Advertise Here

Promote your business.

Advertise with us

take your brand to new heights.

Advertising info

Let's do cool things together!.

Space available to advertise

Target your audience.

keep calm and advertise

Get your business noticed!.

Showing posts with label nusa tenggara timur. Show all posts
Showing posts with label nusa tenggara timur. Show all posts

Friday, December 12, 2014

Gunung Sirung

gunung-sirung-caldera.jpeg
Gunung Sirung adalah gunung api aktiv di pulau Pantar, kepulauan Alor, Nusa Tenggara Timur. Gunung Sirung memiliki ketinggian setinggi 862 mdpl dan mempunyai kawah yang terdapat sulfur di danau Kawah serta mengeluarkan sulfur dari lubang-lubang gunung. Letusan terakhir adalah pada tahun 1970 dan secara teratur mengeluarkan gas dan asap yang berlangsung sejak tahun 2004. Dalam bahasa Sunda(Jawa Barat) sirung mempunyai arti pucuk dedaunan.

Gunung Lewotolo

Gunung Lewotolo adalah sebuah Gunung yang terletak di negara Indonesia yang memiliki ketinggian 1319 meter, atau setara dengan 4327 kaki.  Dataran tinggi berbentuk Gunung yang bernama Gunung Lewotolo ini berada di wilayah Asia.  Apabila anda memiliki uang serta keberanian yang cukup anda bisa mengunjungi Gunung Lewotolo di Indonesia, Asia untuk melakukan pendakian maupun sekedar menikmati pemandangan alamnya (selama diijinkan oleh pemerintah setempat).  Gunung Lewotolo merupakan ciptaan Tuhan yang sempurna, kokoh dan indah yang harus kita syukuri dan kita pelihara.

Informasi Lebih Rinci (Detil) Gunung Lewotolo :

Nama : Gunung Lewotolo
Nama Internasional  : Mount Lewotolo
Bentuk / Nama Lain : -
Ketinggian : 1319 meter / 4327 kaki
Negara : Indonesia
Wilayah / Benua : Asia
Keterangan Wilayah : Pulau Lembata; Kepulauan Nusa Tenggara / Kepulauan Sunda Kecil
Huruf Awal Nama : L
Tipe / Jenis : Gunung
Peringkat Ketinggian (Dunia) : Belum Tersedia
Koordinat Peta : Belum Tersedia
Penonjolan (meter) : Belum Tersedia
Informasi Tambahan : Gunung Berapi
Keterangan : -
Sumber Data :  Wikipedia, dan sumber internet lainnya

Sunday, December 7, 2014

Gunung Lakaan

45975571.jpgGunung Lakaan adalah sebuah Gunung yang terletak di negara Indonesia yang memiliki ketinggian 1562 meter, atau setara dengan 5125 kaki.  Dataran tinggi berbentuk Gunung yang bernama Gunung Lakaan ini berada di wilayah Asia.  Apabila anda memiliki uang serta keberanian yang cukup anda bisa mengunjungi Gunung Lakaan di Indonesia, Asia untuk melakukan pendakian maupun sekedar menikmati pemandangan alamnya (selama diijinkan oleh pemerintah setempat).  Gunung Lakaan merupakan ciptaan Tuhan yang sempurna, kokoh dan indah yang harus kita syukuri dan kita pelihara.

Informasi Lebih Rinci (Detil) Gunung Lakaan :

Nama : Gunung Lakaan
Nama Internasional  : Mount Lakaan
Bentuk / Nama Lain : -
Ketinggian : 1562 meter / 5125 kaki
Negara : Indonesia
Wilayah / Benua : Asia
Keterangan Wilayah : Pulau Timor; Kepulauan Nusa Tenggara / Kepulauan Sunda Kecil
Huruf Awal Nama : L
Tipe / Jenis : Gunung
Peringkat Ketinggian (Dunia) : Belum Tersedia
Koordinat Peta : Belum Tersedia
Penonjolan (meter) : Belum Tersedia
Informasi Tambahan : -
Keterangan : -
Sumber Data :  Wikipedia, dan sumber internet lainnya

Saturday, December 6, 2014

Gunung Inielika

Gunung Inielika adalah sebuah Gunung yang terletak di negara Indonesia yang memiliki ketinggian 1559 meter, atau setara dengan 5115 kaki.  Dataran tinggi berbentuk Gunung yang bernama Gunung Inielika ini berada di wilayah Asia.  Apabila anda memiliki uang serta keberanian yang cukup anda bisa mengunjungi Gunung Inielika di Indonesia, Asia untuk melakukan pendakian maupun sekedar menikmati pemandangan alamnya (selama diijinkan oleh pemerintah setempat).  Gunung Inielika merupakan ciptaan Tuhan yang sempurna, kokoh dan indah yang harus kita syukuri dan kita pelihara.



Gunung ine like gunung berapi di tengah Flores adalah luas, rendah gunung dibangun dalam kaldera Lobobutu. Ini mencakup area seluas 190 km persegi. Letusan pertama dari gunung ine like adalah ledakan disebabkan yang membentuk sebuah kawah baru pada tahun 1905.

Background:

Puncak kompleks gunung berapi gunung ine like 1559-m-tinggi berisi 10 kawah, beberapa di antaranya adalah danau yang penuh, terletak di daerah 5-sq-km utara dari kota Bajawa. Yang terbesar, Wolo Runu dan Wolo Serie Utara, adalah 750 m lebar. Rantai cinder Cone, cinder Bajawa kerucut kompleks, membentang ke selatan ke gunung Ineri.

Nama : Gunung Inielika
Nama Internasional  : Mount Inielika
Bentuk / Nama Lain : Gunung Ine Lika; Gunung Ine Like
Ketinggian : 1559 meter / 5115 kaki
Negara : Indonesia
Wilayah / Benua : Asia
Keterangan Wilayah : Pulau Flores; Kepulauan Nusa Tenggara / Kepulauan Sunda Kecil
Huruf Awal Nama : I
Tipe / Jenis : Gunung
Peringkat Ketinggian (Dunia) : Belum Tersedia
Koordinat Peta : Belum Tersedia
Penonjolan (meter) : Belum Tersedia
Informasi Tambahan : Kabupaten Ngada; Gunung Berapi
Keterangan : -
Sumber Data :  Wikipedia, dan sumber internet lainnya

Poin Penting / Kesimpulan dari Gunung Inielika :

Kesimpulan 1 :  Gunung Inielika berada di negara Indonesia di daerah Asia
Kesimpulan 2 :  Tinggi / Ketinggian Gunung Inielika adalah 1559 meter atau 5115 kaki
Kesimpulan 3 :  Gunung Inielika adalah merupakan dataran tinggi berupa Gunung
Kesimpulan 4 :  Secara internasional Gunung Inielika bernama Mount Inielika

Gunung Ili Werung

http://lh6.ggpht.com/-6wGijNV7WmI/UfXlXHFcmnI/AAAAAAAAT68/qw_W_BoqxVo/alor%252520to%252520flores%252520264.JPG?imgmax=640Sementara itu, lingkungan yang berpotensi terpapar akibat ancaman lontaran batu pijar dan hujan abu vulkanik pada KRB 3 meliputi areal seluas 960 ha yang terdiri dari 699 ha semak belukar dan 261 ha tegalan. Pada KRB 2, lingkungan yang berpotensi terpapar akibat ancaman lontaran batu pijar dan hujan abu vulkanik meliputi areal seluas 2.713 ha, yang terdiri dari 10 ha badan air, 44 ha pemukiman dan bangunan, 111 ha perkebunan, 159 ha sawah dan ladang, 452 ha semak belukar, dan 1.937 ha tegalan. Sedangkan pada KRB 1, lingkungan yang berpotensi terpapar akibat ancaman lontaran batu pijar dan hujan abu vulkanik meliputi areal seluas 3.136 ha yang terdiri dari 12 ha pemukiman dan bangunan, 235 ha perkebunan, 563 ha sawah dan ladang, 411 ha semak belukar, dan 1.915 ha tegalan.
Gunung Ili Werung merupakan gunung api bertipe Strato, secara geografis terletak pada posisi 08032’24” LS dan 123035’24” BT dan secara administratif berada di wilayah Kecamatan Aradei, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Puncak gunung berada pada ketinggian 1.486 dpl dengan pos pengamatan berada di Desa Nubahaeraka, Kecamatan Aradei, Kabupaten Lembata Nusa Tenggara Timur pada posisi geografis 08029’48” LS dan 123031’54” BT pada ketinggian 670 m dpl.

Penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 3 berjumlah 235 orang, yang terdiri dari 103 orang laki-laki dan 132 orang perempuan. Pada KRB 2, penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan berjumlah 131 orang, yang terdiri dari 57 orang laki-laki dan 74 orang perempuan. Sedangkan pada KRB 1, penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan berjumlah 79 orang, yang terdiri dari 34 orang laki-laki dan 45 orang perempuan. Jumlah penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan di seluruh KRB adalah 445 orang yang tersebar di 4 desa, terdiri dari 194 orang laki-laki dan 251 orang perempuan.
Bangunan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 3 meliputi 71 bangunan rumah, 1 fasilitas pendidikan dan 1 fasilitas kesehatan. Pada KRB 2, bangunan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan meliputi 39 bangunan rumah, 1 fasilitas pendidikan, dan 1 fasilitas kesehatan. Sedangkan pada KRB 1, bangunan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan meliputi 20 bangunan rumah, 1 fasilitas pendidikan dan 1 fasilitas kesehatan.
Lingkungan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 3 meliputi areal seluas 345 ha yang terdiri dari 267 ha semak belukar dan 78 ha tegalan. Pada KRB 2, lingkungan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan meliputi areal seluas 198 ha yang terdiri dari 164 ha semak belukar dan 34 ha tegalan. Sedangkan pada KRB 3, lingkungan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan meliputi areal seluas 137 ha yang terdiri dari 55 ha semak belukar dan 82 ha tegalan.

Gunung Fatu Timao

http://lh3.ggpht.com/-IGlFD-qvM7A/TkKfkGRMqLI/AAAAAAAAOGY/8bYXssmWNj8/west%252520timor%252520019.JPG?imgmax=640Gunung Fatu Timao adalah sebuah Gunung yang terletak di negara Indonesia yang memiliki ketinggian 1774 meter, atau setara dengan 5820 kaki.  Dataran tinggi berbentuk Gunung yang bernama Gunung Fatu Timao ini berada di wilayah Asia.  Apabila anda memiliki uang serta keberanian yang cukup anda bisa mengunjungi Gunung Fatu Timao di Indonesia, Asia untuk melakukan pendakian maupun sekedar menikmati pemandangan alamnya (selama diijinkan oleh pemerintah setempat).  Gunung Fatu Timao merupakan ciptaan Tuhan yang sempurna, kokoh dan indah yang harus kita syukuri dan kita pelihara.

Informasi Lebih Rinci (Detil) Gunung Fatu Timao :

Nama : Gunung Fatu Timao
Nama Internasional  : Mount Fatu Timao
Bentuk / Nama Lain : Gunung Fatu Timau
Ketinggian : 1774 meter / 5820 kaki
Negara : Indonesia
Wilayah / Benua : Asia
Keterangan Wilayah : Kepulauan Nusa Tenggara / Kepulauan Sunda Kecil
Huruf Awal Nama : F
Tipe / Jenis : Gunung
Peringkat Ketinggian (Dunia) : Belum Tersedia
Koordinat Peta : Belum Tersedia
Penonjolan (meter) : Belum Tersedia
Informasi Tambahan : -
Keterangan : -
Sumber Data :  Wikipedia, dan sumber internet lainnya

Poin Penting / Kesimpulan dari Gunung Fatu Timao :

Kesimpulan 1 :  Gunung Fatu Timao berada di negara Indonesia di daerah Asia
Kesimpulan 2 :  Tinggi / Ketinggian Gunung Fatu Timao adalah 1774 meter atau 5820 kaki
Kesimpulan 3 :  Gunung Fatu Timao adalah merupakan dataran tinggi berupa Gunung
Kesimpulan 4 :  Secara internasional Gunung Fatu Timao bernama Mount Fatu Timao

Gunung Egon

GUNUNG EGONGunung Egon adalah sebuah Gunung Berapi yang terletak di Kabupaten Sikka, Pulau Flpres, provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Gunung ini memiliki tinggi 1.703 meter dari permukaan laut. Gunung Egon yang berada di Kecamatan Waigete dan letaknya sekitar 30 km timur Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka.
Jika anda tertarik untuk menikmati alam Gunung Egon, anda bisa mengunakan jalur transportasi darat, laut dan udara menuju Kota Maumere. Melalui jalur darat anda bisa memulainya dari Kabupaten Ende, Kabupaten Ngada Dan Flores Timur karna kabupaten sikka berbatasan langsung dengan tiga kebupaten.
Melalui jalur udara Bagi anda yang berada di luar pulau flores , anda dapat mengakses via udara dari Makassar, Denpasar (transit dari Jakarta, Yogyakarta dan Surabaya). Anda yang berada di wilayah NTT anda bisa mengunakan jalur udara dari Ende, kupang dan Labuanbajo, menuju Bandara bernama Wai Oti yang sejak bulan July 2010 telah diganti dengan nama Bandar Udara Frans Seda dengan panjang landasan aspal 2500 meter, dan dapat didarati oleh jenis pesawat Boeing. saat ini terdapat 6 maskapai penerbangan yang melayani mobilitas pendduduk antar pulau dan aktivitas ekspor dan impor.
Anda juga dapat mengunakan transportasi laut, melalui pelabuhan laut L.Say Yang Berada yang melayani kapal PELNI tujuan Makassar – Maumere, Kupang,Lewoleba – Maumere dan jugaa kapal RORO dari Surabaya – Maumere.

Gunung Barutara

Gunung Barutara biasa disebut juga dengan nama lain Pulu Komba atau Pulu Kambing II atau Pulu Betah memiliki kawah yang terletak di pulau berbentuk bulan sabit dengan ukuran 700 x 900 m dan 350 x 200 m di bagian atasnya. Gunung Batutara bertipe Strato secara geografis terletak pada posisi 7047’30” LS dan 123034’45” BT dan secara administratif masuk di wilayah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Puncak gunung berada pada ketinggian sekitar 470 m dpl dengan kota terdekat adalah Patar – Lembata, sedangkan pos pengamatan gunung berada di pos pengamatan Gunung Lewotolo di Pulau Lembata.

Friday, December 5, 2014

Gunung Mutis

Cagar Alam Gunung Mutis ini terkenal dengan gunung-gunung batu marmernya yang oleh masyarakat setempat disebut Faut Kanaf atau batu nama. Kawasan wisata ini berjarak sekitar 140 km dari timur laut dari Kota Kupang dan memiliki luas sekitar 12.000 hektar. Kawasan cagar alam ini dihuni oleh salah satu suku tertua di NTT yaitu Suku Dawan.
Kawasan Wisata Gunung Mutis memiliki tipe vegetasi yang merupakan perwakilan hutan homogen dataran tinggi. Kawasan ini juga didominasi berbagai jenis ampupu (Eucalyptus urophylla) dan cendana (Santalum album). Selain kedua jenis tumbuhan itu, masih ada beragam jenis lain seperti paku-pakuan, rumput-rumputan, dll.
Fauna kawasan ini juga sama kayanya. Di kawasan ini pengunjung bisa menjumpai rusa Timor (Cervus timorensis), kuskus, biawak timor (Varanus timorensis), ular sanca Timor (Phyton timorensis), punai Timor (Treon psittacea), betet Timor (Apromictus jonguilaceus), pergam Timor (Ducula cineracea), dll.
Hal lain yang menarik untuk disaksikan adalah bagaimana suku-suku asli kawasan ini memanfaatkan dahan dan ranting pohon-pohon besar untuk membuatkan rumah bagi lebah hutan penghasil madu. Bagi masyarakat setempat, lebah hutan membantu mereka menopang kehidupan ekonomi dari hasil ternak dan pertanian.
Kawasan Wisata Cagar Alam Gunung Mutis terletak di wilayah Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Untuk mencapai kawasan Cagar Alam Gunung Mutis dapat ditempuh melalui tiga jalur yakni dari arah selatan, timur dan utara. Dari arah selatan dan timur melewati Kabupaten Timor Tengah Selatan, dimana setelah tiba di Kapan (Kota Kecamatan Molo Utara) jalur menuju lokasi Cagar Alam Gunung Mutis terbagi atas dua arah yaitu, arah selatan menuju Desa Fatumnasi (49 Km dari Soe, Kota Kabupaten TTS), dan arah timur melalui Desa Bonleu (30 Km dari SoE, Kota Kabupaten TTS). Sedangkan dari utara melalui Kabupaten Timor Tengah Utara.
[Reverensi :kidnesiac.om]
Kawasan Cagar Alam Gunung Mutis terletak di bagian barat laut Pulau Timor, Secara administrasi Cagar Alam Gunung Mutis berada dalam dua wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Timor Tengah Utara.
Secara keseluruhan keadaan topografi Kelompok Hutan Mutis adalah berat dengan relief berbukit sampai bergunung dan keadaan lereng miring sampai curam. Sedangkan keadaan lapangan kawasan Cagar Alam Gunung Mutis dan sekitarnya bergelombang sampai bergunung, sebagian besar wilayahnya mempunyai kemiringan 60% ke atas . Puncak tertinggi adalah Gunung Mutis dengan ketinggian 2.427 meter dpl.
Formasi geologi di Kelompok Hutan Mutis – Timau (Pulau Timor) sebagian tersusun dari Deret Sonebait dan sebagian kecil dari Deret Kekneno. Sekis Hablur, Batuan Basah Menengah, Batuan Basah, Batuan Endapan Meogen dan Paleogen.
Jenis tanah yang terdapat di wilayah Mutis Timau terdiri atas tanah-tanah kompleks dengan bentuk pegunungan kompleks dan jenis tanah mediterium dengan bentuk pegunungan lipatan.
Gunung Mutis dan sekitarnya merupakan daerah terbasah di Pulau Timor, hujan turun hampir setiap bulan dengan frekuensi hujan tertinggi terjadi pada bulan November sampai Juli ,Suhu berkisar antara 14’C – 29’C, dan pada kondisi ektrim dapat turun hingga 9’C . Angin kencang berkecepatan tinggi terjadi pada bulan November sampai Maret.
Keadaan hujan yang turun hampir setiap bulan sepanjang tahun, memungkinkan kawasan Cagar Alam Gunung Mutis ini menjadi sumber air utama bagi tiga Daerah Aliran Sungai (DAS) besar di Pulau Timor yaitu Noelmina dan Noel Benain di bagian selatan dan Noel Fail di bagian utara. Drainase aliran sungainya berpola dendritis (Noel Mina dan Noel Benain) sebagai akibat kompleksitas permukaan di bagian selatan dan pola pararel (Noel Fail) akibat kelerengan yang relatif seragam di bagian utara.
Ada enam desa yang berbatasan langsung dengan Cagar Alam Gunung Mutis yaitu Desa Tutem, Bonleu, Nenas, Nuapin, Nunbena dan Fatumnasi.
Kawasan Cagar Alam Gunung Mutis dan sekitarnya termasuk tipe hutan hujan yang relatif homogen dan di dominasi oleh jenis ampupu (Eucalyptus Urophylla). Jenis lain yang menonjol setelah ampupu adalah podocarpus sp, casuarinas junghuniana Mig dan Celtis Wightii Planch yang membentuk tajuk lapis kedua di bawah tajuk ampupu.
Secara vertikal kawasan hutan Cagar Alam Gunung Mutis dapat terlihat tersusun atas tiga lapis tajuk pohon. Lapisan paling atas setinggi 35 – 45 meter, lapisan kedua antara 15 – 25 meter dan lapisan ketiga berupa perdu atas pohon kecil dengan ketinggian 2 – 5 meter.
Masing-masing lapisan di dominasi oleh jenis tertentu, lapisan paling atas umumnya pohon ampupu (Eucalyptus Urophylla), lapisan kedua oleh pohon Tune (Podocarpus sp) dan Celtis Wiqhtii Planch, sedang lapis ketiga adalah Belta jenis Natwon (Daphiniphyllum Glancescens BI) yang tersebar merata di bagian bawah.
Secara umum dapat dikatakan bahwa hutan lokasi pengamatan relatif homogen dan tumbuh secara alami. Hal ini terlihat dari sedikitnya jumlah jenis pohon yang tercatat dalam petak contoh seluas 1 Ha. Selain dari jumlah jenis yang sangat sedikit, tegakannya juga didominasi oleh satu jenis pohon. Dari sample plot tercatat 15 jenis pohon, dengan jenis dominan Eucalyptus urophylla yang mempunyai nilai penting
Meskipun hutan ini homogen, tidak seperti layaknya hutan hujan tropika, kerapatan pohonnya realtif sedang. Keterbatasan jumlah jenis dilokasi pengamatan, selain disebabkan luas sample plot yang relatif kecil diduga juga disebabkan keadaan lingkungan yang agak ekstrim. Keadaan lingkungan ini membatasi jumlah jenis yang mampu beradaptasi dengan daerah setempat. Keadaan lingkungan yang diduga sebagai pembatas adalah kondisi topografi permukaan, tekanan angin, suhu, keadaan cuaca, zonasi kegiatan ternak, penebangan dan praktek pertanian yang berpindah-pindah.
Tidak berbeda dengan keadaan pohon, belta dilokasi juga sedikit jumlah jenisnya dan didominasi oleh satu jenis tertentu. Dari sample plot belta ukuran 10m x 10m tercatat hanya ada 9 jenis. Jenis yang paling dominan adalah Daphniphyllum Glaucescens.
Pohon ampupu mempunyai perakaran yang dangkal meskipun tumbuhan ini dapat mencapai diameter batang lebih dari 2 meter dan tinggi 45 meter, akibatnya pohon mudah tumbang bila tertiup angin kencang.
Pada bagian bawah tegakan pohon ampupu agak terbuka dan banyak ditumbuhi jenis rumput. Didalam kawasan Cagar Alam Gunung Mutis terlihat padang rumput yang tidak ditumbuhi oleh pohon bahkan perdu datau herba lain. Padang rumput tersebut merupakan padang penggembalaan terutama ternak penduduk disekitar kawasan

Gunung Lewotobi

http://lh6.ggpht.com/-zPMt3GB4j2Q/UfXt1SubphI/AAAAAAAAT_M/8f81lg6UPtM/alor%252520to%252520flores%252520375.JPG?imgmax=160&crop=1Kawasan ini terletak 75 km sebelah timur Maumere, didominasi oleh gunung api aktif yang spektakuler yaitu G. Lewotobi, yang memiliki dua puncak (Laki-laki dan Perempuan) dan pernah meletus tahun 1971, 1972 dan 1991, yang menyebabkan terbentuknya Semenanjung Flores. Gunung Lewotobi Laki-laki memiliki ketinggian 2.263 m sedangkan G. Lewotobi Perempuan 1.703 m. Daerah pesisir pantai terdiri atas hutan mangrove, daerah berpasir, gua-gua tepi pantai, serta daerah pesisir berbatu karang yang merupakan tempat ideal bagi burung-burung air. Lima tipe vegetasi dominan terdapat di dalam kawasan ini, dan merupakan kawasan dengan keanekaragaman habitat yang tinggi di Flores. Daerah savana Eucalyptus alba (+ 10 km2) yang kemungkinan merupakan hutan dataran rendah satu-satunya di Flores. Tipe habitat lainnya adalah hutan tropika kering luruh daun kurang lebih 500 ha yang didominasi oleh Tamarindus indica dan Terminalia cattapa, dan hutan tropika kering semi awet hijau seluas kurang lebih 1.500 ha.
  
1. Lewotobi Laki-Laki

-4 dan 8 Mei 1861 berupa letusan abu
-tahun 1865 berupa letusan abu
-tanggal 13 Juli dan 15 desember 1868 berupa letusan abu
-tahun 1869 berupa letusan abu dan lontaran batu, korban tercatat ada 2 orang
-tahun 1907, ketika itu aktifitas gunung sudah mulai sejak 28 september sampai 18 Oktober. Berupa letuan abu dan aliran lava ke arah Nobo dan Nurabeleng. Korban tercatat ada 6 orang.
-tanggal 9 April 1909-21 Mei 1910 berupa letusan abu dan aliran lava.
-tanggal 29 Juni 1914 berupa letusan abu dan aliran lava
-tanggal 21 Mei 1932-Desember 1933 berupa letusan abu, aliran lava dan guguran lava.
-tanggal 17 Desember 1939-21 April 1940 berupa letusan abu dan aliran lava.
-tahun 1969 dan 1970 berupa letusan abu
-tanggal 2 april 1990 berupa letusan abu
-tanggal 28 Juli 1992 berupa letusan abu
-tanggal 21 Maret-1 Juli 1999 berupa letusan abu
-tanggal 31 Mei – 31 Agustus 2003 berupa letusan abu

2. Lewotobi Perempuan

-tanggal 1-4 Januari 1921 berupa letusan abu dan pembentukan kuba lava
-desember 1935 berupa letusan abu.

Monday, November 24, 2014

Museum Bahari Ende

Museum Bahari yang didirikan di Kabupaten Ende,sejak 14 Agustus 1996 lalu saat ini menyajikan 22 ribu kekayaan laut. kekayaan yang ada di museum ini diantaranya lebih dari 1.000 jenis Spesies kerang dan 150 jenis Spesies ikan. jumlah Spesies ini mengalami perkembangan karena sebelumnya hanya terdapat sekitar lima ribu koleksi kekeyaan laut Demikian disampaikan Pater Gabriel Goran,SVD,Penggagas,Pendiri dan penggelola museum Bahari Ende

Pastor kelahiran 14 April 1941 ini mengatakan,museum ini memiliki nilai edukatif yang tinggi karena dengan memperkenalkan kekayaan laut kepada generasi muda,khususnya pelajar,maka para pelajar dapat memahami berbagai jenis kandungan/habitat laut serta sumber gizi tinggi yang dimilikinya. Pater Gabriel mengatakan,dia mulai mengoleksi kekayaan laut sejak tahun 1981.Ia lalu mengajukan idenya pada awal tahun 1996 kepada Pemda Ende untuk mendirikam Museum Bahari. Idenya ini mendapat tanggapan baik,dan Pemda bersedia menyiapkan lahan di paru-paru Kota Ende untuk didirikan Museum tersebut.

Pater Gabriel menyampaikan filosofinya yang menjadi motifasi ia mencintai laut,"Semakin Anda menyelam di lautan, anda akan dapat menikmati kedalamam cinta Tuhan. Dan cinta Tuhan menyembuhkan"

Ia memberi contoh,ikan hiu jenis Centoporus yang bisa hidup pada kedalaman 600-1.000 meter di dasar laut dalam sebuah ruangan tanpa udara. Dalam hati ikan hiu tersebut terdapat kandungan minyak yang terbukti dapat menyembuhkan berbagai penyakit kronis.

Ruangan Museum itu tampak keindahan aneka koleksi.Tetapi ruangan kelihatan tidak cukup lagi karena semakin banyak koleksi yang kian berhimpitan. Hal ini di benarkan Pater Gabriel,karena jumlah koleksi terus bertambah.

Iapun mengaku sudah terpikirkan untuk mengubah setingan tempat di Museum itu menjadi lebih luas,termasuk rencana melengkapi tempat Museum ini dengan menyediakan taman baca, terutama buku pengetahuan Bahari yang semakin jarang di temui. Kemudian ia juga berpikir agar di pinggir Museum di kelilingi kolam dengan ikan laut di dalamnya sehingga Museum seakan-akan berada di tengah lautan. "Tapi ini hanya ide gila saya saja,karena hal itu membutuhkan biaya yang sangat besar."Kata Pater Gabriel sambil tersenyum.

KOLEKSI

Koleksi museum ini terdiri atas berbagai spesies binatang laut dan benda-benda laut lainnya.

ALAMAT

Jalan Moh. Hatta
Ende, Flores, NTT
Telepon 0813-537336

Museum “Bikon Blewut” Maumere

Sejak kedatangan para misionaris Serikat Sabda Allah atau Societas Verbi Divini (SVD) ke Flores pada awal abad ke-19, mereka telah mengumpulkan berbagai benda budaya masyarakat Flores untuk dilestarikan. Para misionaris juga merupakan ahli sejarah, bahasa, dan kebudayaan, seperti Paul Arndt, Theodore Verhoeven, Guisinde, Jilis Verheljen, dan Paul Schebesta. Penelitian yang mereka lakukan dipublikasikan di jurnal ilmiah Anthropos, jurnal yang didirikan pada 1906 di Austria. Benda-benda hasil penelitian mereka inilah yang kemudian menjadi koleksi Museum ‘Bikon Blewut’, museum yang didirikan oleh Verhoeven pada 1965.


KOLEKSI

Koleksi museum ini antara lain berupa alat musik tradisional Flores, tenun ikat Flores dan Sumba, serta
benda-benda etnografis dari Flores dan NTT.

ALAMAT

Kompleks Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero,
Maumere 86152, Flores, NTT
Telepon 0382-21893
Faks. 0382-21892

ads

ads