Gunung
Guntur merupakan gunung yang memeiliki ketinggian sekitar 2000 dpl
keatas, dan memiliki luasa kawanan hutan sekitar 250 hektar area terbuka
berupa vegetasi hutan pinus dan hutan basah. Kawasn gunung guntur ini
di kelola oleh Badan Koordinasi Sumber Daya Alam Jawa Barat di bawah
suta keputausan dari MEnteri Kehutanan.
Gunung guntur berada di wilayah kabupaten garut ini dan berada pada
wilayah kecamatan Tarogong Kaler yang berjarak 3 kilometer dari ibukota
kecamatannya. Dan berjarak 7 kilometer dari Garut Kota.
Gunung guntur ini adalah gunung aktif vulkanik, mempunyai kawah yang
berada di sekitar puncaknya. Dari lansekpanya terlihat di kota Garut di
kejauhan Gunung guntur mempunyai tiga puncak tertinggi dan terlihat
seperti gersang karena jumlah pepohonan yang berkurang di sekitar puncak
dan sering terjadinya kebakaran.
Dalam lingkungan hutan gunung guntur terdapat lembah lembah, air terjun,
sungai-sungai berair jernih dan kawah di puncaknya. Karena
karakteristiknya yang unik Gunung Guntur sering dijadikan tempat naik
gunung bagi para penggiat alam terbuka, tempat berkemah dan hiking para
pandu atau pramuka.
Posisi dan letak Gunung Guntur menurut GPS berada pada Koordinat : 7 10' 47" S, 107 51' 47" E
Dan berada pada wilayah administratip kecamatan tarogong kaler, Kabupaten Garut
Untuk mencapai lokasi Gunung Guntur anda mencapainya dari arah kota
Garut yaitu dari terminal Gunturm yang berjarak 5 kilometer. Dari
terminal Guntur ini Anda bisa menggunakan angkot atau dengan angkutan
tradisonal atau angkutan carteran dengan Tujuan Cipanas. Transportasi
ini hanya ada dan beroperasi mulai pagi jam 5 sampai jam 7 malam.
Pendakian ke puncak/kawahnya dapat dilakukan dari Kampung Citiis sebelah
selatan Gunung Guntur, dengan waktu tempuh 3 - 4 jam. Untuk menuju
Kampung Citiis bisa dilakukan dari Kota Garut (3 km) dengan menggunakan
kendaraan roda 4 (empat).
Gunung Guntur adalah nama sebuah puncak dari suatu kelompok gunungapi
yang disebut dengan Komplek Gunung Guntur. Komplek Gunung Guntur ini
terdiri atas beberapa kerucut, yaitu Gunung Masigit (2249) yang
merupakan kerucut tertinggi. Ke arah tenggara dari Gunung Masigit
terdapat kerucut Gunung Parukuyan (2135m), Gunung Kabuyutan (2048) Dan
Gunung Guntur.
Gunung Guntur
tidak berdiri sendiri sebagai kerucut tunggal, yang mana di bagian
puncaknya dicirikan dengan adanya kerucut-kerucut tua bekas titik erupsi
yang merupakan satu kelompok besar Gunung Guntur. Dari kelompok besar
Gunung Guntur ini nampak dua buah kaldera, yaitu Kaldera Pangkalan di
sebelah barat dan Kaldera Gandapura di sebelah timur.
Dengan terbentuknya kedua kaldera itu maka terbentuk pula
rekahan-rekahan yang memanjang dimana kemudian muncul kerucut-kerucut
gunungapi, diantaranya Gunung Gajah, Gunung Gandapura, Gunung Agung,
Gunung Picung dan Gunung Batususun. Deretan gunungapi yang lebih muda
adalah Gunung Masigit, Gunung Sangiang Buruan, Gunung Parupuyan Gunung
Kabuyutan dan Gunung Guntur yang merupakan gunungapi termuda dan paling
aktif sampai sekarang. Gunung Putri yang terletak agak jauh diselatannya
mungkin merupakan salah satu kerucut parasit dari kelompok Gunung
Guntur ini. Komplek Gunung Guntur ini di sebelah utara berbatasan dengan
dataran tinggi Leles, sedangkan di sebelah timur dan selatan berbatasan
dengan dataran tinggi Garut dan di sebelah baratnya berbatasan dengan
Gunung Kunci, Sanggar, Rakutak dan Kawah Kamojang.
Keterangan Umum
Nama : G. Guntur
Nama Lain : Gunung Gede
Nama Kawah : Kawah Guntur
Tipe Gunungapi : Strato
Lokasi
a. Geografi : 07o 08'30" LS dan 107o20' BT
b. Administratif : Kabupaten Garut, Jawa Barat
Ketinggian
a. Dml : 2249 m
b. Dari kota terdekat : 1600 m
Pos Pengamatan
a. Lokasi : Desa Sirnajaya, Kecamatan Tarogong, Kab. Garut
b. Posisi Geografi : 07o 11' 55.2767"LS dan 107o 51' 39.1195" BT
Kota terdekat : Garut
SEJARAH LETUSAN
Daftar Waktu Letusan
Tahun Kegiatan
1690 : Letusan besar, banyak orang menjadi korban, daera rusak
1770 : Keterangan lebih lanjut tidak
1777 : Terjadi letusan
1780 : Terjadi aliran lava
1803 : Letusan pada tanggal 3-15 April
1807 : Terjadi letusan pada tanggal 9 Mei
1809 : Keterangan lebih lanjut tidak ada
1815 : 15 Agustus
1815/1816 : 21 September
1816 : 21-24 Oktober
1825 : 14 Juni, hutan di sekitar gunung terbakar
1827/1828 : Keterangan lebih lanjut tidak ditemukan
1829 : Beberapa kampung hancur, beberapa orang menjadi korban
1832 : 16 Januari, 8-13 Agustus
1833 : 1 September
1834/1835/1836 : Bulan Desember
1840 : Terjadi aliran lava ke Cipanas
1841 : 14 Nopember, letusan sangat besar
lk 400.000 batang pohon kopi hancur
1843 : 4 Januari dan 25 November
Tanah rusak dan beberapa kampung terlanda
1847 : Tidak ditemukan keterangan lebih lanjut
Monday, December 1, 2014
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment