Wednesday, November 26, 2014

Museum Negeri Jambi

museum jambi2_1378270294.png
Peletakan batu pertama pembangunan Museum Negeri Jambi dilakukan oleh Gubernur Jambi, Maschun Sofwan, S.H. pada tanggal 18 Februari 1981 pada lahan seluas 13.350 m² dengan luas bangunan 4.000 m².  Peresmian museum ini dengan nama Museum Negeri Provinsi Jambi dilakukan pada tanggal 6 Juni 1988 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof.Dr.Fuad Hasan. Dengan berlakunya UU No.22 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah, maka Museum Negeri Provinsi Jambi diubah namanya menjadi Museum Negeri Jambi, sesuai dengan Peraturan Daerah nomor 15 tahun 2002.
Fungsi dari museum ini :
  1. Melakukan pengumpulan, perawatan , pengawetan, dan penyajian benda-benda yang mempunyai nilai budaya dan ilmiah.
  2. Melakukan urusan perpustakaan da dokumentasi ilmiah.
  3. Memperkenalkan dan menyebarluaskan hasil penelitiaan benda koleksi yang mempunyai nilai budaya dan ilmiah.
  4. Melakukan bimbingan edukatif kultural.
  5. Melaksanakan urusan tata usaha.
Museum Negeri Jambi sebagai museum terbesar di Kota Jambi, kini berganti nama menjadi Museum Siginjai. Perubahan nama diharapkan memperkuat ingatan kolektif masyarakat akan tempat peninggalan benda-benda bersejarah Jambi ini. Pergantian nama ini merupakan kesepakatan para budayawan Jambi. Siginjai diambil dari nama ikon Jambisebilah keris Raja Jambi. Perubahan nama Museum Negeri Jambi menjadi Museum Siginjai ini berdasakan Peraturan Gubernur Nomor 26 tahun 2012. Dipilihnya nama Siginjai sebagai pengganti, karena merupakan nama sebilah keris yang digunakan oleh Orang Kayo Hitam, sebagai Raja Jambi di masa lalu dalam membela negeri Jambi. Nama ini lebih dikenal dan masyarakat diharapkan akan lebih mengenal senjata pusaka yang berkaitan dengan sejarah berdirinya Jambi. Keris Siginjai sampai saat ini masih tersimpan di Museum Nasional di Jakarta, dan duplikatnya tersimpan di museum ini.
Koleksi
Museum Negeri Jambi memiliki beragam koleksi yang berjumlah sekira 2.855 buah, antara lain geologi (benda koleksi yang  merupakan objek disiplin ilmu geologi antara lain meliputi batuan, mineral, fosil dan benda-benda bentukan alam lainnya), biologi (benda koleksi yang masuk kategori benda objek penelitian / dipelajari oleh disiplin ilmu biologi), filologi (naskah-naskah kuno yang ditulis tangan, naskah incung Kerinci yang ditulis di atas tanduk dan bambu, Alquran dan Kitab Tassauf yang ditulis tangan. ), etnografi (koleksi yang menjadi objek penelitian/disiplin ilmu antropologi, benda-benda tersebut merupakan hasil budaya atau menggambarkan identitas suatu etnis), arkeologi (koleksi yang menjadi objek penelitian/disiplin ilmu arkeologi, seperti: peninggalan masa prasejarah), historis (koleksi yang menjadi disiplin ilmu sejarah, sejak masuknya budata barat, benda yang berkaitan dengan peristiwa sejarah), keramik (koleksi keramik terbuat dari tanah liat yang dibakar dengan suhu tertentu), senirupa (koleksi seni yang mengekspresikan pengalaman artistik manusia melalui objek dua dan atau tiga dimensi) dan teknologi (koleksi yang menggambarkan perkembangan teknologi tradisional sampai dengan teknologi modern).
Museum ini juga menyimpan benda peninggalan prasejarah seperti beliung batu, gong bertuliskan aksara kuno Cina, teko, piring porselen, fragmen tangan, arca Budha, arca dan sebagainya.
Sarana
Museum Negeri Jambi terdiri atas sejumlah bangunan yang dibangun dengan corak arsitektur tradisional Jambi, yaitu Rumah Kajang Lako dan Rumah Larik.

0 comments:

Post a Comment

ads

ads