Gunung Ungaran merupakan gunung yang
terletak di Kabupaten Semarang, berjarak sekitar 40 kilometer dari Kota
Semarang. Jadi secara posisi, gunung ini yang terdekat dari tempat saya
menuntut ilmu saat ini, Universitas Diponegoro Semarang. terdapat tiga jalur
pendakian Gunung Ungaran, yaitu jalur Jimbaran, jalur Gedong Songo, dan jalur
Medini. Dari yang saya ketahui dari rekan-rekan yang pernah mendaki kesana,
Gunung Ungaran cocok untuk pendaki pemula karena jalurnya yang tidak terlalu
ekstrim. Ketinggiannya juga tidak terlalu tinggi, ‘hanya’ 2050 meter di atas
permukaan laut (mdpl). Advertise Here
Promote your business.
Advertise with us
take your brand to new heights.
Advertising info
Let's do cool things together!.
Space available to advertise
Target your audience.
keep calm and advertise
Get your business noticed!.
Showing posts with label jawa tengah. Show all posts
Showing posts with label jawa tengah. Show all posts
Tuesday, December 2, 2014
Gunung Ungaran
Gunung Ungaran merupakan gunung yang
terletak di Kabupaten Semarang, berjarak sekitar 40 kilometer dari Kota
Semarang. Jadi secara posisi, gunung ini yang terdekat dari tempat saya
menuntut ilmu saat ini, Universitas Diponegoro Semarang. terdapat tiga jalur
pendakian Gunung Ungaran, yaitu jalur Jimbaran, jalur Gedong Songo, dan jalur
Medini. Dari yang saya ketahui dari rekan-rekan yang pernah mendaki kesana,
Gunung Ungaran cocok untuk pendaki pemula karena jalurnya yang tidak terlalu
ekstrim. Ketinggiannya juga tidak terlalu tinggi, ‘hanya’ 2050 meter di atas
permukaan laut (mdpl). Gunung Sindoro
Gunung Sindoro menjadi gunung paling favorit bagi para pendaki gunung di jawa tengah. Bentuk yang kerucut bertipe strato terlihat seperti saudara kembar dengan Gunung Sumbing yang bersebelahan. Jalur yang paling Populer bagi pendaki yaitu jalur kledung kecamatan parakan.
Hutan di Gunung Sindoro bertipe Hutan Dipterokarp Bukit, Hutan Dipterokarp atas, Hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau Hutan Gunung. saya akan bahas sedikit tentang rute mendaki Gunung Sindoro dari Jalur Kledung .
Gunung Sumbing
Seperti halnya gunung-gunung di Jawa
lainnya, setiap tanggal 1 Suro (tahun baru Jawa) dan tanggal 21 Poso
(bulan Jawa), sudah menjadi tradisi masyarakat setempat untuk melakukan
jiarah ke puncak Gn. Sumbing. Di mana terdapat makan Ki Ageng Makukuh.
Menurut kepercayaan penduduk setempat agar selamat dan terhindar dari
mara bahaya, anak-anak dibiarkan berambut Gimbal. Masyarakat lereng Gn.
Sumbing sangat menyukai kesenian tradisional seperti Kethoprak, Kuda
Lumping atau Jathilan, kesenian ini sering dipentaskan di setiap desa.
Gunung Slamet
:-( “Pakdhe kok namanya Gunung Slamet ini kenapa ya ?”
:-D “Ya supaya kamu nggak takut dan bersahabat dengan gunungapi ini”
Cyndercone sebagai kekhasaan Gunung Slamet.
Bentuk
morfologi kerucut sinder (Cynder Cone) ini dapat teramati dengan peta
topografi maupun penampakan morfologi bukit-bukit kecil.
:-( “Wah mereka peneliti-peneliti yang hebat ya Pakdhe”Sebagian besar kerucut sinder ini muncul pada batuan sedimen Tersier sepanjang sistem sesar mengarah barat laut – tenggara, dan pada rekahan radial. Di daerah ini, pola struktur kemungkinan berhubungan dengan rekahan radial tersebut. Bagian permukaan kerucut sinder pada umumnya tertutup endapan jatuhan piroklastika dan aliran lava Gunung Slamet. Endapannya terdiri atas skoria berukuran kasar sampai bom balistik, tidak berlapis, dan permukaan butirannya kadang-kadang teroksidasi, terutama pada butiran bom atau bongkah. Jenis bom tersebut umumnya berasal dari bom skoria balistik. Jenis lain di antaranya bom kerak-roti, bentuk biji almon, atau bentuk terpilir (terpelintir).
Semua kerucut sinder mengalami degradasi akibat torehan pada lerengnya dan perubahan morfologi permukaannya. Akibat torehan inipula maka tidak mudah mengenalinya. Bagi ahli geovulkanologi tentunya ya bisa lah.
Pentarikan umur bom skoria dari salah satu kerucut sinder dengan metode radiometrik K-Ar menunjukkan umur 42,000 tahun yang lalu. Dengan melihat kesamaan stadia morfologinya ini sehingga diperkirakan semua kerucut silinder ini berumur sama.
Gunung Rogojembangan
Gunung Rogojembangan bukan merupakan gunung berapi, dan mungkin lebih
mirip bukit yang menjulang tinggi. Dengan ketinggian 2177 mt. dpl,
Rogojembangan ini sudah masuk dalam peta dengan kategori gunung.Bentuk gunung Rogojembangan tidak besar dan bisa dibilang kecil, namun dari bawah terlihat menjulang tinggi sehingga dapat dibayangkan track yang harus dilalui juga sangat curam.
Mengelilingi kaki gunung ini ada beberapa desa yang cukup besar yaitu: Gumelem, Semego, Balun dan Karang Tengah. Namun jalur pendakian yang paling sering dilalui adalah dari desa Gumelem. Penulis pernah melalui desa Semego.
Nama : Gunung Rogojembangan
Nama Internasional : Mount Rogojembangan
Bentuk / Nama Lain : -
Ketinggian : 2177 meter / 7142 kaki
Negara : Indonesia
Wilayah / Benua : Asia
Keterangan Wilayah : Pulau Jawa
Huruf Awal Nama : R
Tipe / Jenis : Gunung
Peringkat Ketinggian (Dunia) : Belum Tersedia
Koordinat Peta : Belum Tersedia
Penonjolan (meter) : Belum Tersedia
Informasi Tambahan : Kabupaten Banjarnegara
Keterangan : -
Sumber Data : Wikipedia, dan sumber internet lainnya
Gunung Prau
Gunung Muria
Ketinggian 1.602 meter
Lokasi Kudus - Pati- Jepara Jawa Tengah Indonesia
Letusan terakhir 160 Sebelum Masehi ± 300 tahun
Gunung Muria adalah sebuah gunung di wilayah utara Jawa Tengah bagian timur, yang termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Kudus di sisi selatan, di sisi barat laut berbatasan dengan Kabupaten Jepara, dan di sisi timur berbatasan dengan Kabupaten Pati. Di kawasan ini terdapat tempat yang sangat legendaris peninggalan Wali Songo, yaitu pesanggrahan di kawasan puncak Gunung Muria yang dalam sejarah negeri ini merupakan basis pesanggrahan di mana Kanjeng Sunan Muria menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Di sini pulalah Sunan Muria dimakamkan. Nama Gunung Muria dan daerah Kudus dinamakan berdasarkan nama Bukit Moria dan kota Al-Qudus/Baitul Maqdis/Yerusalem. Demikian pula nama Masjid Al Aqsa Menara Kudus berdasarkan nama Masjid di Yerusalem..
Puncak Muria
Gunung Muria mempunyai ketinggian 1.602 meter dari permukaan laut. Puncak-puncaknya yang tertinggi antara lain:
Puncak Songolikur; merupakan puncak tertinggi di Gunung Muria. Sering juga disebut sebagai puncak Saptorenggo.
Puncak Argowiloso
Puncak Argojembangan
Puncak Abiyoso
Gunung Muria terdapat berbagai habitat flora, diantaranya:
Pohon Pepaya
Pohon Jambu Monyet
Fauna
Gunung Muria terdapat berbagai habitat fauna, diantaranya:
Kijang
Macan Tutul
Monyet Ekor Panjang
Lokasi wisata
Makam Sunan Muria
Makam Sunan Muria terletak di Desa Colo Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus.
Berlokasikan di atas sebuah bukit. Sehingga para peziarah yang hendak berziarah harus menapaki anak tangga sejauh + 500 meter. Di kiri kanan anak tangga berderet kios para penjual makanan dan souvenir.
Bagi yang tidak kuat mendaki anak tangga bisa memilih jasa tukang ojek. Dengan jasa ini selain bisa menghemat energi, selama perjalanan kita akan disuguhi pemandangan yang menarik.
Museum Gong Perdamaian Dunia
Terletak di Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara. Terdapat 3 Gong Perdamaian yaitu Gong Perdamaian Dunia, Gong Perdamaian Asia Afrika, dan Gong Perdamaian Nusantara.
Situs Pusat Bumi
Terletak di Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara. Dinamakan situs pusat bumi karena di dalam bangunan tersebut nantinya akan ada tanah-tanah yang diambil dari 202 negara yang ada di dunia.
Candi Angin dan Candi Bubrah
Terletak di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara.
Air Terjun Jurang Nganten
Terletak di Desa Tanjung, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara.
Air Terjun Songgo Langit
Terletak di Desa Bucu, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara.
Air Terjun Banyu Anjlok
Terletak di Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara.
Air Terjun Suroloyo
Terletak di Desa Bungu, Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara, wilayah Air Terjun Suroloyo masuk dalam kawasan Perhutani Jepara.
Air Terjun Monthel
Terletak di sebelah timur laut makam Sunan Muria.
Air Terjun Gonggomino
Terletak di Desa Rahtawu Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus.
Air Tiga Rasa Rejenu
Terletak di Rejenu. Objek ini terdiri atas Makam Syeh Sadzli dan tiga sumber mata air yang meski berdekatan namun memiliki rasa yang berbeda. Air ini dipercaya mempunyai berbagai khasiat.
Merupakan pos terakhir untuk melakukan pendakian ke puncak Argowiloso.
Bumi Perkemahan
Gunung Muria terdapat beberapa bumi perkemahan, di antaranya:
Bumi Perkemahan Pakis Adhi
Terletak di Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji, Kbupaten Jepara.
Bumi Perkemahan Abiyoso
Terletak di kaki Gunung Abiyoso di Desa Menawan Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus. Bumi Perkemahan ini pernah digunakan untuk menggelar Jambore Daerah Gerakan Pramuka Kwarda Jawa Tengah pada tahun 1996.
Bumi Perkemahan Kajar
Terletak di Desa Kajar, Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus sekitar 2 km arah selatan Makam Sunan Muria.
Bumi Perkemahan Jolong
Terletak di Desa Jolong, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati. Dari sini merupakan salah satu jalur pendakian menuju puncak Argo Jembangan.
Puncak Songolikur
Puncak Saptorenggo atau disebut juga Puncak Songolikur adalah puncak tertinggi di Gunung Muria Jawa Tengah dengan ketinggian 1602 meter dpl. Puncak ini termasuk dalam wilayah administratif desa Rahtawu, Gebog Kabupaten Kudus Jawa Tengah.
Selain menjadi puncak yang menarik perhatian setiap Pecinta Alam untuk mendakinya, juga menjadi tempat tujuan bagi para pencari berkah dan pelaku spiritual utamanya pada setiap bulan sura atau bulan muharam.
Rute pendakian
Terdapat dua rute pendakian yang dapat ditempuh untuk mencapai puncak Songolikur. Rute tersebut adalah:
Melalui Pos Pendakian di dukuh Semliro desa Rahtawu, Gebog Kabupaten Kudus.
Melalui Pos di desa Tempur, Keling, Kabupaten Jepara.
Objek Wisata Colo
Gunung Muria memberi nuansa tersendiri bagi wisatawan, khususnya
mereka yang menggemari alam pegunungan. Objek Wisata Colo yang berada di lereng Gunung Muria ini menjadi lokasi rekreasi dan tujuan wisata yang berbeda dibanding objek wisata pegunungan lain.
Anda dapat menikmati seluas-luasnya pemandangan pengunungan berupa hutan Pinus dan berbagai tanaman keras lainnya. Dibanding lokasi wisata pegunungan lain yang telah penuh sesak dengan bangunan, Colo yang berada di ketinggian 1.602 meter di atas permukaan laut tetap sejuk, alami, dan sangat cocok dijadikan tujuan rekreasi keluarga.
Meski demikian, masih tersedia penginapan bagi anda yang ingin menikmati wisata alam pegunungan ini, walaupun jumlahnya tidak terlalu banyak. Lokasi rekreasi ini masih menjadi satu bagian dengan sejumlah objek wisata lain di kawasan Gunung Muria, seperti air terjun Monthel dan Makam Sunan
Muria.
Gua Jepang
Bagi anda penikmat wisata sejarah, kabupaten Kudus menawarkan satu
objek wisata berupa goa peninggalan masa penjajahan Jepang.
Gua yang dijadikan sebagai tempat perlidungan tentara Jepang pada masa Perang Dunia II ini memiliki panjang sekitar 100 meter, dengan diameter sekitar dua meter.
Gua Jepang masih berada di sekitar kawasan pegunungan Muria, berjarak sekitar satu jam dari objek wisata Colo.
Udara sejuk dan segar di kawasan gua ini akan membuat anda betah dan nyaman untuk berekreasi di objek wisata bersejarah ini.
Gunung Merbabu
Gunung
ini merupakan gunung mati, pernah meletus ratusan tahun yang lalu,
sebelum belanda datang di jawa dia sudah meletus meletusnya pecah dan
trebelah-belah, konon kata beberapa panoramal jawa ada kerajaan di jawa
yang besar, tengelam dan terkubur dalam di lembah antara gunung Merbabu
sisi selatan dan Merapi sisi utara, akibat letusan dari ke dua gungung
itu, entah kerajaan mana yang jelas ada hubunganya dengan Candi
Borobudur, Prambanan dan Ratu boko. Kalau di sejarah sih disebut-sebut
kerajaan Mataram kuno. Posisi Lembah-lembah itu ya sepanjang daerah
kota area muntilan ke borobudur Sebagian sleman atau ke utara ketep
pass hingga ke selo boyolali, menuju ke prambanan di klaten barat, terus
ke seleman utara.
Gunung ini miskin sumber mata air, apaligi di puncak, sangat kering, sepanjang pendakian jarang di jumpai sumber mata air, kalaupun toh ada itu hanya rembesan-rembesan kecil saja, itupun jika musim penghujan. Maka tak heran Air terjun yangada di bawah tepatnya di Bumi perkemhan Umbul songo, tidak ada airnya jika musim kemarau/kering. Kondisi ini diakibatkan karea kontur letusan gunung yang tidak membentuk penampungan di atas, sehingga jika hujan gunung ini tidak bisa menampung air seperti dgunung Lawu tawangmangu perbatasan Jateng dan Jatim, gunung Rinjani di lombok yang ada kolam kawah di atas gunung...bahkan ada ikan yang bisa di tangkap untk di masak di gunung itu.
Gunung Merbabu adalah gunung api yang bertipe Strato (lihat Gunung Berapi) yang terletak secara geografis pada 7,5° LS dan 110,4° BT. Secara administratif gunung ini berada di wilayah Kabupaten Magelang di lereng sebelah barat dan Kabupaten Boyolali di lereng sebelah timur, Propinsi Jawa Tengah.
![]() |
| Foto diambil dari Jalur Wekas |
Gunung Merbabu dikenal melalui naskah-naskah masa pra-Islam sebagai Gunung Damalung atau Gunung Pam(a)rihan. Di lerengnya pernah terdapat pertapaan terkenal dan pernah disinggahi oleh Bujangga Manik pada abad ke-15. Menurut etimologi, "merbabu" berasal dari gabungan kata "meru" (gunung) dan "abu" (abu). Nama ini baru muncul pada catatan-catatan Belanda.
Gunung ini pernah meletus pada tahun 1560 dan 1797. Dilaporkan juga pada tahun 1570
pernah meletus, akan tetapi belum dilakukan konfirmasi dan penelitian
lebih lanjut. Puncak gunung Merbabu berada pada ketinggian 3.145 meter
di atas permukaan air laut.
Gunung Merbabu mempunyai kawasan Hutan Dipterokarp Bukit, Hutan Dipterokarp Atas, Hutan Montane, dan hutan Ericaceous atau hutan gunung.
Bentuk atau kontur gunung merbabu tengah hancur
karena tidak ada kawah di atas puncak, semua puncak baik yang tertinggi
dari Urutan bukit Kenteng songo, Syarip maupun puncak Muhtar, struktur
gunung vulkanik pecah belah dengan kawah dapat di temui di dasar jurang,
jadi pendaki harus turun jika ingin melihat kawah-nya, masih ada yang
aktip tapi kecil, hanya air hangat dengan bau asap belerang mengepul
sedikit..
Gunung ini miskin sumber mata air, apaligi di puncak, sangat kering, sepanjang pendakian jarang di jumpai sumber mata air, kalaupun toh ada itu hanya rembesan-rembesan kecil saja, itupun jika musim penghujan. Maka tak heran Air terjun yangada di bawah tepatnya di Bumi perkemhan Umbul songo, tidak ada airnya jika musim kemarau/kering. Kondisi ini diakibatkan karea kontur letusan gunung yang tidak membentuk penampungan di atas, sehingga jika hujan gunung ini tidak bisa menampung air seperti dgunung Lawu tawangmangu perbatasan Jateng dan Jatim, gunung Rinjani di lombok yang ada kolam kawah di atas gunung...bahkan ada ikan yang bisa di tangkap untk di masak di gunung itu.
Di puncak Muhtar merbabu ada
Installasi pemancar ulang Radio dan Telekomunikasi, tenaga surya, milik
TNI AD dan jajaran Orari. Yang diresmikan oleh beliau bapak Muhktar
Kusumaatmaja (saat menjadi gubernur Jateng dulu kala), maka puncak
pertama dari jalur post cunthel atau post tekellan ds kopeng itu terkenal dengan "Puncak Muhktar". Nama aslinya puncak kukusan karena berbentuk meruncing, bak mirip kukusan buat menanak nasi orang jawa tengah.
Puncak Syarip adalah
puncak yang lebih tinggi dari Muhktar, terletak di sebelah selatan atas
barisan puncak tertinggi Kenteng Songo, nama syarip sebanarnya
disebut-sebut berasal dari si penungu gunung atau jurtu kunci tertua
yang pernah hidup di dusun terdekat, puncak ini lebih dekat jika di
tempuh dari post wekas ds wekas kec ngablak magelang, 6,4 km dari
wisata kopeng, anda jika lewat sana adalah menyusuri bongkahan letusan
yang menjadi kaki bukit dan sungai mati sisi barat bagian dasar dan
jalan lalu naik sepajang gunung dan akhirnya bertemu di pertigaan
antara ke kiri menuju puncak Mukhtar dan ke kanan
depan menuju puncak Syarip dan kenteng songo, Jadi kalau anda dari post
cunhel kopeng mau ke puncak syarip malah setiba di puncak muhtar anda
justru harus jalan turun lagi lalu ketemu dengan jalur dari wekas tsb
dan baru ke astas naik lagi...sungguh petualangan yang menguras tenaga,
jadi kalau anda mau mendaki lewat post chuntel atau tekellan, dan
bermaksud ke puncak Syarip atau yang tertinggi BAWALAH BEKAL 2X lebih
banyak khusunya air.
Mitos-mitos Gunung Merbabu
Banyak mitos-mitor seputar gunung ini, seperti Pasar Setan di kawah bawah gunung merbabu, Pasar burah di jalan menuju puncak syarip, Sarung Dingin atau hawa dingin mematikan, hutan dan lereng larangan, dll, entah sudah beredar sampai kemana dan apa saja sebutanya, setiap orang yang mengalami pengalanman maka ia akan menyebutnya lain, bahkan banyak-tim-tim baik Mapala, Ormas-ormas, ataupun umum pencinta gunung, ingin membuktikan itu, tapi yang mereka temui juga tak banyak, ada dan mungkin hanya kebetulan saja. Jadi mitos di gunung merbabu adalah kondisi yang tidak perlu di buktikan karena alam tidak akan memerlukan bukti untuk bisa menjadi sebuah mitos.
Mitos-mitos Gunung Merbabu
Gunung Merbabu cukup populer sebagai ajang kegiatan pendakian. Medannya
tidak terlalu berat namun potensi bahaya yang harus diperhatikan pendaki
adalah udara dingin, kabut tebal, hutan yang lebat namun homogen (hutan
tumbuhan runjung, yang tidak cukup mendukung sarana bertahan hidup atau survival), serta ketiadaan sumber air. Penghormatan terhadap tradisi warga setempat juga perlu menjadi pertimbangan.
Banyak mitos-mitor seputar gunung ini, seperti Pasar Setan di kawah bawah gunung merbabu, Pasar burah di jalan menuju puncak syarip, Sarung Dingin atau hawa dingin mematikan, hutan dan lereng larangan, dll, entah sudah beredar sampai kemana dan apa saja sebutanya, setiap orang yang mengalami pengalanman maka ia akan menyebutnya lain, bahkan banyak-tim-tim baik Mapala, Ormas-ormas, ataupun umum pencinta gunung, ingin membuktikan itu, tapi yang mereka temui juga tak banyak, ada dan mungkin hanya kebetulan saja. Jadi mitos di gunung merbabu adalah kondisi yang tidak perlu di buktikan karena alam tidak akan memerlukan bukti untuk bisa menjadi sebuah mitos.
Sebenarnya hal ini hanyalah fakta tidak tetap saja karena tidak semua
mengalami hal-hal yang aneh tersebut, jika pada perinsipnya mereka
tidak menggangu alam, yang penting niat anda tidak menentang kondisi
yang ada, ikuti saja dan netrallah dari segala kesombongan, karena
memang setiap jengkal bumi ini ada yang menempatinya dan lebih berkuasa
tentunya dari pada kita yang baru, jadi jika kita pergi kemanapun
termasuk tempat-tempat yang jarang kita kunjungi seperti gunung ini,
maka kita hendaknya bisa menjaga diri untuk tidak sombong dan conkak, baik pikiran, perasaan ataupun tingkah laku tentunya.
Gunung Merapi
Informasi Lebih Rinci (Detil) Gunung Merapi :
Nama : Gunung Merapi
Nama Internasional : Mount Merapi
Bentuk / Nama Lain : -
Ketinggian : 2911 meter / 9551 kaki
Negara : Indonesia
Wilayah / Benua : Asia
Keterangan Wilayah : Asia Tenggara
Huruf Awal Nama : M
Tipe / Jenis : Gunung
Peringkat Ketinggian (Dunia) : Belum Tersedia
Koordinat Peta : Belum Tersedia
Penonjolan (meter) : Belum Tersedia
Informasi Tambahan : Gunung berapi di Jawa Tengah, Indonesia.
Keterangan : -
Sumber Data : Wikipedia, dan sumber internet lainnya
Poin Penting / Kesimpulan dari Gunung Merapi :
Kesimpulan 1 : Gunung Merapi berada di negara Indonesia di daerah Asia
Kesimpulan 2 : Tinggi / Ketinggian Gunung Merapi adalah 2911 meter atau 9551 kaki
Kesimpulan 3 : Gunung Merapi adalah merupakan dataran tinggi berupa Gunung
Kesimpulan 4 : Secara internasional Gunung Merapi bernama Mount Merapi
Gunung Lawu
Informasi Lebih Rinci (Detil) Gunung Lawu :
Nama : Gunung Lawu
Nama Internasional : Gunung Lawu
Bentuk / Nama Lain : -
Ketinggian : 3265 meter / 10712 kaki
Negara : Indonesia
Wilayah / Benua : Asia
Keterangan Wilayah : Kepulauan Melayu
Huruf Awal Nama : L
Tipe / Jenis : Gunung
Peringkat Ketinggian (Dunia) : Belum Tersedia
Koordinat Peta : Belum Tersedia
Penonjolan (meter) : Belum Tersedia
Informasi Tambahan : Jawa
Keterangan : -
Sumber Data : Wikipedia, dan sumber internet lainnya
Poin Penting / Kesimpulan dari Gunung Lawu :
Kesimpulan 1 : Gunung Lawu berada di negara Indonesia di daerah Asia
Kesimpulan 2 : Tinggi / Ketinggian Gunung Lawu adalah 3265 meter atau 10712 kaki
Kesimpulan 3 : Gunung Lawu adalah merupakan dataran tinggi berupa Gunung
Kesimpulan 4 : Secara internasional Gunung Lawu bernama Gunung Lawu
Gunung Lasem
Informasi Lebih Rinci (Detil) Gunung Lasem :
Nama : Gunung Lasem
Nama Internasional : Mount Lasem
Bentuk / Nama Lain : -
Ketinggian : 806 meter / 2644 kaki
Negara : Indonesia
Wilayah / Benua : Asia
Keterangan Wilayah : Pulau Jawa
Huruf Awal Nama : L
Tipe / Jenis : Gunung
Peringkat Ketinggian (Dunia) : Belum Tersedia
Koordinat Peta : Belum Tersedia
Penonjolan (meter) : Belum Tersedia
Informasi Tambahan : Rembang Jawa Tengah
Keterangan : -
Sumber Data : Wikipedia, dan sumber internet lainnya
Poin Penting / Kesimpulan dari Gunung Lasem :
Kesimpulan 1 : Gunung Lasem berada di negara Indonesia di daerah Asia
Kesimpulan 2 : Tinggi / Ketinggian Gunung Lasem adalah 806 meter atau 2644 kaki
Kesimpulan 3 : Gunung Lasem adalah merupakan dataran tinggi berupa Gunung
Kesimpulan 4 : Secara internasional Gunung Lasem bernama Mount Lasem
Gunung Gajah
Gunung Gajah adalah sebuah Gunung yang terletak di negara
Indonesia yang memiliki ketinggian 1100 meter, atau setara dengan 3609
kaki. Dataran tinggi berbentuk Gunung yang bernama Gunung Gajah ini
berada di wilayah Asia. Apabila anda memiliki uang serta keberanian
yang cukup anda bisa mengunjungi Gunung Gajah di Indonesia, Asia untuk
melakukan pendakian maupun sekedar menikmati pemandangan alamnya (selama
diijinkan oleh pemerintah setempat). Gunung Gajah merupakan ciptaan
Tuhan yang sempurna, kokoh dan indah yang harus kita syukuri dan kita
pelihara.Informasi Lebih Rinci (Detil) Gunung Gajah :
Nama : Gunung Gajah
Nama Internasional : Mount Gajah
Bentuk / Nama Lain : -
Ketinggian : 1100 meter / 3609 kaki
Negara : Indonesia
Wilayah / Benua : Asia
Keterangan Wilayah : Pulau Jawa
Huruf Awal Nama : G
Tipe / Jenis : Gunung
Peringkat Ketinggian (Dunia) : Belum Tersedia
Koordinat Peta : Belum Tersedia
Penonjolan (meter) : Belum Tersedia
Informasi Tambahan : Kabupaten Pemalang
Keterangan : -
Sumber Data : Wikipedia, dan sumber internet lainnya
Poin Penting / Kesimpulan dari Gunung Gajah :
Kesimpulan 1 : Gunung Gajah berada di negara Indonesia di daerah Asia
Kesimpulan 2 : Tinggi / Ketinggian Gunung Gajah adalah 1100 meter atau 3609 kaki
Kesimpulan 3 : Gunung Gajah adalah merupakan dataran tinggi berupa Gunung
Kesimpulan 4 : Secara internasional Gunung Gajah bernama Mount Gajah
Wednesday, November 26, 2014
Museum Wayang Sendang Mas
Wayang digerakkan
oleh seorang dalang, dengan iringan seperangkat gamelan sebagai latar
musik dan dukungan tembang-tembang Jawa yang dinyanyikan seorang sinden.
Wayang di Tanah Jawa bukanlah sebentuk kesenian yang seragam. Setiap
komunitas menciptakan wayang yang dikreasi sedemikian rupa sesuai
dengan semangat lokal dan disesuaikan dengan kebutuhan pementasan.
Wayang gagrag Banyumasan merupakan tipe wayang
khas yang hanya mengambil sebagian elemen dari wayang yang berasal dari
daerah lain di Jawa seperti wayang Yogyakarta, wayang Kedu dan wayang
Surakarta. Sesuai karakter masyarakat yang mengagungkan kebebasan dan
keterbukaan, wayang gagrag Banyumasan mengandung banyak unsur humor, dan
upaya menertawakan jenis wayang baku yang penuh dengan aturan.
Museum
Museum menjadi ruang pamer yang menceritakan kembali lintasan sejarah dan beragam kreasi wayang. Mulai dibangun semenjak tahun 1982, sampai saat ini bangunan museum masih terus dikembangkan. Nama Sendang Mas merupakan bentuk singkat dari Seni Pedalangan Banyumas. Penegasan tersebut menegaskan betapa berbedanya wayang gagrag Banyumasan dengan jenis wayang lainnya.
Museum menjadi ruang pamer yang menceritakan kembali lintasan sejarah dan beragam kreasi wayang. Mulai dibangun semenjak tahun 1982, sampai saat ini bangunan museum masih terus dikembangkan. Nama Sendang Mas merupakan bentuk singkat dari Seni Pedalangan Banyumas. Penegasan tersebut menegaskan betapa berbedanya wayang gagrag Banyumasan dengan jenis wayang lainnya.
Pembedaan itu terdapat pada aransemen musik gending yang tidak seutuhnya menggunakan standard pewayangan seperti gending sulukan dan gending pangkur. Gagrag Banyumasan juga menghadirkan tokoh baru yang berkarakter unik bernama Bawor.
Bawor dalam kisahnya merupakan anak tertua hasil doa pemujaan tokoh bijak titisan dewa, Ki Semar. Bawor
lahir dari bayangan Ki Semar usai melakukan pemujaan, sehingga secara
fisik memiliki kemiripan. Bentuk wajah dan tubuh yang asimetris, serba
tidak beraturan, menjadi ciri utamanya. Bawor memiliki perut buncit, pantat super besar dan hidung pesek yang jelek.
Kisah-kisah
pewayangan gagrag Banyumasan menghadirkan Bawor sebagai sosok bijak
yang memiliki gaya bicara ceplas-ceplos, spontan, serba terbuka, humoris
dan mengusung semangat kejujuran. Bawor dengan teguh akan memakai bahasa Banyumasan yang berbeda dengan tokoh-tokoh wayang lain yang memakai bahasa Jawa baku.
Lintasan Sejarah
Kesenian wayang telah melampaui masa ribuan tahun dan terus bertahan dengan menyesuaikan kemajuan jaman. Sejumlah ilustrasi dari berbagai bahan yang telah digunakan dalam pewayangan digambarkan di dalam museum.
Kesenian wayang telah melampaui masa ribuan tahun dan terus bertahan dengan menyesuaikan kemajuan jaman. Sejumlah ilustrasi dari berbagai bahan yang telah digunakan dalam pewayangan digambarkan di dalam museum.
Bahan
|
Nama Wayang
|
Tahun Masehi
|
Kisah
|
|
Kulit
|
Kulit Purwo
|
872
|
Mahabrata dan Ramayana
|
|
Kidang Kencana
|
1556
|
Mahabrata dan Ramayana
| |
|
Gedog
|
1563
|
Serat Panji
| |
|
Klitik Kulit
|
1648
|
Damarwulan
| |
|
Kuluk
Duporo
|
1830
1830
|
Kerajaan Demak dan Mataram Kerajaan Demak dan Surakarta
| |
|
Madya
|
1850
|
Kerajaan Kediri
| |
|
Wahana
|
1920
|
Wayang Kontemporer
| |
|
Kancil
|
1925
|
Dongeng Binatang
| |
|
Adam Makrifat
|
1940
|
Olah Tasawuf
| |
|
Jawa
|
1940
|
Sejarah Pangeran Diponegoro
| |
|
Perjuangan
|
1943
|
Perjuangan Republik Indonesia
| |
|
Suluk
|
1947
|
Perjuangan Republik Indonesia
| |
|
Pancasila
|
1947
|
Ajaran Pancasila
| |
|
Wahyu
|
1963
|
Ajaran Agama Katholik
| |
|
Sejati
|
1972
|
Cerita Sejarah
| |
|
Daun
|
Rontal Purwo
|
934
|
Mahabrata dan Ramayana
|
|
Daun Kluwih
|
1316
|
Dolanan Bocah
| |
|
Kain
|
Beber Purwo
|
1361
|
Mahabrata dan Ramayana Gamelan Slendro
|
|
Beber Gedong
|
1564
|
Serat Panji Gamelan Pelog
| |
|
Kayu
|
Klithik
|
1564
|
Cerita Damarwulan
|
|
Golek Purwo
|
1584
|
Mahabrata dan Ramayana
| |
|
Thenguk
|
1900
|
Cerita Menak
| |
|
Golek Jakin Nata
|
1965
|
Mahabrata
| |
|
Orang
|
Wayang Wong
|
1760
|
Mababrata dan Ramayana
|
|
Pethilan
|
1760
|
Mahabrata, Ramayana, Panji
| |
|
Batu
|
Relief Candi
|
Abad IX-XV
|
Mahabrata dan Ramayana
|
|
Suket
|
Permainan Anak
|
Kontemporer
|
Dongeng, Permainan Anak
|
|
Bambu
|
Permainan Anak
|
Kontemporer
|
Permainan Anak
|
|
Logam
|
Permainan Anak
|
Kontemporer
|
Permainan Anak
|
|
Karton
|
Permainan Anak
|
Kontemporer
|
Permainan Anak
|
Koleksi
Koleksi museum tidak hanya berupa jenis wayang yang merefleksikan lintasan sejarah, melainkan juga sejumlah alat bantu pertunjukkan wayang seperti blencong sebagai alat tata cahaya, gamelan sebagai alat musik wayang baku, calung sebagai alat musik gagrag Banyumasan hingga pakeliran atau layar.
Koleksi museum tidak hanya berupa jenis wayang yang merefleksikan lintasan sejarah, melainkan juga sejumlah alat bantu pertunjukkan wayang seperti blencong sebagai alat tata cahaya, gamelan sebagai alat musik wayang baku, calung sebagai alat musik gagrag Banyumasan hingga pakeliran atau layar.
Sejumlah koleksi Museum Wayang Sendang
antara lain Wayang Gagrag Banyumasan Tempo Dulu dan Sekarang, Gagrag
Yogyakarta, Wrayang Krucil, Wayang Prajuritan, Wayang Kidang Kencana,
Wayang Golek Purwa, Wayang Golek Menak, Wayang Suluh, Wayang Beber, Wayang
Kulit Purwa, Wayang Suluh, Wayang Golek Purwo, Wayang Golek Menak,
Wayang Krucil, Wayang Beber, Gamelan Slendro, Calung/Angklung,
Kaligrafi Huruf Jawa, Wayang Suket/Adam Marifat, Banyumas Tempo dulu, dan masih banyak lagi. Selain itu terdapat benda Tosan Aji, Buku perpustakaan dan arkeologi yang memamerkan sejumlah peninggalan peralatan dari bahan baku batu dan kayu.
Lokasi MuseumJalan Gatot Subroto No.1, Banyumas
Museum Tosan Aji

Sekelumit Tentang Tosan AjiTosan aji merupakan salah satu hasil budaya bangsa pada masa perundagian sebagai warisan nenek moyang yang menunjukkan salah satu identitas budaya bangsa yang sampai kepada kita sekarang. Yang dimaksud Tosan Aji adalah sejenis senjata pusaka dari logam besi yang mendapat tempat terhormat (yang dihargai) di mata masyarakat terutama pada masa lampau, diantaranya berupa keris, tombak, pedang,kudi dan menur. Dalam alam pemikiran masyarakat lebih-lebih pada masa lampau Tosan Aji dianggap memiliki kekuatan gaib/kesaktian yang dapat mempengaruhi dalam kehidupan masyarakat.
Alam pemikiran demikian berproses seirama dengan religi kemasyarakatan dan perkembangan jaman. Menurut D.G Stibe dan Letkol Uhlenbech dalam Encyclopedie-nya dinyatakan bahwa pada musium Antrhropologi /Ethnografi di Leiden telah disimpan keris yang berasal dan ditemukan di tengah-tengah stupa besar candi Borobudur. Yang diperkirakan keris tersebut sudah tua ketika dimasukkan ke dalam stupa yang kemungkinan sekali bersamaan dengan saat didirikan Candi Borobudur kurang lebih abad VIII. Dengan demikian pada waktu itu Tosan Aji telah mendapatkan tempat tinggi pada dalam kehidupan religi kemasyarakatan sehingga ditempatkan dalam bangunan monumental - religius – Borobudur. Nilai-nilai itulah yang kemungkinan melatar belakangi tingginya harga sebuah Tosan Aji
Sejarah Singkat Museum Tosan AjiMuseum Tosan Aji Purworejo diprakarsai pendiriannya oleh Menteri Dalam Negeri Bpk. Soepardjo Rustam. Sedangkan peresmian Museum Tosan Aji Purworejo oleh Gubernur KDH Tingkat 1 Jawa Tengah Bpk. Ismail pada tanggal 13 April 1987. Lokasi Museum pada waktu itu terletak di Pendopo Kawedanan Kutoarjo.
Pada tanggal 10 Juni 2001 oleh Pemerintahan Kabupaten Purworejo, koleksi Museum Tosan Aji Purworejo dipindah dari Kutoarjo ke Kota Purworejo menempati bangunan bekas Pengadilan Negeri pada jaman Belanda yaitu di Jln. Mayjend Sutoyo no 10 atau di sebelah selatan Alun-Alun Purworejo sebagai upaya mewujudkan lokasi wisata terpadu meliputi beberapa bangunan bersejarah seperti Masjid Agung Darul Mutaqin di sebelah barat alun-alun dengan Bedug Pendowonya terbesar di Indonesia mungkin di dunia, Pendopo Kabupaten Purworejo di sebelah utara alun-alun, Gereja GPIB di sebelah timur dan sebelah selatan bangunan kantor Setda Purworejo dan Museum
Peranan dan HarapanMuseum Tosan Aji Purworejo merupakan museum khusus yang hanya menyajikan satu jenis koleksi yaitu Tosan Aji, akan tetapi pada perkembangannya Museum Tosan Aji tidak hanya menampilkan koleksi Tosan Aji saja, namun juga menampilkan berbagai koleksi Benda cagar budaya yang banyak ditemukan di wilayah Kabupaten Purworejo, baik pada masa prasejarah maupun pada masa klasik. Koleksi pusaka yang dimiliki lebih dari 1000 bilah terdiri dari Keris, Pedang, Tombak,Kujang/kudi, Cundrik, Granggang yang berasal dari masa Kerajaan Pajajaran, Majapahit hingga sekarang, dan tersimpan pula benda-benda cagar budaya lainnya seperti Gamelan Kuno Kyai Cokronegoro, hadiah dari Sri Susuhunan Pakubuwono VI kepada Bupati Purworejo pertama “Cokronegoro I” serta beberapa Prasasti, Arca, Lingga, Yoni, Fragmen, Lumpang, Guci, Beliung, Batu Gong,Gerabah, Menhir, dan Fosil.
Peran Museum Tosan Aji sebagai tempat wisata edukatif dengan menyajikan koleksi dan informasi yang banyak dibutuhkan untuk pendidikan sejarah serta sebagai tempat tujuan wisata yang menyenangkan dan bernilai tinggi.
Harapannya pengunjung mampu mengadakan perenungan dan pengkajian tentang nilai-nilai luhur melalui koleksi-koleksi yang dipamerkan serta dapat mengambil hikah sebagai pesan sejarah yang harus diselamatkan sehingga dapat mensikapi perkembangan di kemudian hari yang penuh kompetitif (sumber : Pemda Purworejo)
Lokasi Museum
Jalan Mayjend. Sutoyo No.10, Purworejo
Telp. 0275-321033
Subscribe to:
Posts (Atom)








