
Peringkat Ketinggian (Dunia) : Belum Tersedia
Koordinat Peta : Belum Tersedia
Penonjolan (meter) : Belum Tersedia
Informasi Tambahan : -
Keterangan : -
Sumber Data :  Wikipedia, dan sumber internet lainnya

Poin Penting / Kesimpulan dari Gunung Pesawaran :

Kesimpulan 1 :  Gunung Pesawaran berada di negara Indonesia di daerah Asia
Kesimpulan 2 :  Tinggi / Ketinggian Gunung Pesawaran adalah 1682 meter atau 5518 kaki
Kesimpulan 3 :  Gunung Pesawaran adalah merupakan dataran tinggi berupa Gunung
Kesimpulan 4 :  Secara internasional Gunung Pesawaran bernama Mount Pesawaran

Gunung Pesagi

Puncak Gunung Pesagi sangat menakjubkan, ketinggian gunung ini mencapai 2.200 meter di atas permukaan laut. Keindahan dan keaslian alam di sekitar Gunung Pesagi masih terjaga, hal ini merupakan suatu daya tarik tersendiri. Dari puncak gunung ini, pengunjung dapat menikmati keindahan wilayah Lampung Barat, Danau Ranau, permukiman masyarakat OKU, laut lepas Krui, dan laut lepas Belimbing.B. Keistimewaan Puncak Pesagi memiliki jalur pendakian yang menantang.

Diarea yang dilewati terdapat berbagai tanaman yang menarik seperti jenis anggrek yang beraneka ragam dan aneka satwa liar mulai burung hingga binatang buas.Siapapun yang melintasi kawasan ini dilarang untuk mengambil dan memetik bunga-bunga, apalagi berburu binatang. Semua pengunjung harus menjaga lingkungan,tidak boleh membuang sampah sembarangan.
Konon, di puncak Pesagi terdapat tujuh sumur, yang satu di antaranya kadangkala mengeluarkan aroma seperti minyak wangi. Tidak semua orang bisa mendapatkan air dari sumur itu. Menurut warga, hanya pendaki yang “berniat bersih” yang bisa mendapatnya. Pendaki yang tidak ramah lingkungan atau tidak memiliki niat baik, tidak akan mendapat air dari sumur itu.
Puncak Pesagi terdapat di wilayah Pekon (desa) Hujung, Kecamatan Belalau, Kabupaten Lampung Barat.
Untuk menuju puncak Pesagi, ada dua rute yang bisa ditempuh, yaitu: alternatif pertama, pengunjung berjalan dari Pekon Bahway, berakhir di Pekon Hujung.
Lintasan ini membutuhkan waktu tempuh normal 12 jam pergi-pulang dengan jalan kaki. Alternatif kedua, pengunjung berjalan dimulai dan berakhir dari Pekon Hujung. Waktu tempuhnya sama dengan alternatif pertama, tidak berbeda dengan Bahway-Pekon Hujung, sama-sama 12 jam dalam kondisi cuaca normal. Kalau musim hujan, jarak tempuh lebih dari 12 jam dengan jalan kaki.
Gunung Pesagi yang terletak di kecamatan Balik Bukit, Liwa, Lampung Barat, adalah gunung tertinggi di Lampung. Ketinggiannya mencapai 2.262 meter.
Di kaki gunung inilah, dipercaya letak Kerajaan Sekala Brak, yang merupakan cikal-bakal keturunan suku Lampung.

Gunung Betung

Gunung Betung (1.240 m dpl) adalah salah satu gunung yang yang paling dekat dengan Pusat Kota Bandar Lampung. Gunung Betung Betung sendiri termasuk kawasan yang status konservasinya dilindungi oleh negara dan masuk kedalam hutan register 19 Taman Hutan Raya Wan Abdul Rahman (TAHURA WAR). 

Kawasan Gunung Betung Mencakup beberapa wilayah yang secara administratif masuk kedalam Kotamadya Bandar Lampung dan Beberapa Kecamatan di Kabupaten Pesawaran seperti, Kecamatan Padang Cermin, Way Lima, Kedongdong dan Gedong Tataan.

Puncak Gunung Betung tampak berkabut. Foto: 2014/ Adi Irawan

Gunung betung adalah salah satu kawasan penting bagi seluruh komponen kehidupan, termasuk tumbuhan dan hewan yang bergantung dari kelestarian Gunung Betung. Sebagai kawasan konservasi, gunung betung menjadi tempat pelestarian flora dan fauna, seperti pelestarian rusa, kupu-kupu, dan beberapa tanaman khas Lampung. Digunung Betung juga masih dapat kita jumpai beberapa fauna seperti Siamang (Symphalangus syndactylus), Macan Akar (Felis bengalensis), Babi Butan (Sus scrofa), Simpai (Presbytis melalophos), Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis), Biawak (Varanus sp.), Beruang Madu (Helarctos malayanus) dan lain-lain, serta beberapa flora seperti Suweg (Amorphophallus paeoniifolius),  Medang (Litsea firmahoa), Rasamala (Antingia excelsa), Merawan (Hapea mengawan), dan berbagai jenis anggrek serta paku-pakuan dan rotan.


Flora Gunung Betung, Suweg (Amorphophallus paeoniifolius
Foto: Mariadi/ 2014
Fungsi penting lain dari Gunung Betung adalah sebagai daerah utama resapan air dan penyeimbang lingkungan. Tersedianya air bagi kota Bandar Lampung dan Pesawaran, mencegah banjir dan erosi merupakan fungsi ekologis Gunung Betung yang harus disadari masyarakat Kota Bandar Lampung dan Pesawaran. Selain itu Gunung Betung  memberi berkah bagi banyak masyarakat yang bertumpu pada hasil pertanian. Jika kita berkunjung ke daerah disekitar Gunung Betung, kita akan melihat banyak manyarakat yang menanam kakao, lada, kopi, sayur-sayuran, serta tanaman lainnya. Namun sebenarnya sangat disayangkan karena pemanfaatan lahan sudah sampai ke Taman Hutan Raya. Kalau kita lihat hutan yang masih alami hanya tinggal sedikit sekali, banyak yang telah berubah menjadi lahan produksi.

Bagi sebagian besar pecinta alam ataupun yang suka berkemah, Gunung Betung menjadi salah satu tempat favorit yang paling sering dikunjungi karena jaraknya yang sangat dekat dengan Kota Bandar Lampung. Gunung Betung menyajikan keindahan alam yang sangat menawan, indahnya pemandangan Kota Bandar Lampung dari Gunung Betung menjadi lukisan alam yang tidak akan terlupakan. Selain itu Gunung Betung menyimpan potensi yang sangat sangat banyak sekali seperti air terjun dan tebing-tebing yang menawan.

Gunung Patah

2877m-gunung-patah.jpgGunung Patah adalah sebuah Gunung yang terletak di negara Indonesia, Provinsi Bengkulu yang memiliki ketinggian 2187 meter, atau setara dengan 7175 kaki.  Dataran tinggi berbentuk Gunung yang bernama Gunung Patah ini berada di wilayah Asia.  Apabila anda memiliki uang serta keberanian yang cukup anda bisa mengunjungi Gunung Patah di Indonesia, Provinsi Bengkulu, Asia untuk melakukan pendakian maupun sekedar menikmati pemandangan alamnya (selama diijinkan oleh pemerintah setempat).  Gunung Patah merupakan ciptaan Tuhan yang sempurna, kokoh dan indah yang harus kita syukuri dan kita pelihara.

Informasi Lebih Rinci (Detil) Gunung Patah :

Nama : Gunung Patah
Nama Internasional  : Mount Patah
Bentuk / Nama Lain : -
Ketinggian : 2187 meter / 7175 kaki
Negara : Indonesia, Provinsi Bengkulu
Wilayah / Benua : Asia
Keterangan Wilayah : Pulau Sumatera
Huruf Awal Nama : P
Tipe / Jenis : Gunung
Peringkat Ketinggian (Dunia) : Belum Tersedia
Koordinat Peta : Belum Tersedia
Penonjolan (meter) : Belum Tersedia
Informasi Tambahan : Kabupaten Kaur
Keterangan : -
Sumber Data :  Wikipedia, dan sumber internet lainnya

Poin Penting / Kesimpulan dari Gunung Patah :

Kesimpulan 1 :  Gunung Patah berada di negara Indonesia, Provinsi Bengkulu di daerah Asia
Kesimpulan 2 :  Tinggi / Ketinggian Gunung Patah adalah 2187 meter atau 7175 kaki
Kesimpulan 3 :  Gunung Patah adalah merupakan dataran tinggi berupa Gunung
Kesimpulan 4 :  Secara internasional Gunung Patah bernama Mount Patah

Gunung Dempo

Gunung DempoGunung Dempo adalah gunung tertinggi di Sumatra Selatan, yakni setinggi 3.195 meter di atas permukaan laut (dpl). Gunung Dempo tergolong sebagai gunung berapi aktif dan masih sering mengeluarkan asap dengan menyemburkan sedikit lumpur ke dataran rendah di bawahnya. Gunung ini masuk dalam jajaran Pegunungan Bukit Barisan yang memiliki dua puncak, yaitu Gunung Dempo dan Gunung Marapi.

Keistimewaan

Kawasan Gunung Dempo merupakan satu-satunya lokasi wisata gunung di Sumatra Selatan. Di kawasan hutan menuju puncak Gunung Dempo terdapat sungai kecil dengan airnya yang jernih. Para pendaki dapat memanfaatkan air sungai ini sebagai air minum selama perjalanan. Untuk mendaki, pengunjung harus melalui kawasan hutan dengan menelusuri jalan setapak yang dipenuhi dengan akar-akar pepohonan besar yang melintang. Keadaan hutan ini lebat dan sunyi, sehingga sesekali dapat didengar suara kicauan burung-burung.
Dari ketinggian tertentu, pengunjung dapat menyaksikan hamparan kebun teh yang hijau. Kebun teh seluas 1.500 hektar tersebut merupakan milik PT Perkebunan Nusantara PTPN VII. Jika pengunjung melihat lebih jauh akan tampak Kota Pagar Alam. Panorama ini akan lebih indah lagi jika dilihat pada malam hari, karena akan terlihat gemerlapan lampu yang menghiasi Kota Pagar Alam.

Lokasi

Gunung Dempo terletak di Kota Pagar Alam, Sumatra Selatan. 

Akses

Gunung Dempo terletak sekitar 310 km sebelah barat Kota Palembang. Untuk mencapai gunung ini, pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi atau bus menuju ke Kota Pagar Alam dengan waktu tempuh sekitar 7 jam. Dari Terminal Pagar Alam, pengunjung dapat menuju ke kaki Gunung Dempo yang jaraknya sekitar 15 km dengan menggunakan kendaraan pribadi ataupun carteran menuju ke Pabrik Teh PTPN III. Di dekat pabrik teh ini, ada baiknya pengunjung menemui sesepuh Gunung Dempo, yaitu orang yang dituakan oleh para pencinta alam yang akan mendaki Gunung Dempo. Beliau akan mengantar pengunjung ke desa terdekat dari kaki Gunung Dempo, yaitu Kampung Empat dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Dari tempat ini, pengunjung dapat meneruskan perjalanan melalui jalan setapak menuju ke Puncak Gunung Dempo.

Gunung masurai

Gunung masurai merupakan salah satu gunung yang menyimpan berbagai keindahan yang sangat menarik hanya saja gunung ini belum begitu banyak di kenali baik oleh para pendaki maupun oleh masyarakat luas, gunung masurai juga merupakan slah satu cagar alam yang memiliki fungsi penting dalam menjaga ekosistim, yang mana gunung ini terletak di dalam kawasan hutan taman nasional kerinci seblat ( TNKS ) yang bertepatan di kabupaten merangin provinsi jambi dengan ketinggian 2.982 mdpl yang mana di atas gunung masurai terdapat 2 danau besar yaitu danau mabuk dan danau kumbang.
            Gunung merupakan gunung yang memiliki hutan hujan tropisn yang mana hutan yang terdapat di gunung ini sangat lebat dan kerapatan hutan membuat gunung ini memiliki kelembaban yang tinggi, dan gunung masurai memiliki bebarapa mitos yang selama ini juga menjadi kepercayaan dari masyarakat gunung kerinci hal ini juga terdapat di gunung masurai yang mana di sebutkan tentang keberadaan orang pendek kaki terbalik, serta gunung ini memiliki berbagai keanekaragaman hayati yang memiliki fungsi penting terhadap kelestarian hutan serta kelansungan hidup manusia
            Untuk mencapai ke gunung masurai ini tidaklah sulit yang mana gunung ini terletak di desa sungai lalang kecamatan lembah masurai jangkat kabupaten merangin provinsi jambi jaraknya tidaklah terlalu jauh dari ibukota kabupaten merangin yang mana bisa menempuh kurang lebih sekitar 130km dari ibu kota kabupaten merangin dengan waktu tempuh sekitar 5-6 jam dari ibukota kabupaten merangin ( bangko ) dengan menggunakan mobil bus angkutan desa ataupun kendaraan sendiri, sepanjang perjalanan ke desa sungai lalang akan di suguhkan dengan pemandangan pemandangan yang sangat indah serta membuat mata enggan untuk berpaling dari hutan serta perbukitan yang ada di sepanjang perjalanan, sesampainya di desa sungai lalang sudah tersedia posko peristirahatan untuk para pendaki maupun masyarakat ataupun para wisatawan dan studytour yang ingin ke gunung masurai ini dan disana juga memiliki karakter masyarakat yang ramah dan memliki jiwa kegotong royongan yang tinggi hingga membuat suasana pedesaan sungai lalang ini menjadi terasa nyaman untuk berlibur, dari posko peristirahatn ini pandangan mata akan di sajikan pemandangan puncak gunung masurai, gunung Nilo, srta gunung sumbing Yang kerap di sebut dengan pegunungan tiga serangkai, bergerak dari posko sekitar tiga jam melewati perkebunan penduduk maka sampailah di pintu rimba gunung masurai sepanjang perjalanan ke pintu rimba kita akan di suguhkan pemandangan gunung nilo serta perkebunan penduduk yang berbagai jenis tanaman berupa kopi, cabe, kentang, koll, dll

Gunung Kerinci

Gunung Kerinci merupakan, gunung berapi yang tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3800 mdpl dan masih dalam keadaan aktif. Berada pada lintang 10°45,50′ LS dan 1010°160′ BT. Terletak di dua kabupaten yaitu Kerinci dan Sulak Deras. Dikaki gunung ini juga anda bisa temukan perkebunan teh yang terdapat di Desa Kersik Tuo.



Di Desa Kersik Tuo ini banyak terdapat penginapan-penginapan yang diusahakan oleh penduduk setempat. Penduduk di desa Kersik Tuo ini mayoritas adalah suku Jawa yang sudah lama sekali tinggal disana, sejak jaman kolonial Belanda.Gunung kerinci berada dibawah perlindungan Taman Nasioanal Kerinci Seblat. Pada areal hutan gunung ini, kita masih bisa menjumpai harimau sumatera. Satu hal yang mesti di ingat, jika anda mendaki gunung ini, jangan bermalam atau mendirikan tenda di daerah selter I atau di daerah ketinggiannya dibawah 1500 mdpl.

Karena daerah ini merupakan habitatnya harimau sumatera dan tempat mereka berburu. Dan usahakan untuk tidak membawa makanan yang berbau anyir atau daging mentah.Pemandangan dari puncak Kerinci sangat memukau, kita bisa melihat danau kerinci dan danau si tujuh yang berada di atas puncak bukit si tujuh, serta di bagian selatan terlihat Lubuk Gadang dan Muara Labuh.Sementara di arah barat terlihat Samudera Hindia. Sangat indah. Gunung Kerinci bisa dicapai lewat kota Jambi atau kota Padang atau juga dari Muara Bungo. Muara Bungo terletak di jalan Lintas Sumatera antara Provinsi Jambi dan Sumatera Barat.

Gunung Ranai

gunung ranai kepriGunung Ranai yang dikelilingi oleh pantai Tanjung Ranai ini memang namanya mungkin tidak begitu dikenal banyak orang. Padahal gunung ini sungguh menyajikan pemandangan alam yang begitu eksotik yang tidak kalah dari tempat lainnya yang lebih populer. Gunung yang berjarak sekitar 562 kiometer dari Kota Tanjung Pinang tersebut terletak di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Gunung Ranai ini sebenarnya merupakan sebuah gunung dataran rendah yang ketinggiannya antara 300 – 1035 meter dpl.
Keindahan gunung ini sangat menggoda untuk ditakluki dan ditelusuri lebih dalam lagi. Jenis floranya sangat beragam di Gunung Ranai ini begitu memancarkan gradasi pemandangan alam yang sangat seksi. Gunung Ranai ini ditumbuhi dengan ragam tumbuhan dataran rendah sampai ragam tumbuhan dataran tinggi. Seperti dari ketinggian 800 meter dpl kita dapat menemukan hutan dengan jenis pohon meranti, keruing, rasamala, dan turi. Sedangkan antara ketinggian 800 – 968 meter dpl kita akan menjumpai lahan yang dipenuhi dengan semak belukar dan pohon-pohon yang berukuran pendek.
Untuk sampai ke puncak Gunung Ranai ini terlebih dahulu kita harus melewati tiga puncak tebing batu dengan ketinggian yang berbeda. Puncak pertama yang harus dilalui adalah puncak dengan ketinggian 968 meter dpl yang bernama Puncak Serendit dengan gugusan tebing yang berketinggian sekitar 100 meter. Puncak kedua yang harus dilewati adalah Erik Samali yang berada di ketinggian 999 meter dpl. Dan puncak terakhir yang harus dilewati dan merupakan puncak tertinggi di gunung ini adalah puncak datuk Panglima Husein dengan tinggi 1.035 meter dpl.
Dengan jalur memantang yang memicu adrenalin sehingga bagi yang suka akan petualangan dan tantangan bukan merupakan sebuah hambatan untuk bisa sampai di Puncak Gunung Ranai. Pemandangan alam dan sensasi yang akan di dapat nanti setelah sampai di puncak akan membuat pengorbanan yang telah dilakukan takkan menjadi sia-sia. Namun kita juga harus tetap berhati-hati dan waspada saat memutuskan untuk melakukan pendakian ke Gunung Ranai ini karena cuaca di Gunung Ranai ini selalu berubah-ubah. Saat memutuskan untuk mendirikan tenda dan menginap di Gunungpun perlu memperhatikan banyak faktor agar perjalanan kita selamat selama proses pendakian.
Untuk sampai di tempat wisata alam ini dapat ditempuh melalui jalur laut maupun melaui jalur udara. Dengan pilihan jalur laut dapat menggunakan kapal dengan rute Tanjungpinang – Natuna. Sedangkan melalui jalur udara dengan menggunakan pesawat terbang dengan rute Pekanbaru – Tanjungpinang – Ranai atau rute Pekanbaru – batam – Ranai yang setelah itu dapat dilanjutkan dengan menggunakan angkutan darat untuk sampai di tujuan. Bagi Anda yang tertarik selamat menikmati sensasi petualangan yang pasti akan sangat berbeda dan sungguh mengesankan

Gunung Daik

Gunung Daik terletak di Pulau Lingga, Kabupaten Lingga, propinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Gunung yang berketinggian 1.i65 mdpl ini memiliki ciri khas yaitu mempunyai 3 cabang dan merupakan gunung tertinggi di Kepulauan Riau. Gunung mati ini nampak kehijauan karena pepohonan apabila dilihat dari kejauhan.


www.belantaraindonesia.org

Karena keunikan yang dipunyai oleh gunung ini telah banyak mengundang minat para pendaki gunung untuk mencoba tantangan untuk mendaki puncak gunung Daik ini, baik yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri.

Walaupun demikian belum ada yang mampu untuk mencapai puncak gunung ini karena kondisi puncak yang terjal dan bebatuan yang rapuh, selain itu masih banyak misteri yang tersimpan di gunung Daik ini. Sudah diketahui umum bahwa di gunung tersebut banyak dihuni oleh orang bunian.

Konon dahulu kala orang bunian yang tinggal di gunung Daik sering berbaur dengan masyarakat kampung sekitar, terutama pada saat ada pesta perkawinan. Bahkan kalau berhajat dalam pesta perkawinan tersebut.

Gunung Daik memiliki tiga puncak :
1. Gunung Daik.
2. Gunung Pejantan.
3. Gunung Cindai Menangis.

www.belantaraindonesia.org

Banyak masyarakat yang meminjam berbagai peralatan mulai dari perhiasan emas dan perak sampai peralatan masak dan pelaminan, tentu saja melalui ritual tertentu. Namun karena ada sebagian masyarakat yang tidak mengembalikan sebagian barang yang dipinjam tersebut telah membuat murka orang bunian dan sejak itu hubungan baik antara orang bunian dengan masyarakat mulai renggang. Wallahu'alam.

Terlepas dari itu semua, gunung Daik mempunyai daya tarik tersendiri yang mempunyai 3 cabang, vegetasi yang tumbuh menghijau, berbagai jenis burung dan satwa lain yang menghuninya, serta keindahan air terjun yang dipunyai sungguh suatu tantangan baru untuk dicoba.

Gunung Daik di Kabupaten Lingga telah dikenal sebagai salah satu wisata alam yang ada di Indonesia. Selain telah dijadikan cerita pada pantun klasik dan menjadi inspirasi asal usul kota Lingga.

www.belantaraindonesia.org

Gunung Daik bercabang tiga
Patah satu tinggal dua
Orang Daik mengada - ada
Macam orang nak dengan dia

Pantun diatas adalah pantun senda gurau yang sering dimadahkan oleh para remaja zaman dahulu untuk mengungkapkan perasaan penolakan mereka terhadap lawan jenis yang sedang jatuh cinta. Gunung Daik memang menjadi sumber dalam pembuatan pantun.

Rute pendakian diawali dari gerbang pendakian Gunung Daik di Desa Sepincan, selanjutnya menuju ke Gazebo pertama dengan jarak 4 KM dan membutuhkan waktu tempuh 1 jam perjalanan. Perjalanan dilanjutkan menuju Gazebo 2 dengan waktu tempuh 2 jam perjalanan. Setelah mencapai Gazebo 2, target selanjutnya adalah Pangkal Cabang Puncak Gunung Daik, dengan treknya yang mendaki, jalur ini dapat di tempuh dalam waktu 2 jam perjalanan

Gunung Seblat

Hari-6: Taman Nasional Kerinci Seblat, Perjalanan Ke Bengkulu Menyusuri HutanGunung Seblat 2.383 meter (7,818 kaki) adalah gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Lebong, Provinsi Jambi dengan Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan. Dari Kota Muaraaman (ibukota Kabupaten Lebong) gunung ini berada di sebelah utara - barat laut dengan jarak sekitar 20 km.

Gunung Kaba

KETERANGAN UMUM



Nama Lain : Kaaba
Nama Kawah : Terdapat 8 kawah di puncak, masing-masing a.l : (Gbr.1) Kaba Lama, Kaba Baru, Sumur letusan 1940 Kawah Baru, Vogelsang I, lubang letusan 1951 (Vogelsang II).
Lokasi

a.Geografi : 3°31’0″ Lintang Selatan, dan 102°37’0″ Bujur Timur
b.Administrasi : Berada di wilayah Kecamatan Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Propinsi Bengkulu
Ketinggian : 1952 m di atas permukaan laut
Kota Terdekat : Bengkulu
Tipe Gunungapi : Strato
Pos Pengamatan : Pos Pengamatan G. Kaba, Desa Sumber Urip, Kec. Sambirejo, Kab. Rejanglebong, Bengkulu. Geografis 3o 28′ 41,70″ LS dan 102o 38′ 41,90″ BT. Ketinggian 1182 m dpl

Gambar 1 Peta Topografi Kawah Gunung Kaba
Peta Topografi Puncak dan Kawah G. Kaba
Peta Topografi Puncak dan Kawah G. Kaba

Bukit Kaba (1937 mdpl)  merupakan gunung api kembar dengan Gunung Hitam, gunung biring gunung kelam yang telah padam. Pada Puncaknya terdapat tiga buah Kawah yang cukup indah untuk dinikmati. (terletak di Kecamatan Selupu Rejang berjarak sekitar 104 Km dari Ibukota Propinsi Bengkulu, atau sekitar 19 Km dari ibukota kabupaten Rejang Lebong. Persimpangan menuju Bukit Kaba (Ds. Sumber Urip) merupakan jalur lintas sumatera yang menghubungkan provinsi Bengkulu dengan Provinsi Sumatera Selatan dengan kota terdekat adalah Lubuk Linggau (Sumsel) dan Kota Curup (Bengkulu).    
Wilayah Bukit Kaba merupakan daerah yang subur penghasil buah dan sayur. Dari kejauhan, hamparan hijau dan warna-warni buah-buahan sangat memanjakan mata para wisatawan.

Two climbers on Gunung Kaba (unknown photographer, 1936) Courtesy TropenMuseum Archives. Two climbers on Gunung Kaba (unknown photographer, 1936) Courtesy
Potensi Bukit Kaba 
  • Nama Kawasan
  • Taman Wisata Bukit Kaba
  • Letak geografis
  • 102035’ 1020 45 BT dan 3030’ 30 37’ LU.
  • Administrasi
  • Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang,
  • Kecamatan Selupu Rejang Dan Kecamatan Sindang Kelingi Kabupaten Rejang Lebong.
  • Status wilayah
  • Berdasarkan SK.MenHut No.166/KPTS-II/1998 ditetapkan sebagai kawasan konservasi alam yang diperuntukkan penggunaannya sebagai taman wisata alam dengan luas 15.070 Ha.
  • Inventarisasi Sumberdaya Gunungapi
  • Adanya endapan belerang di dasar kawah utama G. Kaba membuat sebagian kecil masyarakat di sekitar gunungapi ini memanfaatkannya dengan cara menggali secara tradisional. Namun saat ini penggalian tersebut sudah tidak dilakukan lagi, mengingat volume cadangannya yang tidak memadai untuk di tambang dalam skala kecil sekalipun.

Puncak G.Kaba dari Kawah Mati foto Elang Hitam S2.9800291
Puncak G.Kaba dari Kawah Mati
foto Elang Hitam S2.9800291
  • Potensi kawasan
Didalam kawasan seluas 15.070 Ha (sekarang 13.490 Ha) TWA Bukit Kaba terdiri dari 5 Bukit/ Gunung yang berada didalamnya yaitu :
  • Bukit Kaba (1935) Merupakan sebuah gunung api yang memiliki 1 buah sumur kawah besar padam dan 12 kepundan aktif serta sumber Air Panas. Bukit Kaba merupakan satu-satunya Gunung berapi di Provinsi Bengkulu dengan vegetasi penyusun hutan-hutan tropis pegunungan.
  • Bukit Melintang (1733 mdpl) yang terletak disisi selatan Bukit Kaba merupakan gunung yang bervegetasi hutan tropis yang didalamnya terdapat potensi sumber mata air alami dan Air Terjun setinggi 50 meter serta Sumber Air Panas.
  • Bukit Hitam (1886 mdpl) dan bukit biring (1978 mdpl)merupakan Gunung dengan vegetasi hutan tropis primer dan didalam kedua bukit ini memilki keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa liar yang alami.
  • Bukit Solajuang (1550 mdpl) dengan vegetasi padang savana dengan tanaman yang memilki ciri khas berupa kayu panjang umur.
Di dalam TWA Bukit Kaba memilki kekayaan hayati (Biodiversity) berupa Bunga Bangkai (Amorphophalus titanum), Anggrek Tebu, Kantong Semar ( Nephentes sp) Edellweis, dan Satwa liar seperti Harimau Sumatra, Macan Akar, Beruang Madu, Rusa Sambar, Siamang (Hylobates syndactylus), owa (Hylobates agilis), Simpai, dan jenis-jenis Burung seperti Lophura inornata (Salvadori’s Pheasant) , c (Graceful Pitta). Kedua jenis burung ini yang menjadi gunung kaba sebagai kawasan IBA (important bird area), sedangkan jenis-jenis burung lainnya yang mendiami kawasan gunung kaba adalah
  • Kuau-kerdil Sumatera Polyplectron chalcurum
  • Walik kepala-ungu Ptilinopus porphyreus
  • Luntur jawa Harpactes reinwardtii
  • Takur api Psilopogon pyrolophus
  • Paok topi-hitam Pitta venusta
  • Cucak gunung Pycnonotus bimaculatus
  • Brinji gunung Hypsipetes virescens
  • Cica-daun sumatera Chloropsis venusta
  • Meninting kecil Enicurus velatus
  • Ciung-batu sumatera Myophonus melanurus
  • Berencet dada-karat Turdinus rufipectus
  • Berencet pualam Turdinus marmorata
  • Niltava sumatera Niltava sumatrana
  • Kacamata topi-hitam Zosterops atricapilla
  • Srigunting sumatera Dicrurus sumatranus

 Lophura inornata
Lophura inornata
VUGraceful Pitta Pitta venusta
Graceful Pitta Pitta venusta
Kratermeer of the Kaba on Sumatra 13/10/1934
Kratermeer of the Kaba on Sumatra 13/10/1934

Mrs. Willy Hirsch (right) during a climb of the Kaba on Sumatra
Jalur menuju lokasi Bukit Kaba

  1. Jalur Utara
Dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan roda empat dari kota Curup melalui simpang Bukit Kaba (Desa Karang Jaya), yang terletak dijalan raya Lubuk Linggau-Curup, menuju puncak dari Desa Sumber Urip (5 km dari arah puncak)
  1. Jalur selatan
Merupakan hasil Eksplorasi KAMPALA FP UNIB tahun 1997 dapat dicapai melalui kawasan kebun teh Kabawetan Desa Air Sempiang Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang kurang lebih 15 km dari pasar Kepahiang. Adapun rute yang harus di lewati untuk menuju bukit kaba lewat jalur selatan antara lain Desa Tugu Rejo, Bukit Hitam, Bukit Melintang, Bukit Biring, Bukit Kaba. Dimana dalam perjalanan menuju puncak Bukit Kaba ini terdapat banyak panorama alam dan perkebunan sayuran milik warga yang membentang luas di kaki Bukit Kaba. Pencapaian dari Desa ini hanya bisa dilakukan dengan berjalan kaki.

SEJARAH LETUSAN

1883 Pada tanggal 24 dan 25 November terjadi gempabumi kuat yang disebabkan oleh letusan Gunungapi Kaba. Salah satu danau kawahnya lenyap dan menghasilkan banjir. Kampung Talang tergenang air sedalam 21 kaki, 36 orang meninggal dunia. Jumlah korban di distrik Klingi dan Bliti berjumlah 90 orang (Sapper, 1927, p.326)
1834 November terjadi letusan yang merusak lahan di sekitar gunungapi
1845 Di bulan April, terjadi banjir lagi yang melenyapkan 150 orang meninggal dunia. Tetapi Neumann van Padang (1951) meragukan- nya sebagai suatu letusan, dan ia tidak mencantumkan ke dalam catannya sebagai satu letusan.
1853 Terjadi letusan seperti di tahun 1883, tetapi tidak dilaporkan adanya korban jiwa (Sapper, 1927, p.326).
1868. dan 1869 Mungkin terjadi letusan abu. Sejak Oktober terlihat tiang letusan,puncak tertutup abu, banyak pepohonan hangus.
1873 Terjadi peningkatan kegiatan di kawah Vogelsang
1876 Di bulan April, di Sindang terjadi hujan abu yang berasal dari gunungapi Biring. Bukit Kaba. Kawah Vogelsang giat bekerja, 2 sampai 10 menit sekali terjadi letusan, abu, pasir, dan batu dilontarkan.
1873 dan 1892 Selama 19 tahun gunungapi giat terus menerus dan berhentimendadak di akhir 1892
1886 Tanggal 4 � 8 Juni jatuh hujan abu tipis di Warung Jelatang dan Pelalo.Tanggal 12 Juni terlihat bara api dan tiang asap berapi, serta aliran lava.
1887 Tanggal 3 dan 4 Februari tampak asap tebal disertai ledakan dan getaran serta hujan abu tipis. Tanggal 24 dan 24 Maret hujan abu lebih lebat hingga 28 Maret malam hari.
1888 Tanggal 27 Januari, suara gemuruh terus menerus terdengar dari bawah tanah, diiringi oleh asap yang mengepul antara Februari dan April.
1890 Tanggal 13 Mei, gunungapi sangat giat, suara gemuruh terus menerusterdengar, dan terjadi letusan di Kawah Vogelsang.
1892 Terjadi peningkatan kegiatan
1907 Terjadi letusan terus menerus yang begitu kuat di Kawah Baru(Schuittenvoerder, 1914, p.165).
1917 Tanggal 30 Januari suara gemuruh terdengar dari bawah tanah.
1918 Tanggal 8 Agustus terjadi awan panas.
1938 Tanggal 10 November terjadi peningkatan kegiatan.
1940 dan 1941 Peningkatan kegiatan, suara gemuruh, hujan abu disertai lontaranbahan-bahan lepas.
1951 Terbentuk sebuah kawah yang menghancurkan pematang Kawah Vogelsang bagian selatan. Bom vulkanik dan lapili dilontarkan sejauh 800 meter dari kawah.
1952 Tanggal 26 Maret pukul 10:00 terlihat tiang abu letusan dan terdengar suara gemuruh. Tanggal 2 April terjadi hujan abu di sekitar Gunungapi Kaba. Abu yang terbawa angin tersebar sampai sejauh 5 kilometer ke arah selatan. Letusan abu terjadi lagi pada tanggal 26 sampai 28 April.
2000 Sejak awal Juni terjadi peningkatan kegiatan kegempan di Gunungapi Kaba, yang dipicu oleh gempa tektonik Bengkulu berkekuatan 7.8 skala Richter pada tanggal 4 Juni disertai gempa-gempa susulannya yang dapat dirasakan di kawasan Gunungapi Kaba Kemunculan gempa-gempa vulkanik sebelum awal Juni rata-rata 1 kali kejadian setiap harinya, namun setelah awal Juni gempa-gempa vulkanik meningkat menjadi rata-rata 15 kali kejadian setiap hari. Gangguan dari gempa tektonik Bengkulu mengganggu sistem kantung fluida di dalam tubuh Gunungapi Kaba, sekaligus mengganggu sistem rekahan yang ada, serta memicu kemunculan gempa-gempa vulkanik dangkal berhiposenter 1-3 kilometer. Mekanisme sumber gempa-gempa vulkaniknya mempunyai solusi sesar turun. Energi gempa vulkanik yang dilepaskan berangsur-angsur menurun setelah September. Krisis kegempaan kali ini tidak diikuti oleh perubahan permukaan yang berarti di kawah-kawah Gunungapi Kaba.


Karaker Letusan
GKarakter letusan G. Kaba adalah letusan magmatik yang bersifat eksplosif, menghasilkan hujan abu serta disertai awan panas dan leleran lava. Lama waktu letusan cukup panjang, bahkan pernah terus menerus selama setahun. Pusat erupsi sering berpindah. Letusan freatik dan freato magmatik sering terjadi, terlebih dengan keadaan kawah yang mudah menampung air hujan membentuk danau kawah

GEOLOGI 
Morfologi G. Kaba berbentuk punggungan memanjang dengan relief tidak beraturan. Arah punggungan relatif membentuk kelurusan baratdaya – timurlaut. Arah kelurusan ini merupakan jejak perpindahan titik-titik erupsi. Sedikitnya terdapat 8 (delapan) titik erupsi yang dapat ditelusuri dari bentuk kawah, sisa-sisa dinding kawah/kaldera dan kerucut vulkanik. Jarak antar titik erupsi berdekatan, sehingga secara visual seluruh kenampakan morfologi ini dapat diamati dengan baik dari titik tertinggi di Bukit Kaba (1952 m.dpl).
G. Kaba merupakan gunungapi dengan struktur kaldera. Produk erupsi G. Kaba terdiri dari perselingan aliran lava dan piroklastika (jatuhan dan aliran), yang merupakan produk dari 3 (tiga) periode, yaitu: periode pra-kaldera, periode pembentukan kaldera, dan periode pembentukan kerucut puncak. Produk pra-kaldera berasal dari vulkanik tua G. Malintang dan G. Kaba Tua. Kerucut-kerucut puncak terdiri dari Bukit Itam, Bukit Ranting, Padang Masyhar, dan Bukit Kaba Besar.
Endapan vulkanik tertua merupakan produk pra-kaldera dari G. Malintang, sedangkan endapan termuda adalah produk G. Kaba Besar yang terdiri dari aliran lava dan jatuhan piroklastik (gambar II.2).
Struktur yang berkembang di G. Kaba dan sekitarnya terdiri dari sesar geser dan struktur kaldera. Sesar geser merupakan bagian dari Zona Sesar Sumatera, terdapat di baratdaya G. Kaba, secara lokal dinamakan sebagai sesar Musi – Keruh karena memotong Sungai Musi. Sesar ini berjenis sesar mendatar menganan (dextral horizontal slip fault). Struktur kaldera disebabkan oleh amblesan (collapse), yang kemudian di dalamnya tumbuh pusat-pusat erupsi.
Peta Geologi G. Kaba
Peta Geologi G. Kaba
GEOFISIKA
Jenis gempa yang terekam secara analog adalah gempa-gempa vulkanik. Ciri-ciri gempa ini adalah beda waktu tiba antara fase gelombang S dan P sekitar 0.5-1.2 detik. Magnituda gempa jenis ini lebih kecil daripada 2 skala Richter.

4
Rekaman digital gempa vulkanik G. Kaba dari beberapa stasiun
MITIGASI BENCANA GUNUNGAPI
UPemantauan kegiatan gunungapi dilakukan dari Pos Pengamatan Gunungapi Kaba yang terletak di Desa Sumber Urip. Pengamatan kegempaan dan visual dilakukan terus menerus dari pos pengamatan, sedangkan pemeriksaan kondisi fisik kawah-kawah, pengukuran suhu solfatara/fumarola/mata air panas dilakukan secara temporal.
Visual
Pengamatan visual dilakukan dari pos pengamatan dan sesekali dilakukan di sekitar puncak G. Kaba
Seismik
Pengamatan kegempaan dilakukan dengan menggunakan sensor seismometer L4C (1 komponen, vertical) yang mempunyai frekuensi natural 1 Hz yang ditanam ditubuh G. Kaba, dengan drum perekam dipasang di pos pengamatan. Pengiriman dilakukan dengan menggunakan sistem radio telemetri. Seismometer tersebut ditempatkan dekat puncak G. Kaba (03o 30′ 32′,70″ LS dan102o 37′ 37,40″ BT ketinggian 1893 m dpl

KAWASAN RAWAN BENCANA GUNUNGAPI
Tingkat kerawanan bencana G. Kaba dibagi menjadi tiga tingkat secara berurutan dari tertinggi ke terendah, adalah: Kawasan Rawan Bencana (KRB) III, Kawasan Rawan Bencana II, dan Kawasan Rawan Bencana I. Kawasan Rawan Bencana III adalah kawasan yang sangat berpotensi terlanda awan panas, aliran lava, guguran lava, lontaran batu (pijar), hujan abu lebat dan atau gas beracun. Kawasan Rawan Bencana II adalah kawasan yang berpotensi terlanda awan panas, aliran lava, lontaran batu (pijar), guguran lava dan hujan abu lebat. Kawasan Rawan Bencana I adalah kawasan yang berpotensi terlanda lahar, tertimpa hujan abu dan atau air dengan keasaman tinggi. Apabila erupsinya membesar, maka kawasan ini berpotensi terlanda perluasan awan panas dan tertimpa hujan abu lebat serta lontaran batu (pijar).

5_KRB

Peta Kawasan Rawan Bencana G. Kaba
DAFTAR PUSTAKA
Kusumadinata K., 1978, Data Dasar Gunungapi Indonesia, Direktorat Vulkanologi, Bandung, hal. 77 – 86.
Dirasutisna S., et al., 1989, Pemetaan Daerah Bahaya Sementara Gunungapi Kaba, Kabupaten Rejang Lebing, Propinsi Bengkulu, 25 hal.
Ony K.S., et al., 1990, Laporan Kegiatan Pemetaan GeologiGunungapi Kaba dan sekitarnya, 33 hal.
Suantika G., dan Rochendi D., 2000, Pengamatan Krisis Kegempaan Gunungapi Kaba, 38 hal
Mulyadi D., et al., 2000, Pengukuran Deformasi Gunungapi Kaba- Bengkulu, Sumatera Selatan, 14 hal.
Berita Berkala Vulkanologi, 1990, edisi khusus Gunung Kaba, No.139, Direktorat Vulkanologi, Direktorat Jenderal Geologi dan Sumber daya Mineral, Departemen Pertambangan dan Energi, R.I.
Giggenbach, W.F.and Goguel R. L., 1988, “Collection and Analysis of Geothermal and Volcanic Water and Gas Discharges. DSIR.,Chemistry Devision Report No. CD 2401, Fourth Edition, New Zealand.
Kusumadinata, K., Hadian R., Hamidi S. Dan Reksowirogo, L.D. ,1979, “Data Dasar Gunungapi Indonesia”, Direktorat Vulkanologi, Direktorat Jenderal Geologi dan Sumber daya Mineral, Departemen Pertambangan dan Energi,

Gunung Hitam

Gunung KabaGunung Hitam adalah sebuah Gunung yang terletak di negara Indonesia, Provinsi Bengkulu, Provinsi Sumatera Selatan yang memiliki ketinggian 1279 meter, atau setara dengan 4196 kaki.  Dataran tinggi berbentuk Gunung yang bernama Gunung Hitam ini berada di wilayah Asia.  Apabila anda memiliki uang serta keberanian yang cukup anda bisa mengunjungi Gunung Hitam di Indonesia, Provinsi Bengkulu, Provinsi Sumatera Selatan, Asia untuk melakukan pendakian maupun sekedar menikmati pemandangan alamnya (selama diijinkan oleh pemerintah setempat).  Gunung Hitam merupakan ciptaan Tuhan yang sempurna, kokoh dan indah yang harus kita syukuri dan kita pelihara.

Informasi Lebih Rinci (Detil) Gunung Hitam :

Nama : Gunung Hitam
Nama Internasional  : Mount Hitam
Bentuk / Nama Lain : -
Ketinggian : 1279 meter / 4196 kaki
Negara : Indonesia, Provinsi Bengkulu, Provinsi Sumatera Selatan
Wilayah / Benua : Asia
Keterangan Wilayah : Pulau Sumatera
Huruf Awal Nama : H
Tipe / Jenis : Gunung
Peringkat Ketinggian (Dunia) : Belum Tersedia
Koordinat Peta : Belum Tersedia
Penonjolan (meter) : Belum Tersedia
Informasi Tambahan : Kabupaten Seluma (Provinsi Bengkulu), Kabupaten Bengkulu Selatan (Provinsi Bengkulu), Kabupaten Lahat (Provinsi Sumatera Selatan)
Keterangan : -
Sumber Data :  Wikipedia, dan sumber internet lainnya

Poin Penting / Kesimpulan dari Gunung Hitam :

Kesimpulan 1 :  Gunung Hitam berada di negara Indonesia, Provinsi Bengkulu, Provinsi Sumatera Selatan di daerah Asia
Kesimpulan 2 :  Tinggi / Ketinggian Gunung Hitam adalah 1279 meter atau 4196 kaki
Kesimpulan 3 :  Gunung Hitam adalah merupakan dataran tinggi berupa Gunung
Kesimpulan 4 :  Secara internasional Gunung Hitam bernama Mount Hitam

Gunung Gedang Seblat

Gunung Gedang Seblat adalah sebuah Gunung yang terletak di negara Indonesia, Provinsi Bengkulu, Provinsi Jambi yang memiliki ketinggian 2050 meter, atau setara dengan 6726 kaki.  Dataran tinggi berbentuk Gunung yang bernama Gunung Gedang Seblat ini berada di wilayah Asia.  Apabila anda memiliki uang serta keberanian yang cukup anda bisa mengunjungi Gunung Gedang Seblat di Indonesia, Provinsi Bengkulu, Provinsi Jambi, Asia untuk melakukan pendakian maupun sekedar menikmati pemandangan alamnya (selama diijinkan oleh pemerintah setempat).  Gunung Gedang Seblat merupakan ciptaan Tuhan yang sempurna, kokoh dan indah yang harus kita syukuri dan kita pelihara.

Informasi Lebih Rinci (Detil) Gunung Gedang Seblat :

Nama : Gunung Gedang Seblat
Nama Internasional  : Mount Gedang Seblat
Bentuk / Nama Lain : -
Ketinggian : 2050 meter / 6726 kaki
Negara : Indonesia, Provinsi Bengkulu, Provinsi Jambi
Wilayah / Benua : Asia
Keterangan Wilayah : Pulau Sumatera
Huruf Awal Nama : G
Tipe / Jenis : Gunung
Peringkat Ketinggian (Dunia) : Belum Tersedia
Koordinat Peta : Belum Tersedia
Penonjolan (meter) : Belum Tersedia
Informasi Tambahan : Kabupaten Lebong (Provinsi Jambi), Kabupaten Musi Rawas (Provinsi Sumatera Selatan)
Keterangan : -
Sumber Data :  Wikipedia, dan sumber internet lainnya

Poin Penting / Kesimpulan dari Gunung Gedang Seblat :

Kesimpulan 1 :  Gunung Gedang Seblat berada di negara Indonesia, Provinsi Bengkulu, Provinsi Jambi di daerah Asia
Kesimpulan 2 :  Tinggi / Ketinggian Gunung Gedang Seblat adalah 2050 meter atau 6726 kaki
Kesimpulan 3 :  Gunung Gedang Seblat adalah merupakan dataran tinggi berupa Gunung
Kesimpulan 4 :  Secara internasional Gunung Gedang Seblat bernama Mount Gedang Seblat

Gunung Dingin

Gunung Dingin adalah sebuah Gunung yang terletak di negara Indonesia, Provinsi Bengkulu dan Sumatra Selatan yang memiliki ketinggian 1279 meter, atau setara dengan 4196 kaki.  Dataran tinggi berbentuk Gunung yang bernama Gunung Dingin ini berada di wilayah Asia.  Apabila anda memiliki uang serta keberanian yang cukup anda bisa mengunjungi Gunung Dingin di Indonesia, Provinsi Bengkulu dan Sumatra Selatan, Asia untuk melakukan pendakian maupun sekedar menikmati pemandangan alamnya (selama diijinkan oleh pemerintah setempat).  Gunung Dingin merupakan ciptaan Tuhan yang sempurna, kokoh dan indah yang harus kita syukuri dan kita pelihara.

Informasi Lebih Rinci (Detil) Gunung Dingin :

Nama : Gunung Dingin
Nama Internasional  : Mount Dingin
Bentuk / Nama Lain : -
Ketinggian : 1279 meter / 4196 kaki
Negara : Indonesia, Provinsi Bengkulu dan Sumatra Selatan
Wilayah / Benua : Asia
Keterangan Wilayah : Pulau Sumatera
Huruf Awal Nama : D
Tipe / Jenis : Gunung
Peringkat Ketinggian (Dunia) : Belum Tersedia
Koordinat Peta : Belum Tersedia
Penonjolan (meter) : Belum Tersedia
Informasi Tambahan : Kabupaten Seluma (Provinsi Bengkulu), Kabupaten Lahat (Provinsi Sumatera Selatan)
Keterangan : -
Sumber Data :  Wikipedia, dan sumber internet lainnya

Poin Penting / Kesimpulan dari Gunung Dingin :

Kesimpulan 1 :  Gunung Dingin berada di negara Indonesia, Provinsi Bengkulu dan Sumatra Selatan di daerah Asia
Kesimpulan 2 :  Tinggi / Ketinggian Gunung Dingin adalah 1279 meter atau 4196 kaki
Kesimpulan 3 :  Gunung Dingin adalah merupakan dataran tinggi berupa Gunung
Kesimpulan 4 :  Secara internasional Gunung Dingin bernama Mount Dingin

Gunung Tandikat

Gunung Tandikat yang bertype stratovolcano ini dikenal juga dengan nama Tandikai, Tandike. Berdiri tegak dengan ketinggian 2430m daripermungkaan laut. Gunung ini membentang didataran tinggi Minang Kabau Sumatera Barat, kira-kira 7,5 km dari kota Padang Panjang. Kota ini dikenal sebagai kota yang mempunyai suhu terdingin di Sumatera Barat. Secara geografi Gunung Tandikat berada pada posisi 0° 25'57 30" Lintang Selatan dan 100° 19'01 69" Lintang timur.

Gunung ini membentang lebar kearah Selatan, dan disebelah Barat berbatasan dengan Danau Maninjau, salahsatu danau yang terkenal di Sumatera Barat. Sementara di sebelah Utara gunung ini berdampingan dengan Gunung Singgalang, dan sebelah timur merupakan gugusan volcanic Tersier yang sudah tua. Gunung ini sangat jarang sekali didaki dan Harimau Sumatera masih bisa ditemui pada hutan Gunung Tandikat ini. Sebaiknya jika ingin mendaki gunung ini anda ditemani oleh penduduk desa setempat yang sudah mengenal Jalur pada gunung ini. Keadaan jalan setapaknya tidak jelas dan bahkan kadang-kadang menghilang. serta hutannya masih rapat dan lembab, selain itu pada ketinggian sekitar 1800 m dpl, ada jalan setapaknya yang banyak sekali terdapat pacet, hal-hal diatas membuat gunung ini menjadi tantangan tersendiri bagi individu petualang yang selalu mencari hal yang baru.

Gunung Talang

Informasi seklias gunung talang di kabupaten solok sumbarGunung Talang berada 2.572 meter di atas permukaan laut dan memiliki pemandangan yang menenangkan. 
Dari gunung ini Anda dapat melihat indahnya Danau Kembar dan Danau Singkarak. Gunung ini merupakan salah satu dari enam gunung berapi aktif di Sumatera Barat. Banyak yang mengatakan bahwa teh yang tumbuh di sekitar gunung ini rasanya sangat nikmat. Pemandangannya sangat indah dan memiliki udara yang segar dan dingin akan membuat Anda betah duduk berlama-lama.

Gunung Talamau

gunung talamau Gunung Talamau   2982M dplGunung Talamau dengan  ketinggian 2982 meter dari permukaan laut (dpl), merupakan gunung tertinggi di Provinsi Sumatera Barat. Karakteristik  Gunung Talamau termasuk salah satu dari gunung api, tetapi Talamau termasuk gunung  yang tidak aktif. Gunung tersebut menyimpan  segudang pesona yang sayang tuk di lewatkan. Kawasan hutan yang masih perawan,  ditingkahi kicauan burung yang bersahutan berpadu dengan keindahan puluhan  telaga yang terserak di kawasan gunung, membuat perjalanan panjang para  wisatawan takkan terasa sia-sia. Berdasarkan hasil penelitian  Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Gunung  Talamau berasal dari berbagai jenis batuan, yaitu batuan vulkanik produk Galau (campuran) Talamau, yang dari Major Elemen yang  menunjukkan batuan beku di kawasan itu dapat  dibedakan menjadi empat macam yaitu jenis batuan basa (basalt), menengah (andesit),  agak asam (dasit), dan granit (asam).

Gunung Talamau ditumbuhi oleh beberpa  jenis tumbuhan hutan yang terdiri dari famili Dipterocarpaceae dan hutan  famili lauraceae. Famili Dipterocarpaceae terdiri dari tumbuhan  kemaduh (Laportea  stimulans), markisa (Passiflora sp.), sirsak (Annonaceae),  senggani (Melastoma  sp.). Di samping itu, bunga edelwis yang tumbuh bermekaran  melengkapi jenis tumbuh-tumbuhan yang bermekaran di lereng Gunung Talamau.
Di dalam hutan terdapat berbagai  macam aneka satwa seperti burung dan binatang. Satwa burung yang ada adalah:  rangkong (Buceros  rhinoceros), sempidan sumatera (Lophura inornata), burung alap-alap (Black-thighed Falconet),  ayam hutam merah (Red Junglefowl). Sedangkan satwa jenis binatang yang  sering terlihat di gunung ini adalah: babi jenggot (Sus barbatus), musang leher  kuning (Martes  flavigula), owa (Hylobates muelleri), lutung dahi putih (Presbytis frontata),  bajing tiga warna (Callosciurus prevostii), dan tupai gunung (Tupaia montana),  beruang madu (Helarctos  malayanus), musang belang (Hemigalus derbyanus), kucing batu (Felis marmorata),  rusa (Cervus  unicolor) dan macan dahan (Neofelis nebulosa) yang sering  disebut oleh masyarakat setempat dengan harimau Campo.
Selain keragaman flora dan faunanya,  di dalam hutan yang ada di lereng gunung ini juga terdapat air terjun yang  cukup besar yang oleh masyarakat setempat diberi nama Air Terjun Puti Lenggo  Geni. Keberadaan air terjun yang mempunyai tinggi 109 m tersebut, tentunya akan semakin menambah keindahan panorama Gunung Talamau.
Di tengah rimbunnya hutan Gunung  Talamau atau tidak jauh dari puncak gunung, terdapat 13 telaga. Ke-13 telaga  tersebut adalah: Talago Puti Sangka Bulan, Talago Tapian Sutan  Bagindo, Talago Tapian Puti Mambang Surau, Talago Siuntuang Sudah, Talago Puti Bungsu, Talago Rajo Dewa, Talago Satwa, Talago  Lumuik, Talago Biru, Talago Mandeh Rubiah, Talago Imbang  Langik, Talago Cindua Mato, dan Talago Buluah Parindu. Air telaga yang  jernih merupakan salah satu sumber mata air yang sering di manfaatkan oleh para  pendaki untuk di konsumsi.

Lokasi

Gunung Talamau terletak di Desa Pinagar, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia.

Thursday, November 27, 2014

Gunung Singgalang

Gunung Singgalang di Kabupaten Agam
Kabupaten Agam – Sumatra Barat – Indonesia
Gunung Singgalang di Kabupaten Agam
Gunung Singgalang di Kabupaten Agam
 

A. Selayang Pandang  

Gunung Singgalang merupakan salah satu dari beberapa gunung yang ada di Provinsi Sumatera Barat. Ketinggian gunung Singgalang mencapai 2,877 meter dari permukaan laut. Gunung Singgalang secara geografis terletak di Kabupaten Agam. Gunung ini berdiri kokoh tepat berada di sebelah gunung Merapi.

B. Keistimewaan

Gunung Singgalang mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan hutan Ericaceous atau hutan gunung. Hutan Dipterokarp Bukit adalah kawasan hutan yang terdapat di ketinggian antara 300 – 750. Spesies utamanya ialah Pokok Seraya, Pokok Keruning, dan Pokok Meranti. Hutan Dipterokarp Atas adalah kawasan hutan yang terdapat pada ketinggian 750 – 1,200 meter, spesies utamanya terdiri dari Pokok Meranti Bukit dan Pokok Damar Minyak. Hutan Montane merujuk kepada kawasan hutan yang terdapat pada ketinggian 1,200 – 1,500 meter, spesies utamanya terdiri dar Pokok Mempening, Pokok Berangan, Pokok Damar Minyak, dan Pokok Podo. Hutan Ericaceous atau hutan gunung merujuk kepada kawasan hutan yang terdapat pada ketinggian melebihi 1,500 meter, spesies utamanya terdiri dar Pokok Kelat, Pokok Periuk Kera, dan berbagai-bagai jenis belukar, buluh, resam, paku-pakis, dan Lumut.
Gunung Singgalang, merupakan Gunung api yang tidak aktif. Gunung ini ditutupi hutan hujan tropis, trek pendakian terjal dan terdapat 2 buah telaga di daerah puncak yaitu “Telaga Dewi” dan “Telaga Kumbang”.

C. Akses

Untuk mencapai lokasi, para wisatawan dapat menggunakan jalur darat. Dari Bandara Ketaping Padang menuju Bukittinggi, perjalanan ditempuh selama lebih kurang 2 jam perjalanan denga biaya antara Rp. 10.000-Rp.15.000. Jalur Pendakian bisa dilalui dari 3 tempat, dari Koto Baru (Pandai Sikek), dari Balingka dan dari Toboh (Kenagarian Malalak). Bagi yang mengambil rute pendakian dari Koto baru, perjalanan dimulai dari kota Padang kemudian turun di Koto Baru, perjalaan dilanjutkan ke Pandai Sikek dengan angkot dengan ongkos Rp. 3000.  Bagi yang mengambil rute pendakian dari Balingka, perjalanan dimulai dari padang turun di Padang Luar (Bukittinggi), dari Padang Luar menuju Batu Tagak dengan ongkos kira-kira Rp. 2.500-Rp. 4000, dengan menggunakan angkutan pedesaan Batu Tagak-Panambatan. Sementara bagi yang mengambil rute dari Toboh, perjalanan dimulai dari kota Padang kemudian turun di Padang Luar (Bukittinggi) kemudian perjalanan dilanjutkan menuju Toboh dengan biaya kira-kira Rp. 3000-Rp 5000-,. Untuk Memasuki kawasan gunung Singgalang para pendaki tidak dipungut biaya apapun.

D. Lokasi

Lokasi Gunung Singgalang dekat dengan kota Bukittinggi tetapi secara geografis gunung ini terletak di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Indonesia.

E. Akomodasi

Lokasi Gunung Singgalang tidak begitu jauh dari Kota Bukittinggi dan kota Padang Panjang. Mengingat Gunung Singgalang dekat dengan 2 kota ini, para wisatawan dari luar kota yang ingin berlama-lama di kawasan tersebut, dapat menginap di Hotel di dua kota itu. Di sepanjang jalan menuju Gunung Singgalang, terdapat banyak restoran yang menyajikan aneka hidangan

Gunung Sago

http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/05/13369656382019232657.jpgSete­lah beratus tahun lalu dinya­takan mati dan tidak aktif, kini Gunung Sago di Kabu­paten Limapuluh Kota mulai meng­geliat dan mengeluarkan kepu­lan asap hitam. Diduga kuat gunung setinggi 2.262 meter itu terbangun dari tidur panjang­nya. Kondisi ini mem­buat masyarakat setempat lebih meningkatkan kewas­padaan.
Mulainya peningkatan aktivitas di Gunung Sago mengingatkan kembali, bahwa masih ada beberapa gunung api di Sumbar yang masih tidur. Seperti Gunung Singgalang yang berketinggian 2.872 meter, Gunung Pasaman yang berketinggian 1.984 meter dan Gunung Talamau yang berketinggian 2.918 meter.
Sementara untuk gunung aktif yang masih mengancam dan menge­pung berbagai daerah di Sumbar diantaranya Gunung Marapi yang berketinggian 2.891 meter, Gunung Talang yang berketinggian 2.597 meter, Gunung Tandikek yang berketinggian 2.476 meter dan Gunung Kerinci yang berketinggian 3.300 meter.
Kabid Geologi Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar, Nuzuir menyatakan Gu­nung Sago termasuk gunung yang aktif dan telah tercatat di pusat geologi Sumatera Barat.
“Gunung Sago itu memang gunung yang aktif. Namun sejak tahun 1600-an tidak pernah menam­pakkan aktivitas seperti Gunung Marapi, Tandikek dan Talang. Jika sekarang gunung tersebut menam­pakkan aktivitasnya, itu biasa,” katanya.
Ia juga menyampaikan kepada masyarakat sekitar untuk waspada dengan aktivitas Gunung Sago seminggu belakangan ini. Karena dampak dari aktivitas gunung api yang biasanya diam dan tiba-tiba mengeluarkan energi, akan berdam­pak besar dibanding gunung yang sering aktif, terutama untuk dampak erupsinya.
“Gunung Sago dapat disamakan seperti Gunung Sinabung yang meletus pada tahun 2010 silam. Masyarakat sekitar menganggap Gunung Sinabung tersebut sebagai gunung mati, Namun kenyataannya gunung tersebut meletus dengan kekuatan yang besar,” ujar Nuzuir.
Ia juga mengatakan, sebenarnya keaktifan Gunung Sago sudah terpantau sejak tahun 2008 lalu oleh pusat geologi dan diperkuat dengan hasil visual satelit google.
“Kita memang sudah menjad­walkan dalam bulan Mei ini akan menerjunkan para ahli untuk melakukan penelitian ke Gunung Sago, sekaligus memasang alat pendeteksi gempa,” katanya lagi.
Sementara itu, aktivitas Gu­nung Sago hingga Rabu (9/5) kemarin masih terus bergejolak. Bujang Sawir (56) salah seorang warga Padang Laweh, Nagari Tanjung Aro, Kecamatan Situjuh Kota Paya­kumbuh, yang bermukim di sekitar di kaki Gunung Sago mengatakan, sejak seminggu belakangan telah tiga kali melihat asap tebal di puncak Gunung Sago. Asap tersebut terlihat sangat jelas mengepul bewarna hitam pekat.
Bujang juga mengatakan, semen­jak adanya asap yang keluar dari Gunung Sago, masyarakat sekitar kaki gunung juga mulai merasakan gempa-gempa kecil. “Kamis (3/5) sore, masyarakat di kaki Gunung Sago merasakan gempa yang tidak terlalu kuat. Namun cukup terasa oleh masyarakat di kaki gunung,” katanya.
Keterangan sama juga disam­paikan oleh Fauzan (21), yang melihat jelas asap dari puncak Gunung Sago pada Selasa (8/5) sore.
“Saya melihat jelas asap yang keluar dari puncak Gunung Sago. Asap itu juga diiringi dengan bunyi gemuruh yang berasal dari gunung,” katanya.
Tak hanya warga di sekitar kaki Gunung Sago, tapi sejumlah warga di kawasan Bonjol Kabupaten Pasaman juga sering merasakan getaran kecil. Namun getaran yang dirasakan warga itu masih miste­rius, karena belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait.
Menanggapi informasi masya­rakat tersebut, pernyataan berbeda dan sangat kontras diungkapkan Manajer Pusat Pengendalian Ope­rasional Penanggulangan Benca­na (Pusdalops PB) Sumbar Ade Edward.
“Gunung Sago masih mati dan belum aktif. Informasi masyarakat tersebut belum bisa diper­tang­gungjawabkan secara ilmiah. Jika memang ada gempa di sekitar kaki gunung itu, kenapa tidak terdeteksi oleh alat yang ada,” tutur Ade Edward bersikukuh

Gunung Marapi Sumatera Barat


Gunung Marapi Sumbar
Kategori: Alam & Geologi | Area:
Gugusan alam ranah Minang masih menyimpan gunung merapi aktif. Gunung Marapi adalah sebuah gunung vulkano dengan beberapa buah kawah aktif. Gunung ini tergolong gunung yang paling aktif di Pulau Sumatera.

Geografis

Kawah Gunung Marapi SumbarSecara geografis Gunung Marapi terletak antara Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam dan Kotamadya Padang Panjang. Di sebelahnya terdapat Gunung Singgalang dengan telaga sebagai daya tariknya. Namun secara administrasi, gunung ini berada dalam kawasan Kabupaten Agam. Gunung Marapi memiliki ketinggian 2891,3 meter dari permukaan air laut. Untuk mencapai kaki Gunung Marapi cukup mudah, mengingat letaknya yang tidak jauh dari Kota Bukittinggi dan Kota Padang Panjang. Untuk menuju Gunung Marapi, jika Anda dari Kota Padang atau Bandar Udara Ketaping membutuhkan waktu kurang lebih 1.5 jam.

Objek Wisata Alam

Padang Edelweis Gunung Marapi PadangGunung Marapi merupakan salah satu gunung yang ada di Sumatera Barat yang sering digunakan untuk pendakian. Mengingat gunung tersebut sudah memiliki jalur pendakian yang tetap. Meski demikian, Anda harus tetap waspada dan hati-hati ketika melakukan pendakian di Gunung Marapi. Selama dalam perjalanan pendakian, Anda akan disuguhi pemandangan yang hanya ada di gunung, yaitu bunga edelweis. Jika Anda beruntung, Anda dapat melihat Danau Singkarak ketika Anda sudah sampai di puncak gunung.
Terdapat beberapa jalur pendakian di jalur ini, namun titik start yang dapat Anda tempuh adalah dari Koto Baru. Sebelum melakukan pendakian, pastikan dahulu Anda telah menyiapkan bekal yang dibutuhkan seperti tenda, makanan, air, jaket dan perlengkapan lainnya. Dari pasar Koto Baru menuju pos pendakian, Anda harus memilih untuk memulai dengan jalan kaki atau angkutan pedesaan yang menuju ke pos pendakian. Pilihan berjalan kaki akan menghabiskan waktu sekitar 30 menit untuk sampai di pos pendakian.
Dari pos pendakian perjalanan dilanjutkan menuju Parak Batuang dengan melewati perkebunan penduduk. Di Parak Batuang Anda akan merasakan nikmatnya kesegaran udara Gunung Marapi dan mengisi botol minuman di sumber air yang terdapat di daerah ini. Dari parak batuang, membutuhkan waktu pendakian kira-kira 5 jam untuk mencapai puncak. Perjalanan diisi dengan pemandangan hutan tropis dan beberapa jalur pendakian yang cukup terjal. Setelah sampai di puncak, sebaiknya Anda memilih lokasi di cadas untuk tempat camp (berkemah). Untuk mencapai puncak sebaiknya dilakukan saat subuh, sehingga kita bisa menikmati pemandangan matahari terbit (sunrise) Gunung Marapi ini dan menikmati pemandangan yang mempesona di Gunung Marapi ini di pagi hari. Dari puncak Gunung Marapi ini mata Anda akan menyapu pemandangan Kota Bukittinggi, Gunung Singgalang, pemandangan Danau Singkarak yang berada di Kabupaten Solok.

ads

ads