Advertise Here

Promote your business.

Advertise with us

take your brand to new heights.

Advertising info

Let's do cool things together!.

Space available to advertise

Target your audience.

keep calm and advertise

Get your business noticed!.

Showing posts with label aceh. Show all posts
Showing posts with label aceh. Show all posts

Thursday, November 27, 2014

Gunung Ulumasen

Gunung Ulumasen adalah sebuah Gunung yang terletak di negara Indonesia, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang memiliki ketinggian 2390 meter, atau setara dengan 7841 kaki.  Dataran tinggi berbentuk Gunung yang bernama Gunung Ulumasen ini berada di wilayah Asia.  Apabila anda memiliki uang serta keberanian yang cukup anda bisa mengunjungi Gunung Ulumasen di Indonesia, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Asia untuk melakukan pendakian maupun sekedar menikmati pemandangan alamnya (selama diijinkan oleh pemerintah setempat).  Gunung Ulumasen merupakan ciptaan Tuhan yang sempurna, kokoh dan indah yang harus kita syukuri dan kita pelihara.

Informasi Lebih Rinci (Detil) Gunung Ulumasen :

Nama : Gunung Ulumasen
Nama Internasional  : Mount Ulumasen
Bentuk / Nama Lain : -
Ketinggian : 2390 meter / 7841 kaki
Negara : Indonesia, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
Wilayah / Benua : Asia
Keterangan Wilayah : Pulau Sumatera
Huruf Awal Nama : U
Tipe / Jenis : Gunung
Peringkat Ketinggian (Dunia) : Belum Tersedia
Koordinat Peta : Belum Tersedia
Penonjolan (meter) : Belum Tersedia
Informasi Tambahan : Kabupaten Aceh Jaya
Keterangan : -
Sumber Data :  Wikipedia, dan sumber internet lainnya

Poin Penting / Kesimpulan dari Gunung Ulumasen :

Kesimpulan 1 :  Gunung Ulumasen berada di negara Indonesia, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam di daerah Asia
Kesimpulan 2 :  Tinggi / Ketinggian Gunung Ulumasen adalah 2390 meter atau 7841 kaki
Kesimpulan 3 :  Gunung Ulumasen adalah merupakan dataran tinggi berupa Gunung
Kesimpulan 4 :  Secara internasional Gunung Ulumasen bernama Mount Ulumasen

Gunung Seulawah Agam

Ketiggian
1,800 mdpl
Lokasi
Indonesia,sumatera,aceh
Pegunungan
Bukit barisan
Koordinat
Geologi
Jenis
Stratovolcano
Letusan terakhir
1839

Seulawah Agam difoto dari arah Lamteuba, Aceh Besar. | FOTO: Radzie/ACEHKITA.COMGunung Seulawah Agam terbentuk akibat pertemuan lempeng Indo-Australia yang bergerak relatif ke utara, menujam di bawah Lempeng Kerak Benua Eurasia. Akibat penujaman itu maka terjadi proses peleburan (melting) kerak Samudera Indo-Autralia menjadi magma, yang kemudian menerobos kepermukaan melewati zona lemah dan kemudian membentuk Gunung Seulawah Agam.

Gunung Seulawah Agam terletak di Kec. Lembah Seulawah, Kab. Aceh Besar. Gn. Seulawah Agam merupakan salah satu gunung berapi tipe C di Provinsi Aceh, Pada tanggal 16 & 21 agustus 1975, terdengar suara gemuruh dan asap keluar dari GN.Seulawah Agam (Sumber: Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi).
Seulawah adalah nama gunung yang dikenal oleh masyarakat aceh dengan puncaknya Seulawah Agam dan Seulawah Dara dan juga sebagai Kawasan Penyangga Ekosistem Leuser, Kawasan ini memiliki luas lebih kurang 1,4 juta ha yang meliputi wilayah Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Jaya, Aceh Besar, Pidie, Bireun dan Aceh Tengah. Kawasan Seulawah dengan suhu udara minimum 19-21 C dan maksimum 25-30 C dengan curah hujan yang berkisar 2.000 – 2.500 mm pertahun, dengan ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut (Mdpl).
Dengan kondisi alam yang sejuk dan curah hujan yang tinggi maka didaerah tersebut banyak didapati bermacam jenis Flora dan fauna seperti : Gajah yang di kenal dengan legenda Pocut Meurahnya, rusa, harimau, beruang, kancil, babi hutan, tenggiling, Landak dan ular, juga terdapat berbagai macam jenis burung yang selalu menghiasi kawasan ini. Luasnya bukit yang terjal yang diselimuti oleh berbagai macam jenis kayu seperti meranti, copat, cemara, beramah, urip, deriam dan semantuk sehingga menjadi penyangga kehidupan bagi makhluk hidup di kawasan tersebut.
Pendakian menuju puncak Gn. Seulawah Agam dapat dilakukan melalui Pasar Saree – Desa Suka Makmur – Alur Beton (Pintu Rimba) – Pintu Angin (Shelter I) – Beringin Tujuh – Batu Gajah – Puncak Seulawah Agam.
Pendakian melalui rute ini membutuhkan waktu 7-8 jam (waktu standar), dan relatif aman bagi pemula serta menyajikan karakteristik rute yang unik dan beragam tingkat kesulitannya.



Sekilas tentang perkampungan terakhir

Nama desa Suka Makmur, Saree kab Aceh Besar
Desa yang berpenduduk 40% suku jawa tersebut rata-rata berprofesi sebagai petani, jenis tanaman yang ditanam adalah ubi, ketela, jagung, bengkuang dan juga sayur-sayuran.
Warga desa suka makmur sudah terbiasa menerima tamu dari luar terutama para pendaki yang ingin mendaki gunung seulawah agam namun ada beberapa aturan yang mesti dijaga saat berada didesa tersebut.
1.dalam perjalanan, jangan sekali sekali masuk kedalam perkebunan warga tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada yang punya kebun, karena masyarakat disana menggunakan arus listrik bertegangan tinggi untuk mengamankan tanaman dari hama babi dan sejenisnya.
2. jangan membuang kotoran kedalam alur air yang dijumpai, karena masyarakat disana menggunakan air tersebut untuk dikonsumsi selain dari untuk menyuci.
3. beramah tamahlah dengan warga setempat agar perjalanan semakin mulus

Gunung Puet Sague/Panet Sagu

Peut SagoeGunung Peut Sagoe adalah sebuah Gunung yang terletak di negara Indonesia yang memiliki ketinggian 2780 meter, atau setara dengan 9121 kaki.  Dataran tinggi berbentuk Gunung yang bernama Gunung Peut Sagoe ini berada di wilayah Asia.  Apabila anda memiliki uang serta keberanian yang cukup anda bisa mengunjungi Gunung Peut Sagoe di Indonesia, Asia untuk melakukan pendakian maupun sekedar menikmati pemandangan alamnya (selama diijinkan oleh pemerintah setempat).  Gunung Peut Sagoe merupakan ciptaan Tuhan yang sempurna, kokoh dan indah yang harus kita syukuri dan kita pelihara.
 
 Informasi Lebih Rinci (Detil) Gunung Peut Sagoe :
Nama : Gunung Peut Sagoe
Nama Internasional  : Mount Peut Sagoe
Bentuk / Nama Lain : -
Ketinggian : 2780 meter / 9121 kaki
Negara : Indonesia
Wilayah / Benua : Asia
Keterangan Wilayah : Pulau Sumatera
Huruf Awal Nama : P
Tipe / Jenis : Gunung
Peringkat Ketinggian (Dunia) : Belum Tersedia
Koordinat Peta : Belum Tersedia
Penonjolan (meter) : Belum Tersedia
Informasi Tambahan : Kabupaten Pidie Jaya; Gunung Berapi
Keterangan : -
Sumber Data :  Wikipedia, dan sumber internet lainnya
Poin Penting / Kesimpulan dari Gunung Peut Sagoe :
Kesimpulan 1 :  Gunung Peut Sagoe berada di negara Indonesia di daerah Asia
Kesimpulan 2 :  Tinggi / Ketinggian Gunung Peut Sagoe adalah 2780 meter atau 9121 kaki
Kesimpulan 3 :  Gunung Peut Sagoe adalah merupakan dataran tinggi berupa Gunung
Kesimpulan 4 :  Secara internasional Gunung Peut Sagoe bernama Mount Peut Sagoe

Gunung Perkison

Gunung Perkison adalah sebuah Gunung yang terletak di negara Indonesia yang memiliki ketinggian 2828 meter, atau setara dengan 9278 kaki.  Dataran tinggi berbentuk Gunung yang bernama Gunung Perkison ini berada di wilayah Asia.  Apabila anda memiliki uang serta keberanian yang cukup anda bisa mengunjungi Gunung Perkison di Indonesia, Asia untuk melakukan pendakian maupun sekedar menikmati pemandangan alamnya (selama diijinkan oleh pemerintah setempat).  Gunung Perkison merupakan ciptaan Tuhan yang sempurna, kokoh dan indah yang harus kita syukuri dan kita pelihara.

Informasi Lebih Rinci (Detil) Gunung Perkison :

Nama : Gunung Perkison
Nama Internasional  : Mount Perkison
Bentuk / Nama Lain : -
Ketinggian : 2828 meter / 9278 kaki
Negara : Indonesia
Wilayah / Benua : Asia
Keterangan Wilayah : Pulau Sumatera
Huruf Awal Nama : P
Tipe / Jenis : Gunung
Peringkat Ketinggian (Dunia) : Belum Tersedia
Koordinat Peta : Belum Tersedia
Penonjolan (meter) : Belum Tersedia
Informasi Tambahan : -
Keterangan : -
Sumber Data :  Wikipedia, dan sumber internet lainnya

Poin Penting / Kesimpulan dari Gunung Perkison :

Kesimpulan 1 :  Gunung Perkison berada di negara Indonesia di daerah Asia
Kesimpulan 2 :  Tinggi / Ketinggian Gunung Perkison adalah 2828 meter atau 9278 kaki
Kesimpulan 3 :  Gunung Perkison adalah merupakan dataran tinggi berupa Gunung
Kesimpulan 4 :  Secara internasional Gunung Perkison bernama Mount Perkison

Gunung Talamau

Pesona 13 Telaga di Gunung Talamau PasamanGunung Talamau di Kabupaten Pasaman Barat adalah gunung tertinggi di Sumatera Barat dengan ketinggian 2.913 meter dari permukaan laut. Sangat tidak rugi melakukan pendakian di Gunung Talamau. Selain itu di sekitar kawasan Gunung Talamau ada hotel dan wisma yang mempermudah akomodasi.

Jalur Pendakian
Untuk mencapai Gunung Talamau di Kabupaten Pasaman Barat bisa ditempuh dengan perjalanan darat selama 6 jam dari Kota Padang. Pendakian bisa ditempuh dari 3 titik start, yaitu Desa Pinagar, Malampah dan Kinali dengan waktu tempuh rata-rata 12 jam. Di sepanjang jalur pendakian banyak terdapat papan penunjuk jalur, sangat membantu agar tidak tersesat.

Rute awal yang dilalui adalah lahan pertanian dan ladang penduduk. Setidaknya akan ada 4 pos yang akan dilalui oleh para pendaki, yaitu Pondok Bukit Harimau Campo (710 mdpl, Pos Rindu Alam (1100 mdpl), Pos Bumi Sarasah (1860 mdpl) dan Posko Paninjauan (2500 mdpl).

Pesona alam jalur dan puncak Talamau
Dari Puncak Gunung Talamau, terlihat jelas Puncak Gunung Pasaman. Gunung Talamau berdekatan dengan Gunung Pasaman dan dipisahkan oleh sebuah sungai. Dari Puncak Gunung Talamau, para pendaki bisa langsung turun dan naik ke Gunung Pasaman.

Dari puncak akan terlihat telaga-telaga Gunung Talamau. Setidaknya ada 13 telaga yang terdapat di Gunung Tamalau. Ketiga belas telaga itu antara lain, Talago Mandeh Rubiah, Talago Biru, Talago Tapian Sutan Bagindo, Talago Cindua Mato, Talago Tapian Puti Mambang Surau, Talago Siuntuang Sudah, Talago  Satwa, Talago Puti Bungsu, Talago Putri Sangka Bulan, Talago Rajo Dewa, Talago Lumuik, Talago Imbang Langik, dan Talago Buluah Parindu.

Gunung Talamau di Kabupaten Pasaman Barat lebih bersih dan lebih terawat dibanding Gunung Marapi dan Gunung Singgalang. Ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditemui saat mendaki Gunung Talamau di Kabupaten Pasaman Barat, salah satunya yaitu adanya air terjun Puti Lenggo Geni dengan ketinggian 109 meter. Selain itu di Padang Siranjano juga akan ditemui padang rumput dengan fauna rusa, kijang, kambing hutan dan tapir. Selain 13 telaga tadi juga terdapat kawah belerang di 5 puncak gunung yang tersebar di Gunnung Talamau. Di daerah puncak gunung juga terdapat empat gua.By Rusdi Chaprian

Gunung Leuser

Taman nasional gunung Leuser terletak di propinsi Naggroe Aceh Darussalam dan propinsi Sumatera Utara dan merupakan hutan lindung yang harus di jaga dan di lestarikan. Secara spesifik, gunung Leuser terdiri dari Suaka Margasatwa Kluit, Suaka Margasatwa Gunung Leuser, Suaka Margasatwa Kappi, Suaka Margasatwa Langkat Selatan, Suaka Margasatwa Sikundur, Taman Wisata Lawe Gura, Taman Wisata Sikundur dan hutan lindung serta hutan produksi terbatas.

AKSES MENUJU LEUSER

Dari terminal Pinang Baris - Medan, pendaki dapat naik bis berukuran besar seperti Garuda, Pinem atau selain menuju Kutacane yang berjarak 233 km, dengan memakan waktu kira - kira 10 - 12 jam. Dalam perjalanan tersebut pendaki akan melewati Brastagi dan Kaban jahe. Kutacane merupakan ibukota Aceh Tenggara. Daerah ini membentang diantara jalan raya yang menghubungkan Banda Aceh dengan Bakingan, yang membentang sepanjang 508 km. Selain melalui Medan, Kutacane juga dapat ditempuh melalui Banda Aceh dengan mengendarai Colt L-300. Selanjutnya dari kutacane naik angkutan lokal ( Loser, Marmas ) Jurusan Blangkajeren ke Desa Angusan, atau dapat mencarter langsung ke Desa Kedah Penosan.



JALUR PENDAKIAN

Sekarang sudah terdapat 4 jalur yakni jalur normal, merupakan jalur pertama yang dibuka oleh Wanadri. Jalur ini mengambil start dari Desa Kedah Penosan Kuta Panjang Aceh Tenggara. Tiga jalur lainnya terdapat pada pendakian Gunung Leuser melalui jalur selatan. Ketiga jalur tersebut yakni jalur Peulumat yang dibuka oleh UKM PA Leuser Unsyiah pada tahun 1994, yang startnya dimulai dari Desa Peulumat Kecamatan Labuhan Aceh Selatan, jalur Rika Vandayana yang dibuka pada tahun 1990.

Perintisan jalur tersebut gagal dan hilang, karena saat rombongan menyeberangi Sungai Kerueng Meukek dilanda air bah, yang mengakibatkan tewasnya Rika Vandayana yang juga merupakan Anggota Wanadri. Beberapa waktu kemudain jalur ini dirintis kembali oleh tim putri Jeumpa pada tahun 1995 yang mengambil start dari Desa Jambo Papeun Kecamatan Meukek Aceh Selatan. Jalur ini kemudian diberi nama jalur Putri Jeumpa. dan jalur Manggeng yang dirintis oleh anggota gabungan Wanadri dan Brimob Polri pada bulan Mei 1994 melalui kecamatan Manggeng Aceh Selatan.

GREEN SINEBUK ( KEDAH ) - SIMPANG ANGKASAN
Dari jalur Kedah Aceh Tenggara, puncak gunung yang dituju tidak kelihatan berbeda dengan gunung-gunung lain yang ada di Jawa. Green Sinebuk merupakan pos terakhir berupa Bungalow yang berada pada ketinggian 1555 mdpl. Vegetasi di sekitar daerah ini merupakan daerah perkebunan masyarakat dan hutan herogen dengan keadaan alam yang berupa perbukitan dataran tinggi. Setiba di daerah ini pendaki akan diserbu oleh para guide yang memasang tarif antara Rp. 800.000 s/d Rp.1.000.000 per pendakian. Disekitar area ini terdapat 7 etnis penduduk yang mendiami seputar ekosistem Leuser yaitu Gayo, Aceh, Melayu, Alas, Singkil, Karo dan Pakpak. Untuk menuju puncak gunung Leuser diperlukan waktu selama 9-10 hari tergantung cuaca dan kondisi fisik pendaki. Maka secara total pulang - pergi, pendakian memakan waktu kira - kira 14 - 16 hari. untuk mencapai puncak gunung Leuser pendai harus melewati 7 gunung lagi sebagai persyaratannya.

Hutan pertama yang ditemui kondisinya masih cukup rimbun dan berlumut yang menyebabkan jalan setapaknya sangat licin. karena lebatnya hutan di daerah ini, sinar mataharipu tidak samai ke tanah sehingga kelembabannya menjadi abadi. Menurut penduduk setempat, daerah di sekitar ini terdapat " persimpangan siluman " yang merupakan sebuah persimpangan menuju perkebunan ilegal " perkebunan daun surga " yang di kelola oleh oknum - oknum tertentu. Disinyalir harimau Sumatera masih berkeliaran di sekitar daerah ini. Dan di sepanjang jalan akan disajikan pemandangan hewan - hewan yang langka. Menuju Simpang Angkasan diperlukan waktu normal pendakian 9 - 10 jam, itupun jika di dukung cuaca yang bersahabat.

SIMPANG ANGKASAN - JAMBUR
Simpang Angkasan terdapat disebuah pegunungan yang berada di ketinggian 1525 mdpl. Vegetasi di sekitar adalah hutan heterogen dan hutan yang telah hangus terbakar.Banyak terdapat jenis burung dan tumbuhan pemangsa binatang ( kantong semar ). Didaerah ini pendaki diwajibkan waspada karena terdapat percabangan lintasan yang cukup membingungkan. Untuk itu diperlukan Orientasi dan navigasi yang jitu dan tepat agar pendaki dapat meneruskan perjalanan menuju jambur. Lintasan menuju Jambur mulai nanjak dan berat dengan lebatnya vegetasi yang di dominasi oleh juluran pohon rotan. Diperlukan waktu 2 - 3 jam menuju Jambur.

JAMBUR - PUNCAK ANGKASAN
Jambur merupakan sebuah pos pendakian yang berupa tanah terbuka dan disekitar terdapat genangan air yang dapat digunakan sebagai keperluan memasak bagi para pendaki. Untuk menuju puncak Angkasan diperlukan waktu 3 - 4 jam dengan lintasan yang tetap menanjak.

PUNCAK ANGKASAN - SIMPANG JI'IT
Puncak Angkasan berada pada ketinggian 2891 mdpl. Disini pendaki dapat menjumpai beberapa jenis fauna. Perjalanan kesana ditempuh dengan menyusuri sebuah punggungan yang berhutan sangat lebat. Perjalanan kira - kira memakan waktu 2 - 2.5 jam dengan panjang lintasan 3.4 km.


Simpang JI'IT biasa dikenal juga dengan simpang 21. Selepas area ini lintasan tetap landai. Sekitar 1 km kemudian pendaki akan memasuki area hutan kayu manis. Selanjutnya pendaki harus benar - benar kembali menentukan orientasi medan yang tepat karena lintasan banyak tertutup oleh semak. Untuk sampai lintasan Badak pendaki perlu menempuhnya selama 3.5 - 4 jam dengan lintasan menanjak.

LINTASAN BADAK - BLANGBEKE
Lintasan Badak merupakan area camp yang berada didekat Bukit Perpanji. Biasanya pendaki berada disini jika telah memasuki hari kelima. Setelah itu lintasan menuju Blangbeke sangatlah panjang yang memakan waktu pendakian 8 - 10 jam. Untuk itu pendaki dianjurkan menimbun logistik sebagai cadangan makanan saat turun kelak.

BLANGBEKE - KOLAM BADAK
Selepas area Blangbeke kondisi medan mulai memasuki daerah berhutan lebat dan pepohonannya diselimuti lumut tebal. Vegatasi sepanjang lintasan ini sangatlah beragam mulai dari pohon berbatang keras dan lebat hingga semak dan benalu yang menempel apada pepohonan besar tersebut. Namun sepanjang lintasan ini belum dapat ditemui edelweis. Selepas area tersebut pendaki akan menyeberangi tiga buah sungai kecil dan sangat jernih dan dingin, dan sebuah sungai yang cukup besar dengan luas penampang mencapai 10 m, yang bernama sungai Alas 2 . sekitar 3 jam kemudian, pendaki akan tiba di Camp Kolam Badak.

KOLAM BADAK - BIPAK
Dinamakan kolam badak karena tempat ini sering digunakan berkubang oleh Badak - Badak Sumatera. Panorama disekitar kolam badak ini sangatlah indah bila cuaca cerah. Karena lokasinya sangat terbuka sehingga memungkinkan pendaki untuk menyaksikan area di kawasan bawah. Selain itu di tempat ini juga terdapat genangan air yang menyerupai sebuah danau. Ditempat yang cukup terbuka dengan sinar matahari yang cukup ini pendaki dapat menyempatkan diri menjemur segala perlengkapan pendakian yang basah. Selepas area kolam badak medan yang akan dilalui pendaki kembali menanjak dan sesekali menurun dengan pemandangan yang sangat indah. untuk mencapai Camp Bipak perlu waktu 5.5 - 6 jam.

BIPAK - BIPAK KALENG
Bipak kaleng merupakan sebuah pos yang berasal dari kata bivoak atau bivak. Tempat ini berada disebuah puncak bukit kecil yang tak bernama, biasanya pada hari ke 7 pendaki akan tiba disini. Puncak Leuser belumlah menampakan dirinya. Untuk sampai ke bipak kaleng memakan waktu selama 5-6 jam pendakian dengan medan yang hampir sama dengan sebelumnya, yakni naik turun melewati perbukitan dan lembah.


BIPAK KALENG - BIPAK BATU
Dinamakan bipak kaleng karena diarea ini terdapat bekas kaleng sisa makanan yang didrop dari helikopter kepada rombongan yang kehabisan perbekalan. untuk sampai ke bipak batu hanya memerlukan waktu 30 - 45 menit.

BIPAK BATU - PADANG SABANA
Dinamakan bipak batu karena di tempat ini banyak terdapat batu berserakan dengan dikelilingi vegetasi semak dan nyaris tidak terdapat pepohonan. Dari area ini puncak Gunung Leuser masih belum tampak. Selepas area ini lintasan landai dan tidak begitu menanjak. Ditengah pendakian dapat di temui sebuah sungai kecil yang membentang, airnya jernih. Untuk mencapai padang sabana diperlukan waktu 4 - 4.5 jam.

PADANG SABANA - PUNCAK LOSER
Padang sabana merupakan padang rumput yang sangat luas dan indah. Area ini dapat digunakan pendaki sebagai tempat summit attack untuk keesokan harinya menuju puncak Loser. Lintasan menuju puncak loser tidaklah begitu menanjak dan hanya membutuhkan waktu selama 1.5 jam. Puncak Loser merupakan yang tertinggi dari puncak Leuser. Puncak ini mempunyai ketinggian 3404 mdpl, dan hanya berdampingan dengan puncak gunung Leuser yang merupakan rentetan Bukit Barisan yang memanjang di sepanjang pulau Sumatera.

Kemudian perjalanan dapat dilanjutkan menuju Puncak Leuser yang membutuhkan waktu pendakian 5 - 6 jam, dengan melewati beberapa punggungan. Setiba di Puncak Leuser pendaki dapat menyaksikan indahnya Taman Nasional Gunung Leuser yang berbukit - bukit bergelombang seluas 950.000 ha dan dihiasi oleh deburan ombak nun jauh di sisi selatan diantara kabut tipis yang melintas, yang menyadarkan betapa kecilnya umat manusia dibandingkan ciptaan Tuhan.

Gunung Kembar

kembar.jpgGunung Kembar adalah sebuah gunung berapi dengan tinggi 2245 mdpl yang terletak di provinsi Aceh bagian Barat.Blangtemung, Dabun Gelang, Gayo Lues, Aceh, Indonesia
Ketinggian: 2.245 mdpl
Latitude: -7.844722
Longitude: 111.741111
DMS Lat: 7° 50' 40.9992'' S
DMS Long: 111° 44' 27.9996'' E

Gunung Bumi Geureudong

Chevron Lirik Potensi Panas Bumi di Gunung GeureudongPulau Sumatera, salah satu wilayah yang termasuk dalam jalur ring of fire atau cincin api pasifik. Sebagai jalur cincin api pasifik, daerah ini berbentuk seperti tapal kuda mencakup wilayah sepanjang 40.000 Km mulai dari Selandia Baru sampai ke Chili Amerika Selatan. Kawasan yang mengelilingi cekungan Samudera Pasifik itu merupakan daerah yang paling sering digoyang gempa bumi dan letusan gunung api.
Salah satu wilayah di ujung Pulau Sumatera yang memiliki gunung api aktif adalah Provinsi Aceh. Sebuah daerah yang pernah hancur digoyang gempa 8,9 skala richter serta dihempas Tsunami. Peristiwa alam itu merenggut korban jiwa sebanyak 150 ribu jiwa lebih.
Pasca gempa bumi 6,2 SR tanggal 2 Juli 2013 yang menghancurkan bangunan gedung serta menimbulkan korban jiwa di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, memang terjadi longsoran di bahu Gunung Burni Telong. Akibat longsoran itu, tersebarlah SMS gelap yang meresahkan warga tentang kemungkinan meletusnya gunung api aktif itu. Nyatanya, SMS itu hanya isu dari orang yang tidak bertanggung jawab.
Oleh karena itu, sebagai warga yang tinggal di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah yang merupakan komplek gunung api sudah seharusnya familier dengan kondisi alam disekitarnya. Penulis mencoba membagi sedikit deskripsi tentang gunung api yang terdapat di daerah ini. Untuk diketahui bahwa gunung api aktif yang berada di wilayah Provinsi Aceh, diantaranya adalah Gunung Seulawah Agam (1726 m) di Aceh Besar, Gunung Peut Sagoe (2780 m) di Pidie Jaya dan Gunung Burni Telong (2646 m) di Bener Meriah.
Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (2010) ketiga gunung api aktif itu berada dalam status level 1 (normal), namun rekomendasi untuk ketiga gunung itu berbeda-beda. Rekomendasi terhadap Gunung Seulawah Agam tidak diperbolehkan masuk ke kawasan solfatra dan tidak diperbolehkan bermalam di sekitar kawah. Hal ini disebabkan konsentrasi gas vulkanik yang tinggi dapat membahayakan kehidupan manusia.
Sementara rekomendasi terhadap Gunung Peut Sagoe tidak diperbolehkan masuk ke kawasan kawah aktif dan tidak diperbolehkan bermalam di sekitar kawasan kawah, karena hembusan gas-gas beracun yang berbahaya bagi kehidupan. Sedangkan rekomendasi terhadap Gunung Burni Telong tidak diperbolehkan bermalam di sekitar solfatra/fumarola karena konsentrasi gas vulkanik yang dapat membahayakan kehidupan manusia.
Dari ketiga gunung api aktif itu, hanya Gunung Peut Sagoe yang tidak ada permukiman di sekitarnya. Sedangkan Gunung Seulawah Agam dikelilingi oleh permukiman, termasuk Sekolah Polisi Negara, Mako Brimob, dan bentangan jalan negara menuju Banda Aceh tepat di kaki gunung ini. Demikian pula halnya dengan Gunung Burni Telong, kurang dari 3 Km dari kakinya terletak Kota Simpang Tiga Redelong ibukota Kabupaten Bener Meriah beserta permukiman padat penduduk.
Menurut Wikipedia, Gunung Burni Telong terletak diujung Selatan jajaran Gunung Geuredong yang merupakan gunung stratovolcano. Kawasan ini termasuk komplek gunung berapi. Diantara dua gunung besar itu, terdapat juga dua kerucut vulkanik bernama Bur Salahniama dan Bur Pepanyi (Pantan Terong) di wilayah Aceh Tengah yang merupakan bukit sedimen.
Masyarakat yang bermukim di kompleks gunung berapi itu, penulis yakin bahwa mereka sudah mengetahui aktivitas Burni Telong. Tercatat, pada akhir September 1837 terjadi beberapa letusan dan gempa bumi yang menyebabkan banyak kerusakan. Kemudian pada 12-13 Januari 1839 terjadi letusan yang abunya sampai ke Pulau Weh, kemudian pada 14 April 1856 terjadi letusan dari kawah pusat yang memuntahkan material berupa abu dan batu. Pada tahun 1919 juga terjadi letusan normal dari kawah pusat, serta pada 7 Desember 1924 terlihat 5 buah tiang asap tanpa diikuti oleh letusan (Newman van Padang, 1951).
Wajar jika penduduk Aceh Tengah dan Bener Meriah yang tinggal di komplek gunung berapi itu tidak merasa khawatir terhadap jedanya aktivitas Burni Telong sejak tahun 1924. Mereka malah dapat hidup sejahtera selama berada di komplek gunung berapi yang menyediakan lahan subur kepada para petani kopi arabika gayo.
Dari kaki Burni Telong ini juga mengucur sumber air panas yang terdapat di Desa Simpang Balik sekitar 15 Km sebelum memasuki Kota Takengon. Masyarakat memanfaatkan air panas itu untuk mandi dan berendam, malah sekitar 50 meter dari lokasi pemandian itu berdiri sebuah masjid yang menyediakan air hangat untuk berwudhu.
Bahkan di kawasan Pante Raya, sekitar 4 Km dari kaki Burni Telong, terdapat pusat penambangan pasir yang juga memberi kehidupan kepada mereka. Pasir dan bebatuan yang mereka tambang menjadi bahan baku utama untuk berbagai pekerjaan konstruksi di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah. Bahan tambang ini menjadi sumber kesejahteraan yang menopang kehidupan mereka, disamping dari budidaya kopi dan hortikultura.
Wujud kesejahteraan berikutnya yang mereka dapatkan dari kompleks gunung berapi terlihat dari lalu lalangnya ratusan truk yang mengangkut ribuan ton kopi arabika gayo menuju titik ekspor. Dan, berton-ton hortikultura setiap hari didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan sayur dan buah-buahan penduduk Aceh dan Sumatera Utara.
Itulah bukti “keramahan” kompleks gunung berapi. Nuansa itu membuat mereka merasa sangat nyaman untuk bertahan hidup di kaki Burni Telong. Tidak terbersit sedikitpun rasa gentar diwajahnya. Mereka terus bertahan sampai ajal memanggil, namun mereka juga harus waspada terhadap berbagai kemungkinan buruk yang sulit diprediksi. Wallahualam bissawab.

gunung Bur ni Telong

Burni Telong adalah gunung berapi aktif yang terletak di Kabupaten Bener Meriah 17 KM dari Kota Takengon, Aceh Tengah. Ketinggian 2624 M diatas permukaan laut dengan jumlah kawah 5 buah yaitu kawah A, B, C, d dan E. Gunung Burni Telong termasuk dalam tipe gunung berapi strato.

Puncak Gunung Burni Telong dapat dicapai dari dua arah yaitu dari lereng tenggara melalui kampung Sentral dan dari lereng barat daya melalui Bandar Lampahan. Umumnya para pendaki melakukan pendakian melalui lereng barat daya, dari desa Bandar Lampahan. Dibutuhkan waktu sekitar 3 - 4 jam untuk mencapai puncak gunung Burni Telong.

Gunung Bateekeubeu

Gunung Bateekeubeu adalah sebuah Gunung yang terletak di negara Indonesia, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang memiliki ketinggian 2756 meter, atau setara dengan 9042 kaki.

Rincian yg jelas:
  •  Nama : Gunung Bateekeubeu
    Nama Internasional  : Mount Bateekeubeu
    Ketinggian : 2756 meter / 9042 kaki
    Negara : Indonesia, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
    Wilayah / Benua : Asia
    Keterangan Wilayah : Pulau Sumatera
    Huruf Awal Nama : B
    Tipe / Jenis : Gunung
    Informasi Tambahan : Kabupaten Aceh Tengah

Bandahara

Indonesia memang dikarunia keindahan alam yang luar biasa yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha esa, Salah satu keindahan yang terpampang sampai dengan detik ini adalah banyaknya pegunungan yang tersebar dari Sabang sampai dengan Merauke di Indonesia. 
Seperti Gunung Bandahara yang berada di ujung Provinsi Aceh ini adalah sebuah gunung yang terdapat di Kab Gayo Lues di Provinsi NAD ( Nanggroe Aceh Darussalam. Dengan jarak dari kota Blang Kejeran ibukota Kab Gayo Lues sekitar 50 ke arah tenggara - timur, sedangkan jarak dari kota Kutacane ibukota Kab Aceh Tenggara sekitar 35 km arah utara - barat laut serta di Gunung Bandahara terdapat tanaman endemik Sumatra yang hanya ada di Gunung Bandahara yang bernama Nepenthes diatas (kantong semar)

Nepenthaceae adalah salah satu tanaman yang hanya ada di Gunung Bandahara. Nepenthaceae merupakan suku kantung semar - kantung semaran atau Nepenthaceae adalah salah satu suku anggota tumbuhan berbunga. Menurut Sistem klasifikasi APG II suku ini dimasukkan ke dalam bangsa Caryophyllales, klad dikotil inti (core eudicots) namun tidak termasuk ke dalam dua kelompok besar, rosids dan asterids. Suku ini hanya memiliki satu marga tunggal, yaitu Nepenthes.

Gunung Bandahara merupakan sebuah gunung tidak berapi  yang memiliki ketinggian 3012 meter, atau setara dengan 9882 kaki.Untuk transportasi menuju kesana tidak sulit dikarenakan masih banyaknya bis - bis yang beroperasi dari Kab Gayo Lues maupun Kab Aceh Tenggara akan tetapi sampai dengan jam 5 sore saja, untuk itu kita harus pintar-pintar dalam hal menyiasatinya agar nantinya kita tidak terbengkalai apabila tidak  ada transportasi yang beroperasi setelah jam 5 sore pada saat kita berangkat menuju Gunung Bandahara. 

Pemandangan di gunung ini, sangat indah dengan udara yang sangat sejuk serta derasnya aliran air yang jernih membuat setiap pengunjung merasakan nyaman dan tenang setiap berada disana. (VP)

Gunung Abongabong

Gunung Abongabong adalah sebuah Gunung yang terletak di negara Indonesia, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang memiliki ketinggian 2985 meter, atau setara dengan 9793 kaki.  Dataran tinggi berbentuk Gunung yang bernama Gunung Abongabong ini berada di wilayah Asia.

Nama : Gunung Abongabong
Nama Internasional  : Mount Abongabong
Bentuk / Nama Lain : Gunung Abong Abong
Ketinggian : 2985 meter / 9793 kaki
Negara : Indonesia, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
Wilayah / Benua : Asia
Keterangan Wilayah : Pulau Sumatera
Informasi Tambahan : Kabupaten Nagan Raya

Wednesday, November 26, 2014

Museum Provinsi Nangroe Aceh Darussalam


aceh_museum.jpgMuseum Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam didirikan pada tanggal 31 Juli 1915 dengan nama Atjeh Museum yang dipimpin oleh F.W.Stammeshous dan peresmian pembukaannya ketika itu dilakukan oleh Gubernur Sipil dan Militer Jenderal H.N.A. Swart. Pada awal berdirinya bangunan Museum tersebut hanya berupa Rumoh Aceh, yaitu suatu modifikasi bangunan rumah tradisional Aceh yang berasal dari Paviliun Aceh pada Pameran Kolonial (De Koloniale Testooteling) di Semarang yang digelar antara 13 Agustus-15 November 1914. Di samping memamerkan berbagai macam koleksi pribadi F.W.Stammeshous (Kurator Atjeh Museum), Paviliun Aceh saat itu juga memamerkan aneka ragam benda pusaka para pembesar Aceh sehingga Paviliun tersebut tampil sebagai paviliun yang paling lengkap koleksinya dan memperoleh 4 medali emas, 11 medali perak, 3 perunggu, dan piagam penghargaan sebagai paviliun terbaik. Atas keberhasilan tersebut F.W.Stammeshous mengusulkan kepada Gubernur Aceh H.N.A.Swart agar Paviliun itu dibawa kembali ke Aceh untuk dijadikan Atjeh Museum yang kemudian diresmikan 31 Juli 1915 di Banda Aceh.
Setelah Indonesia merdeka, operasionalisasi Museum Aceh secara bergantian diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Tk.II Banda Aceh sampai tahun 1969, Badan Pembina Rumpun Iskandarmuda (Baperis) sampai tahun 1975, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan sampai tahun 2002, dan kini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang kewenangan pemerintah dan kewenangan provinsi sebagai daerah otonomi (Pasal 3 ayat 5 butir 10f), operasionalisasi Museum tersebut menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Nomor 10 Tahun 2002 tanggal 2 Februari 2002, status Museum Aceh menjadi UPTD Museum Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam di lingkungan Dinas Kebudayaan.
Sampai 2003 Museum Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam mengelola 5.328 koleksi benda budaya dari berbagai jenis, dan 12.445 buku dari berbagai judul yang berisi aneka macam ilmu pengetahuan.
Sumber: Brosur 'Museum Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam'
Note: Kini nama resmi adalah Provinsi Aceh.

Alamat:
MUSEUM ACEH
Jl.S.A.Mahmudsyah no.12
Banda Aceh 23241
Telp. 0651-23144
Fax. 0651-21033

ads

ads