Advertise Here

Promote your business.

Advertise with us

take your brand to new heights.

Advertising info

Let's do cool things together!.

Space available to advertise

Target your audience.

keep calm and advertise

Get your business noticed!.

Showing posts with label jakarta. Show all posts
Showing posts with label jakarta. Show all posts

Wednesday, November 26, 2014

Museum Bank Indonesia

Museum Bank Indonesia


Sejarah Museum Bank Indonesia
Pada 1828 De Javasche Bank didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda sebagai bank sirkulasi yang bertugas mencetak dan mengedarkan uang. Sekarang gedung tersebut menjadi sebuah museum yakni Museum Bank Indonesia
Ada cara yang cukup praktis dan menyenangkan untuk mengetahui seluk beluk BI. Yakni dengan mengunjungi Museum Bank Indonesia (Museum BI) yang berlokasi di Jalan Pintu Besar Utara No. 3, Jakarta Barat. Sejak lahir, Museum BI telah menjadi wahana penjelajahan yang penuh dengan edukasi dan rekreatif bagi para pengunjungnya. Dan ini bisa menjadi alternatif atau bahkan referensi wajib bagi masyarakat Indonesia yang ingin tahu cerita perjalanan bangsa dari sisi mata uangnya.
Mewah dan cukup modern. Itulah kesan yang timbul saat pertama kali menginjakkan kaki di museum ini. Dari luar, bangunan kuno ini terlihat megah dengan cat berwarna putih. Kesan kuno seketika pudar saat sudah berada di lobi, tepat di tengah, antara pintu masuk dan pintu keluar yang berhadapan.
Untuk masuk museum, kita harus menitipkan tas terlebih dahulu di sisi kanan lobi. Setelah itu, mengambil tiket di tempat yang tersedia (sekitar dua meter dari pintu masuk). Dengan tiket yang dibuat menyerupai uang itu, petualangan pun dimulai. Perjalanan dimulai dengan memasuki ruang gelap berbentuk cembung yang berilustrasi uang logam berjatuhan. Didukung teknologi canggih,pengunjung akan merasa dihujani uang logam, sekaligus mendapat penjelasan mengenai uang itu.

Di ruang Audio Visual Melalui film berdurasi 30 menit itu, jelas tergambar sejarah kantor pusat pertama BI adalah bekas bangunan rumah sakit (Binnenhospital) dan De Javasche Bank yang berdiri pada 24 Januari 1828. Pada masanya, De Javasche Bank memiliki fungsi tempat sirkulasi berbagai macam perdagangan hasil bumi yang datang dari berbagai penjuru wilayah Hindia Belanda. Gedung ini sempat direnovasi beberapa tahap dan mengalami perluasan, sampai akhirnya ditempati BI yang berdiri 1 Juli 1953.
sebagai museum yang diresmikan pada 15 Desember 2006, dan terbuka untuk masyarakat umum. Sejak saat itulah Museum BI melakukan pembenahan dan mempercantik diri untuk kepuasan pengunjungnya. Puncaknya adalah pada saat Presiden Republik Indoneisa, DR H Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meresmikan kembali museum ini pada 21 Juli 2009. Sejak saat itu, tampilan dalam museum ini lebih terlihat indah. Kaya akan visual modern-klasik seolah menuntun untuk memasuki lorong waktu sejarah yang mengesankan.

Menikmati pertunjukan dalam teater tersebut, membuat tubuh malas beranjak dari tempat duduk studio mini yang sejuknya terasa hingga ke daging dan tulang. Namun, untuk tahu lebih banyak, perjalanan tidak boleh berhenti sampai di situ. Persis setelah keluar dari ruang teater, kita akan memasuki ruangan medium masa lampau. Di ruang ini, kita disambut replika pelabuhan dan kapal, lengkap dengan rempah-rempah seperti pala, kayu manis, dan lain
lain yang menjadi alat tukar di masanya.

Pada dinding awal ruangan terbentang peta kuno sebagian daratan Asia. Itu peta zaman dahulu yang menggambarkan penuh sumber kekayaan alam. Masih diruang yang sama, panel aktivitas perdagangan sebelum kedatangan bangsa Barat sampai terbentuknya BI menjadi sebuah rangkaian peristiwa yang disuguhkan lewat papan informasi dan televisi modern. Kali ini, display elektronik otomatis yang menajadi pemandu setia dalam menjelaskan lewat audio visual canggih perihal sejarah kondisi ekonomi, politik sepanjang masa.
Di ruangan ini kita cukup menggunakan ujung ibu jari untuk untuk menyentuh layar monitor display agar dapat mengikuti kronologi perekonomian Indonesia mulai dari Masa Hindia Belanda, masa pendudukan Jepang, Masa Revolusi Fisil, Masa RIS, hingga Masa Berdirinya Bank Indonesia.

Di Museum BI kita juga bisa langsung berkenalan dengan sejarah kelembagaan BI. Secara garis besar kita dapat memahami fungsi BI sehubungan dengan moneter, perbankan, dan sistem pembayaran dari beberapa kurun waktu. Banyak sekali peran BI bagi pemerintah dan bagi pengembangan sektor swasta, terutama usaha-usaha kecil lewat pemberian kredit kepada perbankan.

Kita bisa melihat sekilas metamorfosis logo BI yang sudah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan ini semata-mata agar lembaga ini lebih berwibawa dan semakin berkarakter.

Dari semua ruang pamer, ruang emas moneter menjadi favorit pengunjung. Di sini, kita akan melihat tumpukkan batangan emas yang dilindungi kaca transparan. Mengkilau, memancarkan cahaya, dan menggambarkan simbol kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia. Dari sejumlah informasi yang tertulis, batangan emas yang asli memiliki kadar emas 99,99 persen tiap batangnya, dan memiliki ketebatan 4 cm dengan berat 13,5 Kg.

Pengunjung bisa memegang dan merasakan langsung berat emas tersebut di tempat yang telah disiapkan. Tapi jangan salah, emas yang ada di museum ini hanya berupa reflika yang dibuat sama persis dengan aslinya. Sebab, emas asli yang disimpan sebagai cadangan devisa negara dan dapat digunakan ketika negara mengalami krisis politik dan ekonomi yang mempengaruhi nilai tukar mata uang disimpan di BI. Meski bukan emas asli, ruangan ini menjadi salah satu tempat favorit pengunjung yang ingin berfoto.

Keluar dari ruang emas moneter, pengunjung akan memasuki ruang numismatika. Di sini kita hanya dapat merasakan cahaya sinar lampu temaram yang terdapat banyak kepingan dan lembaran uang, serta uang terbitan khusus dan sangat langka. Uang-uang ini dibagi ke dalam beberapa kelompok dan dipilih berdasarkan periode terbitnya. Contoh-contoh uang yang pernah dipergunakan di Nusantara itu mampu mengundang decak kagum. Betapa tidak, di sini ada uang kertas BI yang pertama kali dikeluarkan pada tahun 1952, terdiri atas beberapa pecahan mulai dari Rp. 5 hingga Rp. 1.000.

Di sini kita juga dapat menemukan uang seperti robekan karung beras bernama Kampua, uang kerajaan Buto, Sulawesi Tengara yang diprediksi pernah dijadikan alat tukar pada abad ke-14 hingga abad ke-19. Ada juga uang Token yang hanya terbit di komunitas tertentu, seperti di perkebunan, di tempat rekreasi dan tempat perjudian. Uang Token bentuknya berbagai macam (segi tiga, segi lima, bulat) dan terbuat dari kertas, kayu, bambu, dan logam.

Masih banyak objek lain yang tidak kalah menarik untuk disaksisakan di museum ini. Sepenjang perjalanan menelusuri ruang museum pengunjung bisa menemukan informasi mengenai hal-hal lain. Ada seragam tentara Belanda, Jepang hingga seragam Soekarno. Termasuk reflika atau patung yang menggambarkan sistem transaksi perbankan pada masa lampau. Alhasil, mengamati semua koleksi yang bertebaran di museum ini, merupakan kepingan kabar yang jika disatukan melahirkan sebuah cerita perjalanan bangsa Indonesia

Museum Kepolisian Negara Republik Indonesia



polri_ruang.jpg
MUSEUM KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Museum Kepolisian Negara Republik Indonesia
Museum Kepolisian Negara Republik Indonesia merupakan museum semi modern yang dimiliki Kepolisian Negara Republik Indonesia saat ini. Dengan desain bangunan tahun 70-an ditambahi jendela-jendela modern menambah kesan klasik modern dengan desain interior mendasari konsep galeri. Museum Kepolisian Negara Republik Indonesia menawarkan penelusuran sejarah kepolisian Negara Republik Indonesia melalui sentuhan galeri sehingga tanpa terasa membawa para pengunjung pada alam kepolisian masa lalu hingga masa kini. Warisan-warisan kekayaan Kepolisian Negara Republik Indonesia disajian untuk anda. Museum Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah Museumku.
Ruang Koleksi dan PeristiwaTugas kepolisian yang khas, memerlukan alat peralatan yang khas dalam tugas. Alat peralatan tersebut merupakan koleksi Kepolisian Negara Republik Indonesia khususnya dalam melakukan penegakan hukum. Koleksi peralatan tersebut memberikan gambaran bagaimana perkembangan teknologi dalam mendukung, membantu dan dimanfaatkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk menjalankan tugas pokok.
Dalam ruang ini akan dipamerkan berbagai koleksi peralatan utama dan alat bantu utama Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam menjalankan tugas.
Ruang SejarahKonsep lembaga kepolisian dalam tatanan kenegaraan telah ada sejak masa lampau. Dalam perkembangannya Kepolisian Negara Republik Indonesia mengalami perubahan seiring dengan perjalanan bangsa dan negara Indonesia. Namun identitas Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai salah satu aparatur pemerintah pelayan, pelindung, dan penegak hukum tidak pernah dan tidak akan pernah lekang oleh waktu. Karena tugas dan pekerjaan polisi selalu ada dan diperlukan oleh masyarakat serta Kepolisian Negara Republik Indonesia terus dan harus terus meningkatkan kemampuan teknis profesi tanpa henti untuk menghadapi perkembangan keadaan.
Hall of FamePasang surut Kepolisian Negara Republik Indonesia juga dipengaruhi dengan gaya kepemimpinan dan kepribadian pemimpinnya. Sikap dan pribadi pemimpin dalam memimpin merupakan hal yang dapat dipelajari dan dianalisis untuk dimanfaatkan pada generasi penerus. Budaya, tradisi, kebiasaan, peraturan, dan kebijakan senantiasa mempengaruhi dan menjadikan seorang pemimpin menjadi unik dan khas.
Hall ini didedikasikan kepada para mantan pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia dan disajikan gambaran para pemimpin Kepolisian Negara Republik Indonesia yang telah banyak memberikan warna untuk Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Ruang KepahlawananTidak banyak yang dapat memahami kehidupan seorang polisi dalam kesehariannya. Cakupan area tugas dan berbagai macam tantangan yang dihadapi secara langsung dan tidak langsung akan membentuk karakter yang khas seorang polisi. Semua itu tidak diketahui, yang ada hanya "dimana polisinya?" saat masyarakat memerlukan tugas-tugas kepolisian.
Pada ruang ini akan diperlihatkan suka duka seorang polisi yang bertugas pada area-area yang tidak banyak orang mengharapkannya.
Ruang Simbol dan KesatuanSimbol dan Kesatuan adalah merupakan suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Simbol merupakan atribut yang menandakan seseorang berada pada suatu status tertentu yang dapat menjadi kebanggaannya dan didapat dari suatu perjuangan dan usaha.
Sedangkan Kesatuan merupakan kumpulan orang yang melaksanakan tugas yang sama untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam site ini disajikan bermacam pangkat dan lambang kesatuan serta pakaian seragam termasuk atributnya dari masa ke masa.
Ruang Penegakan HukumPerkembangan kejahatan sejalan dengan perkembangan masyarakat itu sendiri. Semakin tinggi peradaban masyakarat maka akan semakin tinggi modus operandi tindak kejahatan itu sendiri. Berbagai bentuk kejahatan yang terjadi dalam masyarakat (kejahatan internasional, kejahatan sosial, terorisme, dan sebagainya) akan disajikan dalam ruang ini.
Digambarkan juga bagaimana Kepolisian Negara Republik Indonesia menanggapi setiap kejahatan yang sangat mengganggu dan merugikan masyarakat.
Kids Corner
Ruang ini diperuntukkan kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dan negara. Pengenalan sejak dini pada anak-anak tentang tugas dan fungsi Kepolisian Negara Republik Indonesia dilakukan dengan cara yang menyenangkan.
Anak-anak akan dibawa dalam alam seakan mereka menjadi petugas polisi sungguhan, menjadi penyidik (detektif), petugas Samapta, petugas patroli. Melakukan pencarian jejak, petunjuk dan mencoba belajar menjadi seorang penyidik.
Disamping itu masih banyak permainan interaktif lainnya, buku-buku pengetahuan dan aktivitas bermain sambil belajar lainnya.
Sumber: Brosur 'Museum Kepolisian Negara Republik Indonesia'

Alamat:
Museum Kepolisian Negara Republik Indonesia (Museum Polri)

Jl. Trunojoyo No. 3
Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12110
Telp. 021 721 0654

Museum Kebangkitan Nasional

gedung kebangkitan nasionalGedung yang saat ini menjadi Museum Kebangkitan Nasional merupakan salah satu bangunan bersejarah peninggalan kolonial Belanda yang ada di Jakarta. Gedung megah ini dibangun pada tahun 1899 dan selesai pada tahun 1901. Pada awal keberadaannya di masa pemerintahan Hindia Belanda gedung ini digunakan sebagai tempat pendidikan Sekolah Dokter Djawa dan Sekolah Kedokteran Bumiputera atau yang lebih dikenal dengan sebutan STOVIA (School Tot Opleding Van Inlandsche Artsen) yang secara resmi dibuka pada 1902.
Masuknya tentara Jepang ke Indonesia pada 1942, mengakhiri penggunaan Gedung STOVIA sebagai tempat kegiatan pembelajaran. Pada 1942-1945 saat pemerintahan Jepang berkuasa memfungsikan gedung Eks-STOVIA ini sebagai tempat penampungan tawanan perang tentara-tentara Belanda. Pada 20 Mei 1974 Presiden Soeharto meresmikan penggunaan Gedung Eks-STOVIA sebagai gedung bersejarah yang diberi nama “Gedung Kebangkitan Nasional” yang selanjutnya pengelolaan dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta.
Ada beberapa museum yang menempati Gedung Kebangkitan Nasional ini, yakni Museum Kesehatan, Museum Pers, Museum Wanita dan Museum Boedi Oetomo. Selain itu gedung ini juga dimanfaatkan sebagai perkantoran swasta dan beberapa yayasan, antara lain oleh kantor Yayasan Pembela Tanah Air (YAPETA), perpustakaan Yayasan Idayu, Yayasan Perintis Kemerdekaan dan Lembaga Perpustakaan Dokumentasi Indonesia.
Di dalam museum tersebut terdapat ruang pamer koleksi, yang terdiri dari ruang pengenalan (ruang penataan kembali), ruang awal pergerakan nasional. Ruang kesadaran nasional, ruang pergerakan nasional, ruang propaganda studie fonds, ruang memorial budi oetomo, dan ruang pers. Dan masing-masing dalam ruangan ini teridiri dari beberapa koleksi yang dipamerkan.
Beberapa benda bersejarah yang disimpan di museum ini antara lain koleksi perabotan, jam dinding, lampu antik, genta, perlengkapan medis, pakaian, senjata, foto, diorama, lukisan, patung, peta, miniatur dan koleksi lainnya. Selain itu ada pula benda lainnya seperti miniatur kapal tradisional pinisi dari Bugis, salinan lukisan tua yang menggambarkan tentara Pangeran Diponegoro yang tengah melakukan latihan perang, serta karya instalasi seukuran manusia sebenarnya yang diletakkan dalam salah satu ruang belajar, memperlihatkan para pelajar STOVIA dengan pakaian semi-tradisional mereka.
Museum ini sudah sering dijadikan tempat untuk berkunjung para pelajar, museum ini terdapat di Jl. Abdulrahman Saleh No. 26 Jakarta Pusat, buka di hari Selasa – Jumat: 08.30 – 15.00, Sabtu – Minggu:08.30 – 14.00, Senin & Hari libur nasional: Tutup.

Museum Bank Mandiri

SERBA-SERBI MUSEUM MANDIRI
Museum Mandiri berseberangan dengan Stasiun Kota. Bangunan museum pada mulanya adalah kantor Nederlandsch Handel-Maatschappij (NHM) atau Netherlands Trading Corporation alias Maskapai Dagang Belanda. Kantor pusat NHM berada di Amsterdam, sedangkan Batavia (Jakarta) adalah kantor cabang.

mm_mm.jpg
MUSEUM MANDIRI
  • Sejak berlakunya cultuurstelsel (1830), menjadi tugas utama NHM membeli, mengirim/shipping, dan menjual komoditi yang dihasilkan dari sistem tanam paksa seperti kopi, gula, dan nila.
  • Namun selama periode 1850an dan 1860an, NHM telah bergerak dan membangun jalinan keuangan sedemikian intensif dalam bidang industri gula sehingga boleh dikatakan telah terjadi transformasi NHM dari maskapai dagang menjadi bank. 

mm_exim.jpg
BANK EXIM PERNAH BERKANTOR DI SINI
NHM Batavia dikenal dengan sebutan Factorij atau factory dalam bahasa Inggris yang berarti agen dagang di negara asing. Setelah Indonesia merdeka, NHM dinasionalisasi (1960), kemudian berkembang menjadi Bank Exim dengan kantor pusat di Gedung Factorij. 
Bank Exim kemudian bergabung kedalam Bank Mandiri (1999). Sejak 2005 Gedung Factorij difungsikan sebagai Museum Mandiri.
  • Arsitek Gedung Factorij adalah J. de Bruyn, A. P. Smits, C. van der Linde. Pembangunan gedung berlangsung selama periode 1929-1933 dan peresmian oleh Presiden Direktur NHM Karel CJ van Aalst.

mm_papan_penunjuk.jpg
PAPAN PENUNJUK
Papan penunjuk menginformasikan aneka pelayanan bank di lantai dasar dan lantai satu. Misalnya untuk pelayanan effecten (efek atau surat berharga) dan safe deposit di sebelah kiri (dari sisi nasabah), sedangkan urusan perbankan di kanan. Di lantai satu terdapat kantor inspektur gula (Suiker Bergcultuur Inspecteur) di sebelah kiri dan direksi di sebelah kanan.

mm_kas_china.jpg
CHINEESCHE KAS
Ruang pameran Museum Mandiri terletak di tiga lantai. Lantai Dasar terdiri dari Ruang Treasury (Kas Afdeeling), Ruang Pembukuan (kamar khusus untuk buku besar), Ruang Kasir China (Chineesche Kas). Di sayap selatan terdapat Ruang Perlengkapan Bank, Ruang Kearsipan dan Komunikasi, Ruang ATM. Ruang Kearsipan dulunya merupakan kantor budidaya gula yang cukup sibuk.

mm_ruang_rapat.jpg
RUANG RAPAT BESAR
Setelah anak tangga terakhir menuju lantai satu, pengunjung akan berdiri di depan Ruang Rapat Besar. Di sini terdapat seperangkat meja dan kursi untuk keperluan rapat, sedangkan dinding dihiasi foto orang-orang penting dunia perbankan Indonesia.
Salah satu yang dapat kita jumpai adalah foto Agus Martowardojo, Direktur Utama Bank Exim (1998) dan Direktur Utama Bank Mandiri (2005-2010). Bankir kelahiran Amsterdam ini dipilih Presiden SBY untuk menggantikan Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu II sejak Mei 2010. Selanjutnya penunjukan Anny Ratnawati oleh Presiden sebagai wakil menteri keuangan menjadi faktor Anggito Abimanyu meletakkan jabatan di Kementerian Keuangan dan kembali ke kampus. Setahun kemudian (Oktober 2011) terjadi perombakan kebinet. Sejumlah menteri digeser dan sejumlah wakil menteri ditambahkan diantaranya Mahendra Siregar. Sejak itulah kita memiliki dua wakil menteri keuangan.  *Sebuah foto ternyata bisa membawa kita kemana-mana*

mm_lorong.jpg
LANTAI SATU
Ruang pameran lain di lantai satu adalah Ruang Foto Direktur, Ruang Makan Direktur, Ruang Presiden Direktur, Ruang Numismatika. Di sayap selatan terdapat Ruang Mandiri Club, Ruang Piala, Ruang Kepegawaian, Ruang Security dan Rumah Tangga, Perpustakaan.

mm_safe_deposit.jpg
RUANG KLUIS UTAMA
  • Di bawah lantai dasar terdapat ruang kluis utama seluas sekitar 900 meter persegi dan dinding luar setebal 100 cm sebagai tempat menyimpan uang kas, efek, maupun barang-barang berharga milik nasabah.
  • Tiga galeri di ruang kluis atau khazanah adalah Effecten Kluis (ruang penyimpanan surat-surat berharga), Ruang Safe Deposit Box, Kast Kluis (ruang penyimpanan uang).
  • Dari Kast Kluis, terdapat pintu keluar menuju taman. Riuh jalak tunggir merah sungguh menarik perhatian. Si burung hitam dengan paruh kuning dan merah menyapu sebagian ekor. Aku suka matanya; menyiratkan rasa ingin tahu yang besar. Sayang dikurung. Burung secerdas itu semestinya dibiarkan menjelajahi dunia sekehendak hatinya.

mm_patri2.jpg
PRASASTI PEMBERIAN KCJ VAN AALST
  • Prasasti Kaca Patri Museum Mandiri adalah hadiah Karel CJ van Aalst (1866-1939), presdir kesepuluh NHM Batavia. Van Aalst lahir di Hoorn (Belanda) yang juga merupakan kota kelahiran pendiri Batavia J.P. Coen (1587-1629). Alih-alih Batavia, Coen sebenarnya menginginkan Nieuw Hoorn sebagai nama kota, namun bos-bos besar Kompeni di Belanda (De Heren XVII) ternyata menghendaki lain.
  • Prasasti Kaca Patri terbagi dua bagian. Bagian bawah melukiskan empat musim di Eropa dan alam Indonesia.
  • Bagian atas antara lain menggambarkan Cornelis de Houtman dikelilingi oleh empat kapal yang berlayar ke Nusantara pada tahun 1595, yaitu Hollandia, Mauritius, Amsterdam, Duyfen. Ekspedisi First Schipvaart mencapai Banten 14 bulan kemudian. Acap Houtman memperoleh penghormatan terlalu besar sebagai pemimpin ekspedisi Belanda yang pertama mencapai Nusantara. Keberhasilan yang akan sulit dicapai tanpa map yang disediakan Petrus Plancius, seorang astronomer dan kartografer handal, maupun detail rute perdagangan yang diperoleh Jan Huygen van Linschoten dari Portugis.

mm_patri1.jpg
LUKISAN CORNELIS DE HOUTMAN
Selalu dikatakan bahwa kita dijajah Belanda selama 3,5 abad. Angka ini dihitung dari kedatangan ekspedisi Houtman di Banten (1596). Sejarawan Onghokham dalam The Thugs, the Curtain Thief and the Sugar Lord menarik perhatianku bahwa bisa jadi tidak demikian halnya. Tujuan ekspedisi pimpinan Houtman yang dibiayai oleh Compagnie van Verre (cikal-bakal VOC) adalah untuk mencari dan membeli lada. Kehadiran Belanda di Banten, kota pelabuhan yang ramai pada waktu itu halnya orang-orang asing (Inggris, Portugis, China, Arab) maupun orang-orang lokal dari Aceh, Makassar, dan kota-kota pelabuhan lainnya, adalah untuk berdagang. Jadi apakah tepat jika kita menandai penjajahan Belanda di Indonesia dari kedatangan Houtman.
Bahkan satu dekade kemudian ketika Batavia didirikan pada tahun 1609, belum hadir ide besar tentang akan adanya suatu kekaisaran kolonial Belanda di kawasan Nusantara. Dikemukakan Onghokham, 'In short, no body at that time could have foreseen what would be developed out of Batavia...' Lebih lanjut, 'In the writer's opinion it was not until 1830 that Dutch colonialism started, and even then only fully in Java, because in the same year the Dutch launched a new policy to exploit the island of Java.'

mm_nhm.jpg
GEDUNG NHM, SEKARANG MUSEUM MANDIRI

Sekilas tiket masuk Museum Mandiri. Untuk melacak mengapa di tiket masuk Museum Mandiri terdapat logo delapan bank yang kini sudah tidak terlihat lagi batang hidungnya maka kita akan memulai dari perjalanan NHM.
  • 1824: NHM didirikan oleh Raja Willem I di Amsterdam, Belanda.
  • 1826: NHM cabang dibuka di Batavia. 
  • 1933: NHM cabang Batavia atau Factorij menempati gedung baru yang sekarang menjadi Museum Mandiri. 
  • 1960: Nasionalisasi NHM.
  • 1965: NHM digabung dengan Bank Negara Indonesia Unit II. 
  • 1968: BNI Unit II dipecah menjadi dua unit, salah satunya adalah BNI Unit II Divisi Ekspor-Impor yang kemudian menjadi Bank Exim.
  • 1998: Bank Mandiri berdiri sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan.
  • 1999: Empat bank pemerintah yaitu Bank Dagang Negara (BDN), Bank Bumi Daya (BBD), Bank Ekspor-Impor Indonesia (Bank Exim), Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) bergabung kedalam Bank Mandiri.
Dengan demikian tidak mengherankan jika kita akan menemukan logo keempat bank ini di tiket masuk Museum Mandiri. Sedangkan empat logo lainnya berasal dari bank-bank pendahulu yaitu NHM, Escomptobank, NHIB, BIN.
  • NHM dinasionalisasi dan berkembang menjadi Bank Exim di kemudian hari. 
  • Escomptobank N.V. setelah nasionalisasi menjadi Bank Dagang Negara.
  • Nasionalisasi Nederlandsch-Indische Handelsbank (NIHB) dan berganti nama menjadi Nationale Handelsbank sejak 1950, menjadi cikal-bakal kelahiran Bank Bumi Daya.
  • BIN (Bank Industri Negara) didirikan pada tahun 1951 dan digabung kedalam Bank Bapindo yang dibentuk pada tahun 1960.
Itulah sebabnya aku akan memilih tiket masuk Museum Mandiri sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia. Diantara pertimbangan adalah tidak sekadar tiket sebagai tanda pembayaran tetapi mengisahkan perjalanan dan sejarah museum melalui penggunaan lambang berupa logo bank.

Alamat:
MUSEUM MANDIRI

Jl. Lapangan Stasiun no.1
Jakarta 11110

Museum Satria Mandala


sm_diorama.jpgSejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam rangka merebut dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memakan waktu yang cukup panjang dengan pengorbanan jiwa dan raga maupun harta benda yang tak ternilai harganya. Perjuangan bangsa Indonesia dengan TNI sebagai intinya, berjuang secara bahu membahu dalam suasana kebersamaan. Dalam perjalanan sejarah dapat disarikan bahwa sejarah perjuangan nasional termasuk didalam sejarah TNI mempunyai peran penting dalam meningkatkan jiwa dan semangat serta memperkuat jati diri bangsa dalam mencapai tujuan nasional. Karena dengan belajar sejarah masyarakat bangsa diharapkan mampu bersikap serta bertindak arif dan bijaksana dalam menghadapi masa depan. Oleh karenanya minat prajurit dan masyarakat untuk memahami dan menempatkan kehidupan berbangsa dan bernegara senantiasa harus ditumbuhkembangkan.
Museum-museum, monumen, dan perpustakaan di lingkungan Pusjarah TNI, menyajikan peninggalan sejarah perjuangan bangsa Indonesia, khususnya sejarah perjuangan TNI dalam merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan melalui diorama-diorama. Diantaranya diorama yang menggambarkan tentang kejayaan Nusantara dan cita-cita mempersatukan bangsa tersaji di Museum Keprajuritan Indonesia. Sedangkan diorama-diorama yang terdapat di Museum Satriamandala menggambarkan tentang sejarah kelahiran Tentara Nasional Indonesia (TNI). Yang di dalamnya terdapat Gedung Waspada Purbawisesa yang menyajikan diorama yang menggambarkan perjuangan TNI bersama-sama rakyat dalam menumpas gerombolan separatis DI/TII. Selanjutnya penyajian diorama tentang peristiwa pemberontakan G30S/PKI terhadap NKRI terdapat di Monumen Pancasila Sakti. Selain itu koleksi-koleksi sumber tertulis, seperti buku-buku dan majalah-majalah yang berkaitan dengan sejarah perjuangan TNI tersedia di Perpustakaan TNI.
sm_ruang_senjata.jpgMelalui museum-museum, monumen, dan perpustakaan, masyarakat aan memahami perjuangan bangsa Indonesia khususnya sejarah perjuangan TNI dan sekaligus menumbuhkan motivasi untuk meneladani semangat juang para pahlawan bangsa.

RUANG SENJATA
Museum Satriamandala terletak di Jalan Jenderal Gatot Subroto no.14, Jakarta Selatan. Gedung museum ini sebelumnya dikenal sebagai Wisma Yaso yaitu tempat kediaman Ratna Sari Dewi Soekarno dan tempat Bung Karno disemayamkan sebelum dimakamkan di Blitar, Jawa Timur.
Di museum ini tersimpan berbagai benda sejarah yang berkaitan dengan perjuangan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari tahun 1945 sampai sekarang, seperti aneka senjata berat maupun ringan, atribut ketentaraan, panji-panji dan lambang-lambang di lingkungan TNI, kendaraan perang seperti tank dan panser, berbagai jenis pesawat terbang peninggalan masa lalu. Satu diantaranya adalah pesawat Cureng yang pernah diterbangkan oleh Agustinus Adisutjipto serta tandu yang dipergunakan Panglima Besar Jenderal Sudriman saat bergerilya melawan penjajah.
Di dalam museum terdapat 74 diorama yang menggambarkan peranan TNI dalam membela dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Satu diantaranya adalah diorama yang menggambarkan tentang Pertempuran Surabaya pada tanggal 10 November 1945. Masih dalam kompleks Museum Satriamandala terdapat Gedung Waspada Purbawisesa menyajikan diorama yang menggambarkan perjuangan TNI bersama-sama rakyat menumpas gerombolan separatis DI/TII di Jawa Barat, Jawa Tengah, Aceh, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi pada tahun 60-an.
Selain diorama, dipamerkan pula dokumen, peta operasi, dan benda-benda relik lainnya. Fasilitas lain di museum ini adalah Taman Bacaan Anak, kios cenderamata, kantin, serta gedung serbaguna yang berkapasitas 600 kursi untuk berbagai kegiatan dan pertemuan.
Sumber: Brosur 'Profil Museum, Monumen, dan Perpustakaan PUSJARAH TNI'

Alamat:
MUSEUM SATRIAMANDALA
Jl. Gatot Subroto no.14
Jakarta 12710

ads

ads